
" Ish, kalian ini bicara apa? Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Aku hanya tidak mau ibuku sampai mendengar berita ini, karena kalau dia tahu aku takut dia semakin sedih karena aku masih belum menikah juga sedangkan kalian yang jauh lebih muda dari ku sudah menikah" Dimas terlihat cemas.
" Oh, kalau begitu om tunggu apa lagi? Ajak Dela menikah sekarang juga, siapa tahu Dela mau dan kalian menikah sebelum Rifki dan Alea" ucap Aydan dengan enteng nya.
" Dela, ada hubungan apa dengan Dela?" Nara menatap Aydan dan Dimas dengan tatapan bingung nya.
"Itu, em aku menyukai nya, tapi aku takut dia tidak menyukai ku" ucap Dimas dengan jujur.
" Ish, kenapa om tidak katakan saja pada nya? Apa perlu aku bantu untuk itu?" Ucap Nara yang di angguki oleh Aydan pertanda dia setuju dengan yang di katakan oleh istri nya itu.
" Tidak perlu, biar aku yang melakukan nya sendiri. Oh ya, apa yang kamu bawa?" Dimas mengalihkan pembicaraan.
" Makanan untuk makan siang, apa om mau? Kita bisa makan bertiga kalau om mau, ini lumayan banyak dan cukup untuk kita bertiga" Nara pun mulai membuka rantang kecil yang dia bawa tadi untuk dia tunjuk kan pada Dimas dan juga Aydan.
" Wow, seperti nya ini enak" Aydan menatap makanan yang di bawa Nara dengan tatapan yang berbinar.
" Ya, seperti nya sangat enak. Apa lagi itu buatan orang yang tercinta" ucap Dimas dengan nada yang mengejek.
" Ha ha, om seperti nya iri pada ku" Aydan tertawa renyah. " Kalau om mau aku rela berbagi makanan ini dengan om yang tidak punya seseorang yang akan membuatkan makan siang spesial seperti ini" balas Aydan telak membuat Dimas mendengus kesal sedangkan Nara hanya terkekeh mendengarkan perdebatan mereka.
" Tidak usah, kalian makan saja! Aku akan keluar sebentar" Dimas pun berdiri dari duduk nya.
" Om mau kemana? Apa om tidak mau memakan masakan ku" ucap Nara
" Tidak usah, kalian nikmati saja waktu kalian berdua! Aku tidak akan mengganggu kalian" setelah mengatakan itu Dimas pun berlalu dari ruang kerja Aydan untuk makan siang di luar, Dimas ingin sekali mengajak Dela saat ini, namun saat Dimas keluar dari ruangan Aydan Dela tidak ada di tempat kerja nya sehingga Dimas harus makan siang sendiri lagi siang ini.
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara itu di tempat lain nya, tampak Alea yang sedang menunggu kedatangan seseorang di sebuah meja kafe langganan mereka. Di mana lagi kalau bukan di kafe Algi.
" Apa dia tidak jadi datang ya? Lama banget" gumam Alea memberengut kesal karena sudah lima belas menit dia menunggu di sana, namun yang dia tunggu tidak juga datang menghampiri nya. " Coba aku hubungi lagi" Alea berniat untuk mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas nya, namun seseorang tampak menghampiri Alea dengan Ter engah - engah. Seperti nya dia habis berlari karena terburu - buru.
" Maaf aku terlambat" seorang pria tampak menghampiri Alea dan langsung duduk di kursi yang ada di hadapan Alea.
" Aku kira kamu tidak jadi datang" Alea mengerucutkan bibir nya.
" Maaf, tadi ada sedikit hambatan di jalan. Aku akan mentraktir mu apa pun yang kamu mau untuk permintaan maaf ku" pria itu terlihat sangat menyesal.
