
Setelah kejadian itu, Dinka akhir nya pulang di antar kan oleh Algi karena Algi merasa khawatir pada keselamatan Dinka. Algi takut Erik akan berbuat nekat dan kembali mengganggu Dinka di saat diri nya tidak bersama dengan gadis itu. Algi tidak mau kejadian yang menimpa Alea terjadi kembali pada gadis kecil itu.
Saat itu Alea memang beruntung karena Rifki dan diri nya datang tepat waktu dan menolong nya, walau pun pada akhir nya Rifki malah harus merenggut kesucian Alea dengan terpaksa. Namun mereka juga masih beruntung karena ternyata mereka saling mencintai satu sama lain dalam hati mereka masing - masing. Tapi bagaimana bila itu terjadi kembali pada Dinka, apa keberuntungan itu juga akan berpihak pada nya? Tentu saja Algi tidak akan membiar kan itu semua terjadi.
" Jadi, bagai mana kamu bisa ada di sana? Bukan kah tempat itu jauh dari kafe milik mu?" Dinka yang masih merasa penasaran dengan kehadiran Algi di sana pun memutus kan untuk bertanya langsung pada Algi. Saat ini mereka berdua sedang duduk di dalam mobil Algi dengan Algi yang menyetir mobil nya dan Dinka duduk tepat di samping nya.
" Kebetulan aku sedang ada urusan di sana" Algi menjawab tanpa menoleh ke arah Dinka dan terus fokus pada jalanan yang ada di depan nya.
" Urusan, urusan apa?" Dinka mengerut kan kening nya.
" Kamu tidak tahu kan kalau itu dulu nya kampus tempat aku, Nara dan Alea kuliah juga?" Algi menoleh sekilas dan kembali fokus pada jalanan di depan nya.
" Masa sih, jadi kamu, kak Alea dan kak Nara kuliah di situ juga?" Dinka tidak menyangka kalau tempat nya kuliah adalah kampus tempat Algi dan yang lain nya kuliah dulu, Dinka memang tidak pernah bertanya itu sebelum nya pada Alea dan Nara. " Jadi, untuk apa kamu datang ke kampus tadi? Jangan bilang kalau kamu mau kembali kuliah di sana?" Dinka menatap Algi dengan tatapan menyelidik nya.
" Tentu saja tidak, aku dan teman - teman ku ingin mengadakan reuni di bulan ini, dan kebetulan aku salah satu panitia nya karena rencana nya kami akan mengadakan nya di kafe ku. Dan tadi aku ke sana untuk meminta data - data teman - teman ku di sana, karena aku tidak hafal semua alamat nya" Algi menjelas kan.
" Oh" Dinka hanya ber oh ria saja seraya mengunguk kan kepala nya.
Setelah itu tidak ada lagi obrolan di antara ke dua nya, hanya suara dari mesin mobil dan hiruk pikuk di jalanan yang terdengar di sana sampai mobil yang di kendarai oleh Algi terparkir di depan gerbang besar yang menjulang tinggi di mana di dalam nya terdapat mansion keluarga Balendra yang sangat besar dan begitu megah itu.
__ADS_1
" Terima kasih karena sudah mengantarku pulang, dan terima kasih karena sudah menolongku juga" ucap Dinka seraya melepas seat belt yang ada pada tubuh nya.
" Sama - sama, kamu tidak usah sungkan. Anggap saja aku seperti kak Aydan dan yang lain nya" jawab Algi dengan santai nya. " Dan satu lagi, belajar lah dari pengalaman! Berhati - hati lah melilih kekasih lain kali, jangan memilih pria yang seperti pria tadi" Tambah Algi lagi memberi nasihat nya.
" Ish, aku juga tahu kalau seperti itu! Lagi pula selama kami pacaran, dia itu sangat baik dan selalu bersikap lembut pada ku. Entah kenapa dia jadi seperti ini sekarang" Dinka mengerucut kan bibir nya.
" Itu lah pria, kamu tidak bisa menebak bagai mana sifat asli nya. Jadi kamu harus lebih berhati - hati!"
" Ya ya, aku juga tahu" Dinka memutar bola mata nya malas. " Seperti kamu yang terlihat dingin dan cuek di luar, ternyata kamu sangat cerewet bila sudah saling mengenal" Dinka berkata dengan nada mengejek nya.
" Lebih baik cerewet tapi berhati baik dan berwajah tampan dari pada adem kalem tapi psikopat" balas Algi tak mau kalah.
Malam hari nya..
Nara yang sedang menunggu kepulangan suami nya dari perusahaan, memutuskan untuk menunggu di ruang keluarga saja sambil menonton Drakor kesukaan nya, karena dia merasa bosan berada di dalam kamar nya.
" Kak Aydan belum pulang kak?" Dinka yang memang sedang mencari keberadaan Nara, tampak menghampiri Nara yang sedang duduk sendirian di sofa ruang keluarga sambil memegang toples cemilan di tangan nya.
" Heem, pasti banyak pekerjaan di perusahaan. Jadi dia pulang terlambat" jawab Nara tanpa menoleh kan pandangan nya, seperti nya film yang sedang dia tonton sedang seru - seru nya, sehingga Nara enggan untuk mengalihkan pandangan nya dari layar televisi yang sangat besar itu.
__ADS_1
"' kalau begitu, aku akan menemani kak Nara di sini" Dinka pun langsung menduduk kan diri nya di samping Nara.
" Kamu belum mau tidur, ini sudah malam loh?" Nara melihat jam dinding yang ada di sana, saat ini waktu menunjuk kan pukul setengah sembilan malam.
" Aku belum mengantuk kak" Dinka dengan cuek nya mengambil cemilan dalam toples yang ada di tangan Nara. " Oh ya kak, aku mau menanyakan sesuatu pada kakak" Dinka terlihat ragu saat mengatakan nya.
" Tanya kan saja!" Nara masih fokus dengan apa yang sedang dia tonton.
" Menurut kak Nara, kak Algi itu seperti apa sih?" Walau pun tadi nya ragu, akhir nya Dinka menanyakan hal itu juga pada Nara. Dinka sungguh sangat penasaran dengan pria itu, apa lagi setelah kejadian tadi siang saat Algi menolong nya. Dinka menjadi semakin penasaran saja dengan pria itu, mungkin saja kini sudah ada nama Algi di dalam hati nya.
" Algi, kenapa kamu bertanya soal dia?" Nara yang tadi nya seperti enggan mengalih kan pandangan nya, kini menatap Dinka dengan tatapan menyelidik nya.
" Tidak, aku hanya ingin tahu saja" di lihat seperti itu oleh Nara membuat Dinka menjadi salah tingkah. " Kakak tahu, hari ini kak Algi menolongku dari mantan pacar ku yang ingin menyakitiku" tambah Dinka lagi menjelas kan.
" Kamu di ganggu oleh mantan mu, apa kamu tidak apa - apa?" Nara kini menelisik tubuh Dinka dengan wajah yang terlihat cemas.
" Aku tidak apa - apa, untung nya kak Algi menolong ku tepat waktu" Dinka tersenyum kikuk melihat Nara yang begitu mencemaskan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1