Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 105


__ADS_3

"Aku tidak apa - apa, untung nya kak Algi menolong ku tepat waktu" Dinka tersenyum kikuk melihat Nara yang begitu mencemaskan nya.


" Oh, syukurlah kalau begitu" Nara bernafas lega. " Makan nya, kamu jangan suka gonta ganti pasangan! Kamu tahu, Alea dulu juga hampir celaka karena mantan pacar nya" Nara memang trauma karena yang menimpa Alea tempo hari itu lumayan menakutkan.


" Ish, perkataan kak Nara sama persis dengan perkataan kak Algi tadi" Dinka mengerucut kan bibir nya. " Aku hanya punya mantan pacar satu kak, aku juga tidak tahu kalau Erik akan berbuat segila itu saat aku memutuskan hubungan kami. Lagi pula itu juga salah nya karena berselingkuh dengan sahabat ku sendiri" tambah Dinka lagi.


" Ish, mantan mu itu sangat keterlaluan! Nanti kalau aku bertemu dengan nya, akan aku hajar dia sampai babak belur" Nara meninju kan tangan nya pada sebelah tangan nya yang lain nya dengan wajah yang ia buat sekesal mungkin.


" Jangan kak, kakak kan sedang hamil. Bagai mana cara kakak menghajar nya, apa kakak tidak lihat perut kakak yang buncit itu!" Dinka menunjuk perut Nara yang sudah buncit, walau usia kandungan nya baru menginjak usia lima bulan lebih.


" Ah, kamu benar juga! Aku lupa!" Nara terkekeh saat mengatakan nya. " Jadi, apa yang ingin kamu ketahui dari ku soal Algi?" Nara kembali ke awal pembicaraan. Bahkan kini dia sudah melupakan Drakor yang sedang dia tonton tadi karena pembicaraan nya dengan Dinka lebih menarik perhatian nya.


" Menurut kakak, kak Algi itu seperti apa sih orang nya?" Dinka menatap Nara dengan wajah yang terlihat antusias.


" Emm, bagai mana ya?" Nara tampak berfikir. " Algi itu orang nya baik dan setia kawan, Algi juga perhatian dan sangat menyayangi orang di sekitar nya. Walau pun terkadang Algi juga selalu bersikap tengil dan jahil seperti kak Rifki" Nara membayang kan bagai mana sosok Algi saat mereka sering menghabiskan waktu bersama dulu.


" Ya, seperti nya begitu!" Dinka mengangguk kan kepala nya. " Tapi kata orang - orang dia itu sangat dingin dan juga cuek, sehingga tidak ada seorang wanita pun yang berhasil mendekati nya sampai sekarang. Seperti nya hanya pada kak Alea dan kak Nara saja kak Algi banyak bicara" tambah Dinka lagi mengingat kembali perkataan Ara pada nya waktu itu.


" Kamu memang benar, dulu saja ada gadis yang menyukai Algi tapi Algi tidak menganggap nya sama sekali" Nara terkekeh saat mengatakan nya.


" Benar kah? Lalu bagai mana dengan gadis itu, apa dia terus mengejar kak Algi?" Dinka semakin antusias saat bertanya.

__ADS_1


" Tentu saja tidak, gadis itu menangis di hadapan ku dan Alea. Dia bilang Algi menolak nya dengan terang - terangan dan mengatakan kalau diri nya sudah mempunyai seseorang yang dia sukai. Tapi aneh nya, aku dan Alea sama sekali tidak pernah tahu dan bertemu dengan gadis itu sampai sekarang. Bahkan yang aku tahu, sampai sekarang Algi masih saja menjomblo" Nara tampak berfikir.


" Seperti itu ya!" Dinka ikut berfikir dengan wajah nya yang berubah menjadi sendu.


" Kenapa? Apa jangan - jangan kamu menyukai Algi?" Nara mengerut kan kening nya menatap Dinka. Perlahan Dinka pun mengangguk kan kepala nya dengan wajah yang tersipu malu.


" Jadi benar kamu menyukai nya? Ommo, ini benar - benar luar biasa" Nara membulat kan ke dua bola mata nya dengan wajah terkejut nya, namun dengan wajah yang terlihat berbinar.


