
Di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, Feyrin saat ini sedang di ajak oleh Susi jalan - jalan ke bioskop untuk menonton film aksi romantis yang baru ini di tayang kan di sana.
" Aduh Sus, harus banget sekarang ya nonton film nya? Gak bisa besok apa?" Feyrin menggerutu kesal seraya berjalan mengikuti langkah Susi yang sejak tadi tidak melepas kan tangan nya.
" Gak bisa, yey pokok nya harus ikut sekarang juga temenin ekeu. Ekeu udah nunggu lama film ini di putar di Indonesia" Susi berceloteh tanpa menghirau kan Feyrin yang sangat enggan untuk mengikuti langkah Susi saat ini.
" Ish, kamu nyebelin tahu gak sih" Feyrin mendengus kesal.
" Gak papa nyebelin, tapi ekeu juga ngangenin kan? Jujur deh!" Susi seakan tidak perduli dengan gerutuan Feyrin saat ini.
" Ish, kenapa omongan mu itu benar sekali? Kalau kamu tidak ada, suasana di tempat kerja jadi gak seru. Kurang heboh" Feyrin terkekeh saat mengatakan nya.
" Benar kan? Makan nya yey temenin ekeu kali ini, dan jangan cerewet!" Ucapan Susi itu membuat Feyrin pasrah saja di tarik oleh pria setengah wanita itu ke tempat membeli karcis untuk menonton film yang ingin di tonton oleh Susi hari ini.
Feyrin pun menunggu Susi yang sedang mengantri di loket pembelian karcis tak jauh dari tempat Susi berada saat ini sambil memain kan ponsel nya. Setidak nya itu adalah yang bisa Feyrin lakukan saat ini untuk menghilangkan kejenuhan nya.
Namun di saat Feyrin sedang asyik memainkan ponsel nya, tak sengaja Feyrin mendengar suara seseorang yang tak asing di telinga nya.
" Sayang, apa kamu yakin ingin menonton film itu?" Suara seorang wanita terdengar merengek manja di telinga Feyrin pada pria yang kini sedang berjalan dengan mesra di depan nya.
__ADS_1
" Aku yakin sayang, nanti kalau kamu takut. Kamu kan tinggal merem aja! Atau kamu bisa peluk aku" jawab pria itu sambil tersenyum menggoda pada wanita yang kini sedang bersama nya itu.
" Bukan kah itu kak Lula?" Batin Feyrin menatap heran pada wanita yang dia tahu adalah kekasih Angga itu. Seperti nya Lula tidak menyadari kehadiran Feyrin di sana. " Tapi siapa pria yang bersama nya? Aku yakin kalau itu bukan om Angga" tambah Feyrin lagi masih dalam hati nya.
Feyrin yang merasa penasaran pun langsung mengenakan kaca mata hitam yang selalu dia bawa untuk menghindari penggemar nya, dan dengan langkah pelan Feyrin pun mengikuti pasangan yang terlihat sangat mesra itu di belakang mereka.
Kebetulan ternyata mereka masuk ke dalam gedung bioskop yang sama dengan ruangan yang akan dia masuki dengan Susi, dan bertepatan juga dengan Susi yang sudah berhasil mendapat kan tiket nya sehingga Feyrin dengan mudah nya mengikuti pasangan itu dari belakang.
Feyrin yang sedang mengikuti pasangan yang ada di hadapan nya itu, langsung menarik Susi untuk duduk di belakang mereka. Feyrin penasaran dengan hubungan Lula dan pria yang sedang bersama nya saat ini, Feyrin juga merasa heran dengan Lula yang terlihat sangat baik di mata Feyrin dan terlihat sangat mencintai Angga malah sekarang sedang bersenang - senang dengan pria lain.
" Yey ini kenapa sih? Ekeu kan ingin duduk di depan sana, biar kelihatan jelas. Kalau di sini kan gak kelihatan" Susi mendengus kesal pada Feyrin yang malah mengajak nya duduk di bangku paling belakang.
