Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 121


__ADS_3

Astaga Feyrin, kenapa kamu sangat baik sekali? Aku yakin om Angga pasti akan menyesal bila menyia - nyiakan gadis sebaik kamu" ucap Alea menatap sendu ke arah Feyrin.


" Sudah lah, jangan menatap ku seperti itu! Seharus nya aku senang sekarang karena besok aku akan pergi ke pantai untuk melakukan salah satu pemotretan di sana.


" Benarkah? Ish, seandai nya aku bisa ikut. Aku pasti akan bersenang - senang di sana" Alea mengerucut kan bibir nya. Sedangkan Feyrin hanya tertawa kecil melihat Alea yang merajuk seperti itu. Alea masih ada pekerjaan penting di perusahaan nya, jadi dia tidak bisa ikut dengan Feyrin ke pantai besok nya. Lagi pula Rifki juga sama sibuk nya dengan Alea dan tidak ada waktu untuk berlibur akhir - akhir ini.


🍓🍓🍓🍓🍓


Keesokan hari nya, seperti apa yang sudah di rencanakan. Feyrin dan rombongan nya termasuk Angga sebagai orang yang mempunyai proyek itu, pergi ke pantai Carita untuk melakukan pemotretan di sana. Tadi nya mereka akan pergi ke Bali untuk pemotretan itu, tapi karena suatu hal. Mereka akhir nya memutus kan untuk melakukan pemotretan itu di pantai yang tak jauh dari Jakarta saja.


" Wah, pantai ciiin" Susi berteriak heboh saat mereka menginjak kan kaki mereka di pantai sesaat setelah mobil mereka terparkir rapih di parkiran yang ada di sana.


Rencana nya mereka akan menginap di sebuah vila yang mereka sewa selama di sana selama satu malam dan besok sore nya baru mereka akan pulang kembali ke rumah mereka masing - masing.


" Sus, gak perlu seheboh itu juga kali! Kamu jadi terlihat kampungan tahu gak" Vino memutar bola mata nya malas.


" Ish, biarin kenapa sih bos. Ekeu sudah lama gak nginjak pantai" Susi mendengus kesal. Membuat orang yang ada di sana tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Susi dan juga Vino, termasuk Feyrin yang juga ikut tertawa. Dari kejauhan, tampak seorang pria tampan dengan pakaian pantai nya tanpa sadar ikut menarik sudut bibir nya melihat Feyrin yang tertawa lepas seperti itu.

__ADS_1


Setelah itu mereka semua pergi masuk ke dalam vila untuk membereskan barang bawaan mereka dan beristirahat sejenak sebelum nanti sore mereka akan memulai pekerjaan mereka. Feyrin kebetulan satu kamar dengan Mila yang merupakan satu - satu nya perempuan dalam rombongan itu selain Feyrin tentu nya, karena Feyrin hanya lah seorang model yang di kontrak oleh perusahaan mereka dengan jarak waktu yang di tentu kan. Berbeda dengan Mila dan Susi yang memang sebagai karyawan tetap di perusahaan itu.


" Semoga pekerjaan kita hari ini lancar ya" ucap Mila di sela aktivitas mereka yang sedang memberes kan barang bawaan mereka.


" Iya ya mba, biar kita bisa cepet libur ya mbak" Feyrin terkekeh saat mengatakan nya.


" Kamu benar, aku juga capek. Kasihan juga sama anak ku yang sering di tinggalin karena proyek kita yang satu ini" Mila memang sudah menikah dan punya seorang anak berumur tiga tahun yang dia titip kan pada mertua nya selama dia bekerja.


" Iya, ya mbak. Kasihan banget Rara" Feyrin memang pernah bertemu dengan Putri Mila, juga merasa kasihan pada putri Mila itu.


Setelah mereka selesai memberes kan barang bawaan mereka, Feyrin memutus kan untuk berjalan - jalan di sekitar vila untuk melihat - lihat pemandangan di sekitar sana. Sedang kan Mila memilih untuk melakukan Vidio call dengan putri nya yang baru berumur tiga tahun itu.


