Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 38


__ADS_3

" Aku harap kamu mau mempertimbangkan tentang bayi kita, aku mohon maafkan aku dan terima aku sebagai suami mu!" Aydan menjeda ucapan nya dan kembali mengusap sudut mata nya. " Aku tahu saat ini belum ada cinta di hati mu, tapi aku harap kamu bisa berusaha untuk mencintai ku dan suatu saat kamu akan bisa mencintai ku"


" Cih, apa guna nya?" Nara tersenyum sinis membuat Aydan mendongak kan kepala nya.


" Apa maksud mu?" Aydan mengerutkan kening nya.


" Apa guna nya aku belajar mencintai mu bila aku tahu bahwa di hati mu hanya ada wanita itu?" Nara berkata dengan nada dingin nya. " Aku tidak mau menjadi wanita bodoh yang mengharapkan cinta dari pria yang bahkan tidak memperdulikan ku sama sekali"


" Kamu salah Nara, aku tidak perlu belajar untuk mencintai mu. Karena di sini" Aydan membawa tangan Nara untuk memegang dada nya " Nama mu sudah terukir di sana sejak lama tanpa aku sadari" Aydan tersenyum manis.


" Pembohong!" Nara memalingkan wajah nya seraya menarik tangan nya dari dada Aydan dengan wajah yang sudah merona dan detak jantung nya yang semakin kencang. " Ish, kenapa jantungku seperti ini" batin Nara berusaha untuk menetralisir perasaan nya saat ini.


" Aku tidak berbohong, apa kamu ingat sejak aku duduk di bangku SMA dan kamu masih SMP? Bukan kah aku sering sekali menemui kamu dan Alea dengan berbagai alasan, dan sejak saat itu aku selalu melarang anak laki - laki untuk mendekati mu" Aydan teringat kembali bagaimana dulu dia sangat konyol karena selalu memarahi setiap anak laki - laki yang mendekati Nara.


" Itu karena kamu menyayangi ku dan juga Alea, karena kami adalah adik - adik mu" ucap Nara dengan nada ketus.


" Ya, aku fikir juga begitu" Aydan terkekeh. " Tapi apa kau tahu alasan ku selalu mendukung ayah agar kamu selalu memakai kaca mata tebal mu itu walau pun banyak yang mengejek mu? Aku seperti nya tidak rela kecantikan mu akan di lihat oleh pria lain, dan pasti akan banyak pria yang menyukai mu" Aydan masih terkekeh. "Kau tahu, dengan penampilan mu yang culun saja Algi selalu saja menempel dengan mu. Aku sangat tidak menyukai nya" Aydan mendengus kesal saat mengingat bocah itu.


" Kamu bohong, bagaimana bisa seperti itu sedangkan kamu hampir saja menikah dengan wanita itu. Sudahlah jangan lagi berbohong hanya untuk menghiburku!" Nara pun bangkit dari duduk nya setelah dia mendorong sedikit tubuh Aydan agar menjauh dari nya supaya Nara lebih mudah untuk bangun karena posisi Aydan yang berlutut di hadapan Nara sangat dekat.


" Aku tidak" belum sempat Aydan menyelesaikan ucapan nya, Nara sudah memotong nya.


" Sudah cukup aku bilang!" Nara berkata dengan nada tinggi " aku tidak mau mendengarkan omong kosong mu!" Seraya mulai melangkahkan kaki nya menjauh dari Aydan.


" Aku akan membuktikan nya pada mu Nara, aku akan buktikan cinta ku pada mu" Aydan berkata dengan lantang dan percaya diri membuat sudut bibir Nara terangkat tanpa sepengetahuan Aydan saat mendengar nya.

__ADS_1


" Aku akan menanti nya, jadi berusahalah dengan keras" Nara berucap tanpa menolehkan kepala nya. " Dan soal pernikahan kita, mari kita lakukan untuk bayi kita" Nara berbalik seraya menyentuh perut nya yang masih rata.


" Ya, aku akan berjuang!" Ucap Aydan semangat sambil berjalan mendekat ke arah Nara. " Terima kasih!" Aydan langsung memeluk Nara dengan erat saking bahagia nya dia, namun lagi - lagi Nara kembali merasakan perut nya bergejolak dan merasa di aduk - aduk di dalam sana sehingga Nara langsung mendorong tubuh Aydan seraya membekap mulut nya dengan tangan nya dan kemudian dia berlari ke kamar mandi.


