Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 106


__ADS_3

Keesokan pagi nya Dinka dan Nara sudah sibuk di dapur, seperti nya mereka sedang membuat sesuatu. Sejak sarapan tadi, Dinka tak henti - henti nya bertanya pada Nara tentang kesukaan Algi pada nya. Akhir nya Nara pun memberitahu kan Dinka setelah Aydan pergi untuk bekerja. Kebetulan saat ini di mansion hanya ada mereka bertiga dan beberapa pelayan yang ada di sana. Sedangkan Fika dan Nanda tinggal di Bandung selama beberapa hari untuk merawat opa Bisma yang sedang sakit.


" Apa kak Nara yakin kak Algi akan menyukai ini?" Dinka bertanya seraya tangan nya yang masih sibuk mengaduk adonan yang ada di depan nya. Seperti nya Dinka dan Nara sedang membuat kue saat ini.


" Iya, aku sangat yakin ! Sejak dulu Algi paling suka kalau aku membawa ini untuk nya" Nara mengangguk mantap seraya memperhati kan pekerjaan Dinka saat ini. Ya, Nara hanya mengawasi dan memberi tahu langkah - langkah membuat kue pada Dinka. Sedangkan yang membuat kue hanya Dinka saja.


" Kakak sering membuat kan kue untuk kak Algi? " Dinka mengerut kan kening nya.


" Bukan hanya untuk Algi, tapi untuk Alea dan yang lain nya juga. Kami dulu sering berkumpul di kafe milik Algi jika ada waktu luang, dan terkadang aku membawa kue ini untuk mereka" Nara menjelas kan.


" Oh" Dinka hanya ber oh ria saja. " Jadi kak Algi memang sangat akrab dengan kakak - kakak semua nya ya?" Tambah Dinka lagi.


"Ya, seperti itu lah! Tapi kamu tahu, suami ku selalu berdebat dengan Algi jika mereka bersama. Entah ada apa dengan mereka" Nara mengangkat bahu nya acuh. " Sudah cepat selesai kan! Bukan kah kamu masih harus kuliah juga hari ini" Nara mengingat kan Dinka yang seperti nya lupa kalau hari ini dia harus ke kampus nya.


" Aiish, kenapa aku bisa lupa" Dinka menepuk kening nya sendiri dengan tangan yang penuh dengan tepung sehingga kini tepung itu menempel pada wajah Dinka. " Untung saja kakak mengingat kan ku" Dinka pun dengan terburu - buru menuangkan adonan kue ke dalam loyang untuk dia masuk kan ke dalam oven karena adonan kue yang Dinka buat sudah siap sejak tadi. Nara hanya menggeleng - gelengkan kepala nya melihat tingkah Dinka yang seperti itu.

__ADS_1


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di rumah keluarga Saputra, tampak pasangan pengantin baru kita yang masih saja terlelap dalam tidur mereka walau sinar mata hari sudah masuk ke dalam celah gorden sedari tadi. Seperti nya mereka kelelahan setelah semalam mereka melakukan aktifitas yang biasa setiap malam mereka lakukan.


Terlihat dari beberapa pakaian yang berserakan di lantai dengan tubuh mereka yang terlihat polos tanpa sehelai benang pun, hanya selimut berwarna putih yang menutupi tubuh ke dua nya saat ini.


" Eemmh" Alea melenguh seraya membuka mata nya saat sinar mata hari menerpa wajah nya. " Sudah pagi" gumam Alea pelan seraya mendongak kan wajah nya untuk melihat wajah tampan yang sudah selama beberapa hari ini menemani nya tidur di ranjang yang dulu nya hanya di duduki nya bila dia berkunjung untuk main ke sana.


Di lihat nya wajah tampan sang suami yang masih saja menutup mata nya, entah kenapa setiap pagi hal ini sudah menjadi rutinitas Alea setiap hari nya.


Tangan Alea kini menyentuh pipi Rifki dan mengusap nya perlahan, perlahan juga tangan itu mulai menyentuh bagian lain nya, dari mulai hidung, dahi dan yang terakhir tangan Alea berhenti pada bagian bibir Rifki yang selalu terasa manis setiap kali bibir itu menyentuh bibir nya.


Dan entah dapat dorongan dari mana, Alea mengangkat kepala nya dan berusaha mengecup bibir tebal itu. Tadi nya Alea hanya ingin mengecup bibir itu sekilas, namun tanpa Alea sadari ternyata Rifki sudah terbangun sejak dia merasakan wajah nya yang di pegang oleh seseorang. Namun Rifki ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh istri nya selanjut nya.


Rifki pun menahan tengkuk Alea dan mulai ******* bibir mungil istri nya yang menempel pada bibir nya. Alea yang merasa kaget dengan gerakan Rifki pun tampak membulat kan ke dua bola mata nya seraya mendorong tubuh Rifki agar menjauh dari wajah nya.

__ADS_1


" Kakak sudah bangun?" Alea tampak kaget dengan wajah yang tersipu malu karena sudah tertangkap basah sedang mencuri kecupan dari bibir suami nya itu. Bahkan Alea yang kaget sampai bangun dari posisi nya sehingga selimut yang menutupi tubuh mereka tersingkab dan membuat tubuh Alea yang masih polos itu terekspos di depan mata Rifki saat ini.


" Ya, aku merasa ada yang bermain - main dengan wajah ku sehingga aku terbangun dari tidur nyenyak ku" Rifki tersenyum menggoda pada Alea yang semakin malu dengan wajah yang sudah memerah. " Dan sekarang kamu bukan hanya membangun kan ku saja, melain kan belut albino milik ku juga jika kamu menggoda ku seperti itu" Rifki semakin menggoda Alea seraya menunjuk bagian bawah nya yang terlihat sudah kembali berdiri tegak.


" Apa maksud kakak? Aku, menggoda mu?" Alea menggaruk kepala nya yang tidak gatal, seperti nya Alea belum menyadari penampilan nya sekarang ini.


" Kalau bukan menggoda apa lagi hah? Kamu tahu aku selalu tidak tahan untuk tidak menyentuh nya" Rifki pun tanpa basa basi langsung kembali menaut kan bibir nya dengan bibir Alea seraya tangan nya yang langsung memegang dan memain kan benda kenyal yang selalu menjadi favorit nya itu.


" Apa, pantas saja sejak tadi aku merasa udara begitu dingin" batin Alea merutuki kebodohan nya yang bisa - bisa nya lupa kalau diri nya tidak memakai sehelai benang pun.


Mau tidak mau, akhir nya pagi itu Alea harus melayani suami nya sampai semua has rat dan gai rah pada suami nya tersalurkan pada nya. Apa lagi, entah kenapa has rat dalam diri Alea juga selalu menggebu setiap kali diri nya berdekatan dengan suami nya itu. Bahkan tak jarang juga Alea memimpin permainan untuk memenuhi has rat yang ada pada diri nya. Sedang kan Rifki tidak pernah keberatan sedikit pun tentang hal itu, justru Rifki merasa senang karena dengan begitu Rifki bisa sering melakukan hal yang iya - iya bersama dengan istri nya itu.


Pagi itu, suara des ahan dan era ngan terdengar menggema kembali di dalam kamar yang sangat luas itu. Ke dua nya tampak berbagi peluh dan kenik matan yang membuat mereka berdua seakan terbang melayang dan melupakan bahwa mereka saat ini sedang bermain di waktu yang kurang tepat, yaitu waktu yang seharus nya mereka isi dengan bersiap untuk pergi ke tempat kerja mereka masing - masing.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2