" Om Angga? Sedang apa dia berada di sana?" gumam Feyrin pelan. Feyrin pun memutus kan untuk menghampiri pria yang selalu saja ada di pikiran nya itu. " Om Angga sedang apa di sini? Om tidak beristirahat?" Feyrin menyapa Angga yang terlihat terkesiap dengan kehadiran Feyrin di sana.


Sebenar nya Angga sedang berusaha menghubungi Lula kekasih nya, namun entah kenapa sejak tadi ponsel Lula tidak bisa di hubungi.


" Kamu sendiri, sedang apa di sini. Kamu tidak mengikuti ku kan" ucap Angga dengan nada datar nya.

__ADS_1


" Tentu saja tidak, aku hanya sedang berjalan - jalan di sekitar sini dan tidak sengaja melihat om di sini" Feyrin tersenyum kikuk. " Kenapa om Angga berpikir seperti itu?" Batin Feyrin dengan perasaan yang tidak enak.


" Kalau begitu sama, aku juga sedang berjalan - jalan di sini" Angga memaling kan wajah nya dari Feyrin dan memilih melihat pemandangan yang ada di sana. " Aku tidak bisa memberikan harapan palsu pada gadis ini" batin Angga sambil menatap lurus ke depan. " Selama dia tidak macam - macam ke pada ku dan Lula, aku akan tetap membiar kan nya. Aku hanya bisa bersikap seolah tidak tau apa - apa" batin Angga lagi seraya menoleh sekilas pada Feyrin yang juga sedang melihat pemandangan yang sama dengan yang dia lihat saat ini.


Ya, yang mendengar percakapan Dinka dan Feyrin adalah Angga. Namun yang dia dengar hanya bagian akhir nya saja saat Feyrin mengatakan kalau diri nya menyukai Angga kepada Dinka. Sejak itu Angga jadi selalu memikir kan ucapan Feyrin itu, namun Angga tidak tahu bagai mana cara nya untuk bersikap. Jadi dia memutus kan untuk bersikap seolah tidak tahu apa - apa saja pada Feyrin, namun dia juga tetap berusaha menjaga jarak dengan gadis itu agar tidak menyakiti perasaan Feyrin nanti nya.


Lagi pula Angga berpikir kalau diri nya sudah memiliki Lula dan mereka saling mencintai satu sama lain nya, tidak tahu saja Angga kalau dia sudah di hianati oleh Lula.


Angga pikir selama Feyrin tidak mengganggu hubungan nya dengan Lula, Angga akan membiar kan Feyrin begitu saja. Tapi jika Feyrin sudah mulai di luar batasan nya, baru Angga akan bertindak.


" Lihat deh om! Di sana kayak nya pemandangan nya lebih bagus deh, aku mau ke sana ah" Feyrin hendak melangkah kak kaki nya pergi ke arah yang dia tunjuk kan. Tempat yang lumayan jauh dari tempat mereka sekarang, karena tempat itu seperti perbukitan di pinggir pantai.


" Jangan Fey, itu jauh! Kamu gak takut apa pergi sendirian!" Angga menatap Feyrin dengan raut wajah yang terlihat cemas.


" Aku berani om, lagian itu deket kok" Feyrin masih keukeuh ingin pergi. " Kalau om merasa khawatir pada ku, om bisa ikut dengan ku ke sana" ucap Feyrin dengan nada menggoda nya.


" Si siapa juga yang khawatir pada mu" Angga menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Aku hanya tidak mau nanti Rifki menyalah kan ku karena aku tidak menjaga mu selama kita di sini" Angga beralasan.

__ADS_1


" Oh, begitu!" Feyrin tersenyum penuh arti. " Kalau begitu, om tenang saja di sini! Aku juga bisa menjaga diri ku sendiri" Feyrin pun langsung melangkah menjauh dari Angga.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2