Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 123


__ADS_3

Sejak hari itu, Angga dan Feyrin tidak pernah bertemu selama dua hari karena mereka libur setelah perjalanan ke pantai saat itu. Entah kenapa setiap melihat hasil pemotretan yang di mana Angga dan Feyrin melakukan nya bersama, Angga selalu senyum sendiri dengan perasaan yang tidak bisa dia gambar kan dengan kata - kata.


" Aku tidak boleh memikir kan gadis lain, kasihan Lula kalau seperti ini" gumam Angga seraya mematikan laptop di hadapan nya. Hari ini adalah hari terakhir mereka libur dan besok mereka sudah mulai kembali bekerja seperti biasa nya.


Keesokan hari nya, Angga yang akan pergi ke perusahaan nya. Mampir di kediaman Saputra karena Alea yang menelpon nya dengan alasan ingin ada yang di bicarakan pada nya. Angga tidak tahu apa yang akan di bicarakan keponakan nya itu pada nya, tapi dia tetap harus datang karena takut Alea akan merajuk dan marah kepada nya.


Sementara itu di kediaman keluarga Saputra


" Apa kamu yakin akan membicarakan hal ini dengan om Angga?" Rifki berkata dengan wajah yang terlihat cemas. Alea semalam mengatakan semua nya pada Rifki, di mulai dari Feyrin yang diam - diam menyukai Angga dan tentang Feyrin yang melihat Lula sedang bermesraan dengan pria lain di belakang Angga. Awal nya Rifki terkejut dengan semua itu, tapi Rifki juga tidak heran karena dia juga tahu kalau Feyrin dan Angga sering bertemu satu sama lain akhir - akhir ini.


" Aku yakin kak, kasihan om Angga bila di biar kan saja" jawab Alea dengan mantap.


" Tapi apa kamu yakin kalau om Angga akan mempercayai mu? Aku takut nanti om Angga malah tidak percaya dan balik menjauhi kita, atau lebih parah lagi. Aku takut om Angga akan marah pada Feyrin dan membenci nya" Rifki mengingat kembali masa lalu nya di mana dulu Aydan yang malah memusuhi nya saat diri nya mengatakan tentang kebusukan Karin di masa lalu. Rifki tidak mau hal itu terjadi kembali pada Angga yang akan membenci istri dan adik sepupu nya hanya karena Lula.


" Jujur saja aku juga takut kak" Alea menggigit bibir bawah nya sendiri. " Tapi aku juga tidak mungkin membiar kan om Angga di bohongi seperti itu lebih lama lagi" tambah Alea lagi dengan wajah yang terlihat masih agak ragu.


" Kalau itu keputusan mu, aku hanya bisa mendukung mu saja. Tapi ingat, bila ini malah memperkeruh keadaan, kamu jangan ikut campur lagi!" Ucap Rifki dengan nada penuh penekanan.


" Siap bos!" Alea tersenyum seraya meletak kan tangan nya di atas kening nya seperti memberi hormat di upacara bendera sekolah. Membuat Rifki menjadi gemas sendiri dan mengacak rambut Alea dengan gemas nya.

__ADS_1


Tak lama setelah itu Angga datang ke rumah keluarga Saputra menemui Alea dan Rifki yang sudah menunggunya dari tadi.


" Selamat pagi! "Angga menyapa Alea dan Rifki. "Ada perlu apa kamu menyuruh ku kesini apa ada yang penting? "Angga menduduk kan diri nya di kursi yang masih kosong.


Saat ini Angga, Alea dan Rifki sedang berada di ruang tamu. Tadi Alea dan Rifki sengaja menunggu Angga di sana agar mereka lebih cepat bicara karena hari juga sudah mulai siang dan ke tiga nya harus pergi ke perusahaan mereka masing - masing.


" Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan om "Alea terlihat ragu saat mengatakan nya.


" Hal penting apa maksudmu? "Angga mengerut kan kening nya sambil menatap Alea dan Rifki secara bergantian.


