
Beberapa hari telah berlalu setelah Algi dengan seenak nya mengambil ciuman pertama dari Dinka tanpa permisi. Dan sudah satu hari juga Dinka di buat gila karena memikir kan nya, sampai sekarang Dinka bahkan masih belum mengerti maksud dari pria itu. Apa lagi yang Dinka tahu, Algi sudah mempunyai seorang kekasih yang saat itu pernah Dinka lihat di kafe milik Algi, tepat nya di ruangan pria itu.
" Aish, sebenar nya apa yang aku pikir kan saat itu" Dinka memukul pelan kepala nya. " Kenapa aku mau saja di cium oleh nya waktu itu?" Dinka memegang bibir nya sendiri seraya merutuki kebodohan nya sendiri. " Bahkan beberapa hari ini dia tidak menghubungi ku sama sekali" Dinka berkata dengan wajah yang lesu.
Saat ini Dinka sedang berada di kamar nya, karena hari ini Dinka tidak ada kelas di kampus nya jadi Dinka hanya berdiam di kamar nya menonton Drakor kesukaan nya. Mau keluar juga tidak ada orang di mansion selain para pelayan karena Nara sedang berkunjung ke rumah bunda nya saat ini. Setelah kejadian kemarin Algi belum juga menghubungi Dinka sama sekali sehingga membuat Dinka merasa sangat kesal dan bingung sendiri.
" Seperti nya aku harus bertanya untuk memastikan nya" Dinka tampak berpikir. " Tapi bagai mana cara nya? Itu pasti akan sangat memalukan" Dinka mengguling - guling kan tubuh nya di atas kasur dengan tingkah gemas nya. " Tapi aku juga tidak bisa hanya diam saja di sini" Dinka pun langsung bangun dari posisi nya saat ini. " Aku harus pergi menemui nya sekarang" Dinka pun langsung turun dari tempat tidur nya dan melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersih kan diri nya dan bersiap untuk pergi menemui Algi di kafe nya.
Setelah beberapa menit berlalu, Dinka kini tampak sudah terlihat cantik dengan dress selutut tangan pendek berwarna hijau mint yang ia kenakan. Jangan lupa juga dengan sepatu skate berwarna senada dan tas selempang kecil berwarna putih ikut melengkapi penampilan nya, Dinka juga memoles wajah nya dengan make up tipis yang membuat wajah Dinka semakin cantik saja saat ini.
" Perfek" ucap Dinka setelah dia mematut diri nya di depan cermin. " Semoga saja kak Algi menyukai nya" gumam Dinka lagi.
Setelah itu Dinka pun langsung pergi untuk menuju kafe Algi yang jarak nya lumayan jauh dari mansion, kali ini Dinka pergi menggunakan salah satu mobil milik keluarga Balendra karena dia tidak mau kalau nanti penampilan nya akan berantakan jika menggunakan sepeda motor.
__ADS_1
Mobil berwarna hitam yang kini di kendarai Dinka tampak melaju membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan sedang. Jujur saja kini Dinka merasa cukup tegang karena ini adalah pertama kali untuk diri nya datang lagi ke kafe itu setelah hari di mana dia pergi dari sana dengan menahan air mata yang ingin tumpah dari pelupuk mata nya.
Setelah beberapa menit berlalu, akhir nya mobil hitam yang di kendarai oleh Dinka terparkir juga di depan kafe milik Algi. Dinka pun dengan langkah yang agak ragu, langsung melangkah kan kaki nya memasuki kafe itu.
" Selamat datang di kafe kami" seperti biasa selalu ada satu orang karyawan yang menyambut kedatangan para tamu di dekat pintu masuk. " Dinka, apa kabar?" Ternyata itu Rani, salah satu karyawan Algi yang selalu mendukung Dinka saat dulu Dinka masih berjuang untuk mendapat kan cinta Algi.
" Aku baik, kak Rani bagaimana?" Dinka langsung memeluk wanita itu.
" Aku senang bisa melihat mu lagi, aku pikir kamu tidak akan pernah datang lagi ke sini" ucap Rani dengan wajah yang berbinar saat mereka melepaskan pelukan nya.
" Maaf Din, kak Algi belum kembali. Tadi dia meminta ku mengurus semua nya selama dia pergi" Rani terlihat menyesal karena saat Dinka baru datang lagi ke sana, Algi malah tidak ada di tempat nya.
" Oh ya, kemana dia? Apa sudah lama?"
__ADS_1
" Aku tidak tahu dia kemana, tapi dia sudah pergi selama dua jam. Mungkin sebentar lagi dia juga akan kembali, kamu tunggu saja biar aku meminta seseorang membawakan mu minum" Rani mengajak Dinka untuk menempati salah satu meja kosong yang ada di sana. " Tenang saja, ini gratis dari ku" Rani mengerling kan mata nya seraya terkekeh.
" Terima kasih kalau begitu, jarang - jarang kan seorang pelanggan kafe di traktir oleh pelayan nya" Dinka ikut terkekeh.
Setelah beberapa saat mengobrol, Rani pun kembali mengerjakan pekerjaan nya. Sedangkan Dinka menunggu kedatangan Algi sambil meminum segelas jus alpukat yang tadi di siap kan Rani untuk nya. Dua puluh menit telah berlalu, kedatangan Algi masih belum juga terlihat oleh Dinka saat ini. Dinka jadi berpikir apakah Algi tidak akan kembali lagi ke kafe, apa lagi jam makan siang hampir tiba dan pengunjung kafe semakin ramai saja yang datang ke sana.
Dinka masih saja melihat ke arah pintu utama untuk melihat kedatangan pria yang sedang dia tunggu sedari tadi. Tak lama Dinka tampak mengembangkan senyuman nya saat melihat sosok yang sedang dia tunggu, namun sepersekian detik kemudian senyum itu berubah menjadi wajah yang terlihat suram saat ternyata ada satu sosok lagi yang mengikuti Algi dan dengan mesra nya merangkul tangan Algi yang sedang berjalan. Ya, Gina juga datang bersama dengan Algi saat ini.
" Kamu bodoh Dinka, kamu lihat betapa serasi nya mereka" Dinka berbicara pada diri nya sendiri seraya menahan rasa sesak di hati nya. " Lalu kemarin itu apa? Kamu jahat Algi!" Tambah Dinka lagi yang dengan tanpa sadar air mata nya menetes begitu saja dari ujung mata nya. Sungguh kali ini dia sudah tidak bisa menahan tangisan nya lagi, Dinka kini merasa sangat di permain kan oleh pria yang selama ini di cintai nya itu.
Dinka pun langsung berdiri dari duduk nya dan mengusap air mata nya dengan kasar, setelah itu Dinka pun mulai melangkah kan kaki nya untuk pergi meninggal kan tempat itu, karena jujur saja Dinka sudah tidak tahan berada lebih lama lagi di sana.
Sementara di tempat Algi, Algi langsung menoleh kan kepala nya ketempat Dinka berada saat Rani mengatakan keberadaan Dinka di sana. Algi yang merasa senang dengan kedatangan gadis itu pun langsung tersenyum dan melangkah kan kaki nya mendekati Dinka, namun Algi tampak heran dengan Dinka yang malah melangkah kan kaki nya menuju ke arah diri nya dengan wajah yang terlihat kesal.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