
" Hmm, seperti nya begitu. Mari ikut saya, biar saya periksa lebih lanjut agar kita tahu apa penyebab nya" dokter Fisa membawa Nara ke ruangan yang ada di damping meja nya, ruangan yang hanya di batasi oleh gorden yang bisa di buka dan di tutup dengan mudah. Di mana di sana ada tempat tidur yang khusus di sediakan untuk memeriksa ibu hamil yang berkunjung di sana.
Nara pun mengikuti dokter Fisa di ikuti oleh Aydan di belakang nya, sesampai nya di sana Nara pun langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur dengan posisi terlentang.
Dokter Fisa pun mulai mengeluar kan alat USG yang biasa dia gunakan untuk memeriksa kandungan Nara.
" Bisa tolong angkat pakaian anda nona, saya akan mulai memeriksa kandungan anda" Nara pun dengan di bantu oleh Aydan langsung menyibak kan pakaian bagian atas yang di pakai Nara agar dokter Fisa bisa memeriksa perut Nara.
" Bagaimana dok? Apa bayi kami baik - baik saja?" Aydan menatap serius dokter Fisa yang kini sedang mengarah kan alat USG pada perut Nara.
" Tunggu sebentar ya tuan! Kita sebentar lagi akan melihat nya, tuan lihat saja monitor yang ada di sana!" Dokter Fisa masih fokus dengan apa yang sedang di lakukan nya yaitu menggerak kan alat USG untuk melihat bayi yang ada di dalam kandungan Nara saat ini. " Anda lihat tuan, seperti nya bayi kalian ada dua!" Dokter Fisa yang menemukan sesuatu, tampak menunjuk layar monitor sambil tersenyum bahagia.
" Ada dua, maksud dokter?" Aydan tampak kaget dan tak percaya saat mendengar ucapan dokter barusan. " Kamu dengar sayang? Kita akan punya bayi kembar" tambah Aydan sambil mencium kening Nara saking bahagia nya.
" Ya, aku dengar kak. Apa itu benar dokter, bayi kami kembar?" Nara ikut berbicara dengan wajah yang tak kalah kaget nya.
" Iya tuan, nona, selamat bayi kalian kembar. Kalian bisa lihat di sana ada dua bayi yang terlihat" dokter Fisa kembali menunjuk layar monitor nya. " Dan kalian bisa lihat, seperti nya salah satu nya bayi laki - laki" tambah dokter Fisa lagi dengan antusias.
" Benar kah dok? Lalu bagai mana yang satu nya, apa dia juga laki - laki?" Aydan bertanya dengan mata yang berbinar menatap layar.
" Ya, dok bagai mana? Apa dia laki - laki juga?" Nara ikut bertanya dengan wajah yang tak kalah berbinar.
" Tunggu sebentar, biar saya cek lagi" dokter Fisa pun kembali menggeser - geser kan alat yang ada di tangan nya untuk memeriksa lebih lanjut keadaan bayi - bayi yang ada di dalam kandungan Nara saat ini. " Seperti nya bayi kalian yang satu nya sangat pemalu, dari tadi dia bergerak tapi tidak membuat kita bisa melihat jenis kelamin nya" dokter Fisa tampak mengerut kan kening nya.
__ADS_1
" Mungkin dia bayi perempuan, dan sifat pemalu nya sama seperti mommy nya" Aydan terkekeh saat mengatakan nya.
" Bisa jadi, mungkin saja dia malu pada mommy dan daddy nya" dokter Fisa ikut terkekeh. " Tapi tidak apa, setidak nya kalian sudah tahu bahwa bayi - bayi kalian saat ini dalam keadaan sehat" tambah dokter Fisa lagi.
" Ya dokter, itu sudah lebih dari cukup. Apa lagi ada kabar bahagia yang baru saja kami dengar" Nara tersenyum bahagia. " Terima kasih" tambah nya lagi dengan tulus.
" Sama - sama nona, ini sudah tugas saya. Sekali lagi selamat untuk kalian" balas dokter Fisa dengan senyum yang tak kalah tulus.