" Tidak usah, lagi pula ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada mu Putra" Alea tampak ragu saat mengatakan nya
Alea baru akan membicarakan soal perjodohan nya yang sudah di atur oleh mami dan papi nya pada kekasih nya Putra hari ini. Alea sangat ragu untuk mengatakan semua itu karena Alea takut Putra akan terluka dan kecewa karena itu. Bukan apa - apa, selama ini Alea mengenal Putra sebagai pria yang sangat baik dan tidak neko - neko seperti pria yang lain nya. Putra selalu bersikap baik dan memberikan apa pun yang di inginkan oleh Alea. Itu juga lah yang membuat Alea paling lama berhubungan dengan Putra di bandingkan dengan pria lain nya. Alea selalu merasa iba dan kasihan saat Alea ingin mengakhiri hubungan mereka.
" Ada hal apa hem? Seperti nya sangat serius?" Putra menatap Alea dengan wajah yang serius.
" Sebelum nya aku minta maaf pada mu" Alea masih agak ragu.
" Maaf? Untuk apa?" Putra mengerutkan kening nya.
" Maaf bila selama kita berhubungan aku selalu merepotkan mu, dan maaf karena apa yang ingin aku katakan saat ini akan menyakiti perasaan mu" Alea mulai memberanikan diri.
" Apa maksud mu?" Aku tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan?" Putra tahu bila ini pasti akan terjadi, karena seperti yang dia ketahui dari orang - orang bahwa gadis yang ada di depan nya selalu mempermainkan pria yang mencintai nya dan yang menjadi kekasih nya. Tapi Putra tidak tahu bahwa hal itu juga akan terjadi pada nya, padahal Putra sudah yakin kalau hubungan mereka baik - baik saja.
__ADS_1
" Aku ingin kita putus" ucap Alea to the point.
" Apa? Tapi apa salah ku Al? Katakan!" Putra tampak terkejut saat mendengarkan ucapan dari gadis yang sudah selama dua bulan ini menjadi kekasih nya.
" Kamu tidak salah Putra, aku yang salah. Aku akan menikah beberapa Minggu lagi dengan pria yang di pilihkan orang tua ku"
" Apa, kamu akan menikah? Bukan kah kamu bisa menolak nya dan bawa aku pada orang tua mu, aku siap menikah dengan mu juga" Putra terlihat putus asa
" Tidak bisa Putra, aku tidak bisa menolak keinginan orang tuaku. Lagi pula aku tidak yakin untuk menikah dengan mu" ucap Alea dengan suara yang menelan di akhir kalimat nya.
" Kenapa? Kenapa kamu tidak yakin untuk menikah denganku?" Putra masih tidak terima.
" Karena tidak ada cinta di dalam hati ku Putra. Kamu tahu kan aku selalu menjalin hubungan tanpa cinta dengan pria yang menyatakan cinta pada ku dan begitu pun dengan mu"
" Kamu jahat" Putra mencengkram tangan Alea dengan sangat keras sehingga membuat Alea meringis kesakitan.
" Aw, lepaskan aku Putra! Ini menyakiti ku!" Alea meringis seraya berusaha melepaskan tangan nya dari cekalan tangan Putra.
" Sakit ha? Lalu bagaiman dengan perasaan ku?" Putra menatap tajam Alea dengan tangan yang semakin mencengkram tangan Alea dengan sangat kencang.
" Putra, aku peringatkan untuk melepaskan tangan ku! Atau kamu akan tahu akibat nya!" Ucap Alea dengan nada ancaman seraya membalas tatapan tajam Putra
" Apa ha? Wanita seperti mu memang pantas mendapatkan nya" Putra tersenyum menyeringai membuat Alea menatap heran dengan pria yang berubah seratus delapan puluh derajat dari pria yang selama ini dia kenal.
Jika biasa nya Putra selalu bersikap baik dan juga lembut, berbeda dengan Putra yang kini ada di hadapan Alea yang terlihat seperti psikopat yang mengerikan.
__ADS_1
" Ternyata ini Putra yang sesungguh nya, untung saja aku tidak melanjutkan hubungan ini" batin Alea menyayangkan sikap pria yang ada di hadapan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