
Aydan saat ini sedang menunggu dengan gelisah kedatangan calon istri nya yang tak kunjung turun juga dari dalam kamar nya setelah beberapa menit yang lalu dia duduk di kursi pelaminan di hadapan pak penghulu dan calon mertua nya ayah Razky yang sudah bersiap untuk menikah kan mereka.
" Fariz, bisakah kamu menyusul mereka! Ini sudah terlalu lama" bisik Aydan pada Fariz adik nya yang duduk di belakang nya bersama dengan mommy nya.
" Tunggu saja kak, sebentar lagi juga kak Nara akan turun" Fariz mengerucutkan bibir nya.
" Aku takut ada apa - apa" Aydan kembali berbisik dengan wajah yang cemas. Jujur saja saat ini Aydan takut kalau Nara mengubah fikiran nya untuk menikah dengan diri nya, mengingat alasan mereka menikah dan bagaimana Nara sangat membenci nya karena kejadian malam itu. Walau pun Nara mengatakan akan berusaha menjalani pernikahan ini, tapi tetap saja ada perasaan takut dalam hati nya saat ini.
" Kamu sangat tidak sabaran sekali!" Rifki yang juga duduk di dekat mereka juga tak sengaja mendengarkan percakapan ke dua nya ikut menimpali.
" Kita tunggu sebentar lagi saja" Angga ikut berbicara
" Aku mohon! Aku berjanji akan membelikan baju yang kau mau besok oke" Aydan masih keukeuh tanpa menghiraukan ucapan dari Rifki dan juga Angga.
"Janji ya! Fariz mengulurkan jari kelingking nya pada Aydan dan Aydan pun menautkan kelingking mereka dengan wajah yang masih kesal.
" Aku janji" ucap Aydan
" Ish, kau ini merepotkan ku saja" Fariz pun akhir nya berdiri dari duduk nya, berniat untuk pergi ke kamar Nara sambil menggerutu kesal pada kakak nya itu. Namun baru saja Fariz akan melangkah kan kaki nya mata Fariz menangkap sosok yang baru saja akan dia susul. " Itu kak Nara!" Fariz bersorak girang sambil menunjuk ke arah di mana Nara datang dengan Nami , Alea dan juga Dela bersama nya. " Wah, kau beruntung kak, kak Nara sangat cantik" Fariz menepuk pundak kakak nya seraya berbisik menggoda Aydan yang kini sedang menatap Nara tanpa berkedip dengan tatapan yang penuh kekaguman.
" Kamu benar, aku sangat beruntung" gumam Aydan tanpa mengalihkan pandangan nya.
" Lap liur mu itu, memalukan sekali" Rifki berkata dengan nada mengejek nya saat melihat eksfresi Aydan yang terlihat sangat terpesona melihat Nara yang berjalan menuruni tangga dengan penampilan nya saat ini.
__ADS_1
Aydan yang sedang tidak konsentrasi pun menuruti perkataan Rifki dan segera mengusap bibir nya dengan tangan nya, namun tidak ada apa pun di sana membuat Rifki, Angga dan Fariz terkikik geli melihat Aydan yang terlihat bodoh seperti itu sedangkan Aydan tampak mendelik tajam pada sepupu nya itu.
Semua mata tertuju pada pengantin wanita yang sedang menuruni tangga dengan tatapan kagum dari semua orang. Perlahan Nara, Nami, Alea dan juga Dela melangkahkan kaki mereka mendekati meja di mana Aydan sedang menunggu mereka, tepat nya menunggu Nara untuk acara ijab qobul yang akan segera di mulai sebentar lagi.
Detak jantung Nara saat ini berdetak dengan sangat kencang dengan tangan yang terasa mulai dingin dan gemetar karena rasa gugup yang dia rasakan saat ini, apa lagi kini Aydan sedang menatap ke arah nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan oleh Nara.
" Kamu sangat cantik sayang!" Bisik Aydan tepat saat Nara baru mendudukan diri nya di samping pria yang sebentar lagi akan menjadi suami nya.