" Kakak jangan bilang pada siapa - siapa ya! Aku kan malu" wajah Dinka kini sudah mulai merona.


" Baik lah, aku akan merahasiakan nya" Nara menggerak kan tangan nya yang seperti menutup mulut nya dengan resleting.


" Merahasiakan apa?" Tanpa mereka sadari, ternyata Aydan sudah pulang dari bekerja nya dan masuk ke dalam ruang keluarga karena mendengar suara dari dalam.


" Ya, hari ini banyak pekerjaan. Jadi aku pulang terlambat" jawab Aydan dengan lesu. " Kamu kenapa belum tidur?" Aydan merangkul mesra pinggang Nara yang sudah melebar karena kehamilan nya.


" Aku menunggu mu, kamu tahu kan aku tidak bisa tidur kalau sendirian" Nara menyandarkan kepala nya pada dada bidang suami nya.


" Ya, maafkan aku karena sudah membuat mu menunggu ku!" Aydan mencium kening Nara sekilas.


" Ekhem, seperti nya aku tidak terlihat di sini" Dinka mendengus kesal karena tidak di pedulikan oleh pasangan suami istri yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


" Kamu masih di sini?" Ucap Aydan dengan nada datar nya. "


" Ish, kak Aydan menyebal kan!" Dinka memukul lengan Aydan dengan keras membuat Aydan terkekeh saat melihat wajah kesal Dinka saat ini, begitu pun Nara yang juga ikut terkekeh.


" Sudah lah, kamu tidur gih! Sudah malam juga, besok aku akan memberi tahukan mu bagai mana cara mendekati nya" Nara menengahi Dinka dan suami nya yang masih saja berdebat.


" Benar ya, aku tunggu besok ya kak. Aku ke kamar dulu!" Setelah mengatakan itu Dinka langsung memeluk Nara dengan senang nya dan langsung pergi ke kamar nya untuk tidur.


" Ish, kenapa kamu memeluk istri ku huh? Jangan pernah melakukan nya lagi!" Ucap Aydan setengah berteriak pada Dinka yang membalas dengan juluran lidah nya. Dinka merasa jengah dengan sikap posesif Aydan pada Nara.


Tak lama Aydan dan Nara juga masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat. Namun Aydan akan mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa lengket akibat keringat di tubuh nya. Nara sudah tidak muntah lagi bila berdekatan dengan Aydan yang sudah mandi setelah usia kandungan Nara menginjak lima bulan beberapa Minggu yang lalu. Dan itu membuat Aydan merasa lebih baik karena tidak perlu lagi menahan rasa lengket dan gerah pada tubuh nya hanya karena ingin tidur sambil memeluk istri nya itu.


" Sayang, apa kita bisa melakukan nya sekarang?" Aydan menduselkan wajah nya pada perut buncit Nara yang sedang memainkan ponsel nya setelah dia selesai membersihkan tubuh nya di kamar mandi. Aydan saat ini hanya memakai celana bokser nya saja tanpa mengenakan pakaian bagian atas nya. " Seperti nya dedek bayi ingin di jenguk oleh daddy nya" tambah Aydan lagi masih dengan posisi yang sama


" Memang nya kamu tidak lelah, bukan kah pekerjaan mu banyak tadi di kantor?" Nara mengusap kepala Aydan yang masih setia di depan perut buncit nya.


Sekarang hal itu menjadi kegiatan favorit Aydan saat berada di dekat istri nya selama satu bulan terakhir ini, Aydan sangat suka saat bayi yang ada dalam kandungan Nara bergerak di dalam sana.


" Aku tidak akan lelah kalau menyangkut hal ini" Aydan terkekeh saat mengatakan nya seraya mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Nara dengan tangan nya yang memegang tangan Nara.


" Ish, dasar menyebal kan!" Nara mengerucutkan bibir nya lucu.

__ADS_1


Aydan pun langsung menyambar bibir Nara yang sedang mengerucut itu dengan lembut, Nara pun yang mendapat kan serangan mendadak dari suami nya itu langsung ikut terbuai dan membalas perbuatan suami nya itu. Dan malam itu, pasangan suami istri itu kembali melakukan hal yang biasa mereka lakukan setiap kali ada kesempatan.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2