" Begini, eemm bagai mana aku mengatakan nya ya?" Alea menatap Rifki untuk meminta bantuan dari suami nya itu.


" Baik lah, aku akan mencoba mengatakan nya" Rifki menatap ke arah Alea untuk meminta izin dari istri nya itu untuk mengatakan apa yang ingin di sampai kan oleh mereka berdua.


" Biar aku saja, lagi pula aku yang tahu semua nya" Alea berkata dengan cepat.


" Katakan!" Angga semakin penasaran saja dengan apa yang ingin di sampai kan oleh mereka saat ini.


Alea pun mulai menceritakan apa yang dia ketahui dari Feyrin tanpa menyebut kan nama Feyrin sendiri tentang Lula yang pergi dengan pria lain dan terlihat mesra. Setidak nya itu yang di lihat Alea dari foto yang ada di dalam ponsel Feyrin kemarin sore. Alea juga mengatakan kalau diri nya hanya tidak mau melihat om nya yang selalu di bodohi oleh wanita yang dia cintai. Apa lagi kita sudah pernah melihat bagai mana kacau nya Aydan saat diri nya juga di bodohi oleh kekasih nya.

__ADS_1


" Apa Feyrin yang mengatakan ini?" Angga berkata dengan nada dingin nya, membuat Alea dan Rifki saling pandang karena merasa cara bicara Angga berbeda dari biasa nya.


" Bagai mana om tahu? Kami bahkan tidak mengatakan apa pun tentang itu?" Alea mengerut kan kening nya.


" Kalian yang sudah di bodohi oleh gadis itu" Angga berdiri dari duduk nya. " Mulai sekarang, jangan pernah ikut campur lagi urusan ku!" Setelah mengatakan hal itu, Angga pergi begitu saja dengan wajah yang terlihat sangat kesal meninggal kan Alea dan Rifki yang menatap tak percaya pada pria yang selalu mereka anggap paling dewasa di antara mereka itu.


Angga menjalan kan mobil nya dengan kecepatan tinggi keluar dari kediaman keluarga Saputra, Angga terlihat mengeras kan rahang nya dengan tangan nya yang terkepal erat memegang stir mobil yang sedang di kendarai nya. " Benar - benar keterlaluan! Dia sudah melebihi batas nya sekarang" ucap Angga dengan amarah di mata nya. Angga pikir Feyrin melakukan itu karena ingin mendapat kan diri nya.


Mobil terus melaju kencang di jalan yang lumayan lenggang karena jam kerja di beberapa tempat kerja sudah di mulai sehingga di jalanan tidak terlalu macet karena padat nya pengendara di jalan raya ibu kota. Hanya membutuh kan waktu dua puluh menit saja yang di perlukan Angga saat ini untuk sampai di perusahaan nya.


Masih dengan wajah yang menahan amarah, Angga berjalan dengan tergesa - gesa menuju ke ruangan di mana kini orang - orang dari perusahaan Vino sedang bersiap untuk pemotretan berikut nya.


Semua mata tertuju pada nya termasuk Feyrin yang sedang bersiap untuk pemotretan hari ini. Tak menunggu lama Angga langsung menghampiri Feyrin dan menarik tangan nya dengan kasar.


" Ikut aku!" Ucap Angga dengan nada dingin nya tanpa menghirau kan semua orang yang menatap heran ke arah mereka.


" Om akan membawa ku kemana" Feyrin tampak terkejut dengan perbuatan Angga tersebut, namun Feyrin juga menurut saja mengikuti langkah Angga yang akan membawa nya entah ke mana. Jujur saja Feyrin sangat takut saat melihat wajah Angga yang tampak berbeda dari biasa nya, bahkan wajah Angga kini terlihat sangat menyeram kan di mata Feyrin saat ini.


" Sebenar nya apa yang sudah terjadi? Kenapa perasaan ku saat ini menjadi tidak enak" batin Feyrin sambil melangkah terseret karena tangan nya yang di tarik paksa oleh Angga.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2