Setelah pemeriksaan selesai, Nara dan Aydan pun pulang ke rumah mereka karena hari juga sudah mulai gelap. Nara dan Aydan saat itu sampai di mansion sekitar pukul tujuh malam, karena Fika dan Nanda masih berada di Bandung untuk mengurusi orang tua mereka yang ada di sana. Jadi Nara dan Aydan hanya bertiga saja dengan Dinka di sana, beserta beberapa pelayang yang membantu mereka mengurusi mansion dan kebutuhan mereka sehari - hari.
" Kak Aydan dan kak Nara baru pulang? Kalian kemana saja sih, di telpon gak di angkat, di chat juga gak di baca" Dinka sudah menyambut kedatangan pasangan suami istri itu dengan wajah kesal nya saat Aydan dan Nara melewati ruang keluarga menuju ke kamar mereka.
" Kami dari rumah sakit Din, kalau masalah telpon, ponsel kami di silent agar tidak mengganggu saat pemeriksaan" Nara menjelas kan.
" Aku hanya khawatir saja pada kak Nara yang tak ada di rumah sejak tadi. Aku takut kak Nara kenapa - napa" Dinka merangkul tangan Nara.
" Aku tidak apa - apa Dinka, kami baru saja memeriksakan kandungan ku" Nara tersenyum manis.
" Benar kah? Lalu bagai mana kata dokter, kandungan kakak baik - baik saja kan?" Dinka menunjuk kan wajah cemas nya.
" Kandungan ku baik - baik saja, mereka juga sehat" ucap Nara dengan santai nya.
" Syukurlah" Dinka menghela nafasnya lega, namun sepersekian detik kemudian Dinka membulat kan ke dua bola mata nya saat menyadari sesuatu dari perkataan Nara barusan. " Apa maksud kakak mereka, apa bayi kalian?" Dinka menatap Aydan dan Nara secara bergantian.
__ADS_1
" Ya, seperti yang kamu fikir kan. Bayi ku kembar" Aydan berkata dengan ponggah nya. " Aku hebat bukan?" Tambah nya lagi.
" Oh God, kalian serius?" Dinka membulat kan ke dua bola mata nya.
" Iya Dinka, bayi kami kembar" Nara mengangguk kan kepala nya, membenar kan apa yang di katakan suami nya.
" Yeay, aku akan punya keponakan kembar" Dinka bersorak kegirangan. " Apa daddy dan mommy sudah tau akan hal ini?" Dinka berkata dengan nada antusias nya. " Oh tidak, sebelum mommy dan daddy juga pasti Tante Nami dan om Razky yang akan tahu duluan" tambah Dinka lagi dengan wajah yang masih sama.
" Belum ada yang tahu, kamu harus merahasiakan nya juga!" Aydan berkata dengan nada datar nya. " Aku ingin memberi kejutan pada mereka saat syukuran tujuh bulanan kehamilan Nara" tambah Aydan lagi.
" Ya, lagi pula itu hanya tinggal beberapa hari lagi" Nara lagi - lagi mengangguk kan kepala nya.
" Baik lah, aku akan merahasiakan nya! Aku juga akan ikut membantu mempersiap kan acara nya" Dinka terlihat bersemangat.
" Tentu saja kamu harus membantu kami, kalau tidak aku akan memotong uang jajan mu" Aydan berkata dengan nada yang tak mau di bantah.
" Ish, dasar kak Aydan menyebal kan" Dinka mendengus kesal sedangkan Nara terkekeh melihat perdebatan mereka.
" Aku memang menyebal kan, kamu baru tahu? Sekarang cepat lepas kan tangan mu dari istri ku! Kami mau ke kamar dan beristirahat, kamu anak kecil juga harus cepat tidur!" Aydan langsung menepis tangan Dinka yang masih saja setia merangkul tangan Nara.
" Ish, kak Aydan super menyebal kan!" Dinka memberengut kesal, sedang kan Aydan tak perduli sama sekali dengan Dinka dan terus melangkah kan kaki nya menuju tangga sambil menggandeng tangan Nara untuk naik ke kamar mereka.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1