Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 82


__ADS_3

" Bagaiamana perasaan mu, apa kamu memerlukan sesuatu? Biar aku panggilkan dokter dulu untuk memeriksa mu!" Rifki melepaskan pelukan nya dari Alea dengan perasaan bahagia dan juga lega.


Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa Alea dan meyakinkan keadaan nya kini sudah baik - baik saja.


" Kamu dengar tadi kata dokter,? Kamu sudah baik - baik saja, dan besok kamu sudah boleh pulang" Rifki berkata dengan lembut dan senyum manis tercetak di bibir nya saat dokter yang memeriksa Alea sudah keluar dari ruangan tempat Alea di rawat dan Rifki juga sudah selesai menyuapi Alea sarapan pagi nya.


" Ya, aku sangat senang! Terima kasih karena kakak sudah menemaniku" Alea membalas senyuman Rifki tak kalah manis. " Oh ya kak, sebenar nya apa yang terjadi setelah kakak menyelamatkan ku dari mereka saat itu? Kenapa aku tidak ingat apa pun?'" ucap Alea tampak sedang berfikir.


" Oh itu, emm itu" Rifki menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Rifki bingung harus berkata apa pada Alea saat ini, haruskah dia jujur atau berbohong saat ini.


"Kenapa? Apa ada hal buruk yang terjadi pada ku saat aku tidak sadar?" Alea mengerutkan kening nya dengan wajah yang penasaran sekaligus cemas.


" Tidak ada" jawab Rifki cepat. " Kamu jangan banyak berfikir sekarang, lebih baik kamu istirahat dulu sekarang" Rifki pun mendorong tubuh Alea yang sedang duduk untuk kembali berbaring agar Alea bisa beristirahat.


Tanpa sengaja mata Alea yang begitu dekat dengan Rifki melihat beberapa tanda merah pada leher Rifki yang terlihat karena satu kancing paling atas Rifki tidak di kancingkan.


" Apa itu? Siapa yang melakukan itu pada kak Rifki?" Batin Alea penuh tanda tanya. " Apa selama aku tidak sadar, kak Rifki bertemu dengan kekasih nya dan melakukan hal itu sebelum pernikahan kami? Tapi kenapa?" Batin Alea seraya menahan rasa sesak di dalam dada nya saat ini.


" Istirahatlah!" Rifki menyelimuti tubuh Alea.


" Bisa kakak tinggalkan aku sendiri" ucap Alea dengan wajah yang tiba - tiba menjadi dingin.


" Tapi__" belum sempat Rifki menyelesaikan ucapan nya Alea sudah memotong nya.

__ADS_1


" Aku mohon! Tinggalkan aku sendiri!" Alea meninggi kan suara nya dengan wajah yang ia palingkan dari Rifki. Karena jujur saja hati Alea saat ini sangat sakit dan air mata Alea sudah mulai menggenang di pelupuk mata nya. Alea tidak ingin sampai Rifki melihat nya menangis.


" Baik lah!" Rifki yang melihat sikap Alea yang berubah seratus delapan puluh derajat itu tampak bingung, namun akhir nya Rifki keluar dari ruangan itu dan membiarkan Alea sendirian di sana. Walau pun hati Rifki ragu karena takut Alea akan membutuhkan sesuatu dari nya, tapi melihat sikap Alea yang seperti itu membuat Rifki bertanya dalam hati nya.


" Kenapa Alea, apa dia mengingat kejadian malam itu dan membenci ku?" Batin Rifki sebelum dia benar - benar keluar dan menutup pintu nya.


Klak


Suara pintu tertutup.


Mendengar hal itu Alea langsung melihat ke arah pintu di mana Rifki tadi keluar dari sana.


" Kenapa kamu tega sekali pada ku kak? Kenapa kamu melakukan hal ini di saat pernikahan kita hanya tinggal beberapa hari lagi?" Tak terasa air mata Alea tumpah begitu saja membasahi seluruh wajah nya, Alea menangis pilu di dalam kamar itu dalam waktu yang lama meluapkan perasaan nya saat ini yang merasa marah, kecewa dan juga bingung. Sungguh Alea kecewa dan marah pada diri nya sendiri yang menyimpan perasaan pada Rifki sedangkan Rifki sendiri dia kira mencintai orang lain. Tidak tahu saja Alea kalau yang melakukan itu pada Rifki adalah diri nya, bisa di bilang kalau Alea lah yang merenggut keperjakaan Rifki malam itu🀣🀣


" Kamu kenapa berdiri di sini Ki?" Alice yang baru saja datang bersama dengan Jemy tampak heran kenapa Rifki hanya diam saja di depan pintu ruangan Alea.


" Eh mami, Jemy" Rifki terpekik kaget karena tiba - tiba calon mertua dan calon adik ipar nya itu berada di belakang nya. " Kalian baru datang?"


" Ya, kami ingin menjenguk Alea. Bagaimana keadaan nya?" Ucap Alice


" Ya kak, bagaimana keadaan kak Alea?" Jemy ikut menimpali.


" Alea sudah semakin membaik, dan dokter bilang besok akan bisa pulang. Tapi__" Rifki tampak berfikir.

__ADS_1


" Tapi apa?" Alice mengerutkan kening nya.


" Jemy bisa kamu masuk duluan? Dan tolong berikan ini pada nya, dia belum makan siang" Rifki memberikan makanan yang tadi dia bawa untuk Alea.


" Baik kak!" Jemy pun tanpa banyak bertanya langsung mengambil makanan itu dan masuk menemui kakak satu - satu nya itu.


" Apa yang terjadi hem?" Alice yang sudah sangat penasaran pun langsung bertanya setelah Jemy masuk ke dalam ruangan Alea.


" Aku bingung mam" Rifki menghela nafas nya berat.


" Bingung, bingung kenapa?" Alice semakin mengerutkan alis nya. " Ayo duduk dan ceritakan pada mami apa yang sudah terjadi!" Alice menarik tangan Rifki untuk duduk di atas kursi yang ada di depan ruangan Alea.


" Apa Alea sudah tahu kalau aku dan dia sudah__" Rifki menatap Alice dengan intens.


" Apa maksud mu? Siapa yang sudah meberitahukan nya?" Alice tampak sedikit kaget.


" Aku hanya berfikir seperti itu, tadi pagi Alea bersikap biasa pada ku. Tapi tadi dia menanyakan apa yang terjadi kemarin karena dia tidak ingat" Rifki tampak berfikir.


" Lalu kamu menceritakan nya?" Alice menatap Rifki dengan serius.


" Tidak mam, aku belum berani mengatakan nya. Aku takut melihat kebencian di mata nya, dan aku belum siap untuk di jauhi seperti Nara yang saat itu yang tidak mau menemui Aydan. Aku belum siap mam" Rifki menggeleng - gelengkan kepala nya dengan wajah yang sangat cemas.


" Mami mengerti, tapi suatu saat Alea pasti akan tahu juga dan kamu mau tidak mau harus mempersiapkan diri mu" Alice berkata dengan nada yang sangat serius. " Tapi kamu tenang saja, mami akan berusaha untuk meyakinkan Alea kalau kamu melakukan itu untuk menolong nya" Alice menepuk pundak Rifki dengan lembut. " Baik lah, mami masuk dulu! Kamu jangan terlalu memikirkan nya" setelah mengatakan itu Alice pun meninggalkan Rifki dan masuk ke dalam ruangan Alea, sedangkan Rifki hanya mengangguk lemah pada calon ibu mertua nya itu.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih πŸ™πŸ™


__ADS_2