Deg
Jantung Nara semakin berdetak dengan sangat cepat seperti akan melompat dari tempat nya dengan wajah yang mulai terasa panas saat Aydan berbisik kepada nya. Nara hanya melihat Aydan sekilas dan kembali melihat ke arah depan dengan senyum yang mengembang di bibir nya. Sungguh mendengar pujian dari pria yang ada di samping nya ini membuat perasaan Nara berbunga - bunga.
Tak lama pak penghulu pun memulai acara akad nikah antara Nara dan Aydan, Razky pun terlihat mulai mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Aydan yang beberapa menit lagi akan sah menjadi menantu nya.
Sah
Sah
Terlihat sudut mata Nara yang sedikit berair saat mendengar kata sah setelah Aydan mengucapkan kalimat ijab qobul dengan lantang dan lancar. Ada rasa haru dalam hati Nara saat ini, apa lagi saat mengingat bagaimana pernikahan ini akhir nya bisa terjadi.
Di mulai dari Aydan yang melihat Karin berhianat malam itu dan mabuk - mabukan di sebuah bar, sampai diri nya yang berniat menolong pria yang dia anggap sebagai kakak nya sendiri malah menjadi pelampiasan kemarahan pria itu dan berakhir dengan terenggut nya kesucian yang selalu dia jaga selama hidup nya.
Apa lagi saat itu Nara sempat terpuruk dan takut hanya dengan melihat wajah Aydan saja yang malah saat ini sudah sah menjadi suami nya, imam nya, dan pendamping hidup nya.
__ADS_1
Sungguh Nara benar - benar merasa tidak habis fikir dengan jalan Tuhan yang sudah Dia berikan pada kehidupan Nara.
Acara akad nikah pun sudah selesai dan acara di lanjutkan dengan tukar cincin pernikahan antara kedua mempelai dengan dilanjutkan Nara yang mencium tangan Aydan dan Aydan mencium kening Nara dengan lembut. Suara riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar menggema saat melihat adegan itu, para wartawan dan juru foto juga tak lupa mengabadikan momen itu yang merupakan momen yang tak mungkin di lewatkan oleh mereka.
Resepsi pernikahan di siang itu juga yang akan berlangsung sampai sore, mengingat kondisi Nara saat ini yang tidak boleh terlalu kecapean. Jadi tidak ada acara resepsi malam.
Terlihat semakin siang, tamu yang hadir pun semakin banyak berdatangan. Terlihat Nara dan Aydan yang menyambut dan menyalami kedatangan tamu mereka yang merupakan kerabat dekat dan teman - teman sekolah dan kolega bisnis mereka.
Dua jam telah berlalu, para tamu tak kunjung reda malah semakin banyak saja yang datang, Aydan melihat istri nya yang seperti nya kelelahan karena menyambut para tamu yang datang dengan tatapan iba bercampur cemas karena kondisi Nara yang sedang mengandung.
" Kamu istirahat saja sayang, biar aku yang menyambut mereka! Aku akan meminta Fariz untuk membawa mu ke kamar" Ucap Aydan melihat Nara dengan wajah yang cemas.
" Tidak apa - apa, aku masih kuat kok. Apa kata mereka nanti kalau aku malah beristirahat di kamar?" Nara tersenyum manis.
" Aku tidak perduli apa kata mereka, yang aku perdulikan adalah istri ku dan calon bayi kita" ucap Aydan pelan. " Jadi, ikuti ucapan ku oke!" Aydan berkata dengan nada tak ingin di bantah.
" Ish, kalau seperti itu aku tidak bisa menolak nya lagi" Nara terkekeh saat mengatakan nya.
" Anak pintar" Aydan mengelus kepala Nara dengan lembut.
Akhir nya Aydan menyuruh Fariz dan Amaira untuk mengantarkan Nara ke kamar nya dan menemani nya di sana untuk beristirahat. Sedangkan Aydan sendiri menyambut para tamu yang datang seorang diri. Setiap ada tamu yang bertanya tentang istri nya, Aydan selalu mengatakan kalau Nara sedang beristirahat karena kelelahan. Dan semua nya mengerti akan keadaan Nara dan mengatakan kalau Aydan adalah suami yang perhatian.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1