" Uweekk... uweekk..."


Lagi - lagi Nara memuntahkan semua isi perut nya di dalam kamar mandi Aydan sedangkan Aydan langsung ikut berlari dengan wajah yang sangat panik seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" Cih, kenapa selalu saja di saat seperti ini?" Gumam Aydan mendengus kesal seraya tangan nya terulur mengusap punggung Nara dengan lembut.


" Seperti nya bayi ini masih marah kepada mu" Nara mengusap bibir nya yang basah setelah dia mencuci mulut nya dengan air karena ada bekas muntahan di dalam mulut nya.


" Seperti nya begitu, setiap kali aku memeluk mu, kamu selalu seperti itu" Aydan mengerucutkan bibir nya.


" Itu salah satu ujian untuk mu" Nara untuk pertama kalinya terkikik geli setelah kejadian mengerikan beberapa minggu yang lalu itu.


" Aku tidak berjanji" Nara memalingkan wajah nya yang sudah merona karena malu. " Tapi selama aku seperti ini, jangan berharap bisa memelukku!" Nara pun berlalu keluar dari kamar mandi Aydan dan langsung keluar dari kamar Aydan untuk menemui semua nya di lantai bawah meninggalkan Aydan yang tampak sedang berfikir.


" Ish, ini tidak bisa di biarkan! Nara sudah tidak takut lagi pada ku, tapi aku tidak bisa memeluk nya karena bayi kami yang masih marah pada ku. Aaaakh... Menyebalkan!" Aydan mengacak rambut nya frustasi dan langsung menyusul Nara yang sudah lebih dulu keluar dari kamar nya.


" Bagaimana?" Fika menatap Aydan dan Nara yang baru saja turun dari lantai atas secara bergantian dengan wajah yang berbinar.


Saat ini mereka sedang duduk di ruang kerja Nanda, yang ada di sana ada Fika, Nami, Razky, Nanda, Aydan dan juga Nara sedangkan yang lain nya sedang menunggu di ruang makan.


" Kalian sudah setuju bukan?" Nami pun tak kalah antusias.

__ADS_1


" Tentu saja mereka harus setuju, kami tidak akan membiarkan mereka menolak nya" Razky ikut menimpali.


" Kami sudah tetapkan pernikahan kalian akan di adakan dua Minggu lagi" Nanda berkata dengan nada dingin nya.


" Apa? Tidak dad, itu terlalu lama!" Protes Aydan yang membuat semua menatap nya termasuk Nara.


" Apa maksud mu?" Nara mencubit pingang Aydan yang berada di samping nya membuat Aydan pura - pura meringis kesakitan karena cubitan Nara bagi Aydan tidak ada apa - apa nya.


" Dua minggu terlalu lama sayang, aku ingin kita menikah besok kalau bisa" ucap Aydan dengan enteng nya membuat wajah Nara kembali merona karena panggilan Aydan barusan pada nya, namun itu juga membuat Fika melayangkan jitakan di kepala Aydan karena jarak mereka tak terlalu jauh.


Pletak


Aydan meringis seraya mengusap kepala nya yang di jitak oleh mommy nya yang kejam itu.


" Kau fikir mempersiapkan pernikahan itu gampang apa?" Fika mendengus kesal.


"Setidak nya paling cepat membutuhkan waktu seminggu untuk persiapan semua nya" Nami ikut merasa kesal.


" Kalau begitu Minggu depan saja kami menikah" jawab Aydan lagi dengan enteng nya.


" Cih, seperti nya kau sudah tidak sabar" Razky berkata dengan nada cibiran.


" Kita nikahkan saja mereka Minggu depan, dari pada mereka kembali berubah fikiran" tambah Nanda membuat Aydan tersenyum penuh kemenangan sedangkan Nara tidak berkata apa - apa saat ini, namun dalam hati nya dia juga merasa bahagia.


**Hari ini adalah hari pertama kita sebagai umat muslim menjalankan ibadah puasa kita di bulan suci Ramadhan ini. Mohon maaf bila ada salah kata atau cerita yang saya buat membuat hati para readers merasa tidak enak atau tersinggung tanpa saya sengaja. Saya mohon maaf, karena kekurangan memang milik saya dan kesempurnaan hanya milik Allah.

__ADS_1


🌸Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya. Terima kasih sudah setia membaca dan menunggu update dari novel ini🌸


Jangan lupa like vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2