" Ssstt, jangan berisik! lebih baik di sini. Aku tidak mau duduk di depan, kurang nyaman karena orang yang ada di belakang bisa melihat kita" Feyrin membujuk Susi agar tidak menggerutu lagi. Soal nya Susi yang memang sangat cerewet akan sangat berisik kalau dia masih sangat kesal.
" Tidak, aku hanya ingin di sini saja" Feyrin tersenyum kikuk.
Dan untung saja, film yang akan di main kan segera di putar sehingga Susi yang tadi nya ingin kembali mengomel pada Feyrin pun langsung diam dan fokus pada layar besar yang ada di hadapan nya. Feyrin juga tidak perlu memikir kan alasan lagi kepada teman nya itu.
Feyrin yang memang tidak tertarik dengan film yang di putar di depan nya, kini malah sedang asyik memperhati kan dua orang yang ada di hadapan nya. Feyrin tampak membulat kan ke dua bola mata nya saat melihat bagai mana kelakuan dua orang yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
Dua orang itu kini saling merangkul mesra satu sama lain nya dengan terkadang mereka berbisik dan cekikikan bersama, seperti nya mereka juga tidak begitu perduli dengan film yang sedang mereka tonton saat ini. Mereka lebih perduli pada satu sama lain nya, saat ini Feyrin yang melihat mereka seperti sepasang remaja yang sedang di mabuk asmara saja.
Lama kelamaan Feyrin malah jengah sendiri melihat kelakuan dua orang yang kini sedang di awasi nya, apa lagi dia tahu kalau orang yang ada di hadapan nya itu adalah kekasih dari pria yang diam - diam diri nya kagumi.
Sungguh Feyrin tak habis fikir dengan Lula yang bisa - bisa nya menghianati Angga, padahal yang dia lihat Angga seperti nya sangat mencintai Lula dan bersedia melakukan apa saja demi wanita yang di cintai nya itu.
" Kasihan sekali om Angga, pasti dia akan sangat sedih bila tahu bagai mana kelakuan kekasih nya ini" batin Feyrin menatap nanar pada pasangan yang ada di hadapan nya.
Beberapa waktu telah berlalu, tiba - tiba Susi setengah berteriak dengan heboh sambil menarik - narik tangan Feyrin.
" Yey lihat deh! Duh kapan ya ekeu bisa kayak gitu sama cowok tampan" ucap Susi dengan heboh.
Feyrin yang merasa penasaran pun langsung melihat adegan yang dimaksud oleh Susi barusan.dan betapa kaget nya Feyrin saat melihat ternyata adegan yang di maksud Susi barusan adalah adegan dewasa di mana sang pemain pria dan sang pemain wanita sedang berciu man dengan sangat bergai rah.
Feyrin bermaksud untuk menutup wajah nya sendiri yang sudah terasa panas, namun Feyrin mengurung kan niat nya saat tak sengaja mata nya menangkap dua sosok yang sejak tadi dia awasi kini melakukan adegan yang sama dengan adegan yang ada pada layar bioskop yang ada di hadapan nya.
" Oh God, apa yang sedang mereka lakukan?" Feyrin terpekik kaget dengan mata yang membulat sempurna. " Kalau om Angga tahu, bagai mana perasaan nya?" Tambah Feyrin dalam hati nya. Namun tangan nya bergerak mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya dan mengambil gambar mereka berdua, walau pun keadaan sangat gelap, namun cahaya dari layar bioskop membuat wajah ke dua nya terlihat lumayan jelas.
Setelah beberapa lama, lampu di dalam ruangan bioskop pun kembali menyala. Pertanda film yang sedang di putar sudah selesai, Feyrin yang sudah menyiap kan ponsel nya langsung kembali mengambil beberapa gambar dari pasangan yang sejak tadi dia awasi. Beruntung gambar yang di ambil Feyrin lumayan jelas dengan posisi ke dua nya yang masih saling merangkul mesra.
__ADS_1
" Ini akan aku simpan, siapa tahu saja ini akan di perlukan" gumam Feyrin seraya menaruh ponsel yang dia pegang pada tas kecil yang selalu dia bawa, dan setelah nya dia baru keluar mengikuti Susi yang sudah menarik tangan nya mengajak segera keluar.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