
"Kalau begitu, lebih baik kalian panggil saja karyawan itu! Biar kita bisa melihat dan memastikan kebenaran nya" ucap Nanda memberi jalan keluar.
" Dan jangan lupa, panggil juga adik mu yang sudah mengatakan semua itu!" Tambah Afkha dengan nada dingin nya.
" Baik lah, akan saya panggil kan" Carry pun berdiri dari duduk nya dan menyuruh Shania yang berdiri di depan pintu ruangan Angga untuk memanggil Feyrin dan Ceryl untuk datang ke ruangan itu.
Shania pun mengangguk mengerti dan langsung berjalan untuk memanggil dua gadis yang tadi di perintah kan oleh atasan nya itu.
" Tunggu sebentar, sekertaris saya sedang memanggil mereka" Carry pun kembali menduduk kan diri nya di tempat dia duduk tadi.
" Aku sudah tidak sabar ingin segera melihat kehancuran mu" batin Mark menatap Angga dengan tatapan sinis nya.
" Pasti gadis yang di maksud mereka adalah Feyrin, aku harap Feyrin tidak dalam masalah karena ini" batin Angga dengan wajah yang cemas.
Sedang kan Nanda tampak menunggu dengan tenang, berbeda hal nya dengan Afkha yang termakan ucapan dua pria itu tentang Angga yang melakukan hal memalukan dengan karyawan magang yang ada di sana. Afkha tidak tahu kalau Feyrin kemarin menemui Angga di ruangan nya dan makan siang bersama di sana.
Tok
Tok
Tok
Tak lama suara pintu di ketuk dari luar membuat ke lima pria yang ada di ruangan itu yang terdiam dengan pemikiran mereka masing - masing, langsung menoleh kan pandangan mereka ke arah yang sama yaitu ke arah pintu yang di ketuk itu.
" Masuk!" Ucap Angga.
__ADS_1
Ceklek
Pintu pun di buka dari luar, dan masuk lah seorang gadis cantik yang berpenampilan agak seksi dan riasan wajah yang sedikit tebal.
" Maaf, ada apa kalian memanggil ku ke sini?" Gadis itu terlihat tegang sambil mata nya menyapu seluruh ruangan, melihat wajah- wajah yang ada di dalam sana.
" Ya, Ceryl kemarilah!" Carry yang melihat adik nya datang, langsung berdiri dan menyambut kedatangan adik nya itu. " Ini adik saya Ceryl" tambah Carry memperkenal kan Ceryl pada yang lain nya.
" Jadi ini adik mu? Lalu mana karyawan magang yang kamu ceritakan tadi?" Afkha seakan tak sabar ingin segera melihat wajah karyawan yang sudah di tuduh sudah melakukan hal memalu kan dengan Angga.
" Permisi!" Belum juga Carry menjawab, terdengar suara yang tak asing di telinga Afkha dari arah pintu. " Maaf, ada perlu apa kalian memanggil ku?" Feyrin masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah yang terlihat bingung.
" Feyrin?" Batin Afkha, Nanda dan Angga secara bersamaan.
" Ini dia karyawan yang saya maksud kan tuan, kamu cepat kemari!" Carry menarik tangan Feyrin dengan kasar, membuat Angga dan Afkha merasa kesal saat melihat nya.
" Sekarang biar Ceryl yang menceritakan semua yang terjadi kemarin siang, Ceryl katakan apa yang kamu lihat kemarin! Bukan kah kamu melihat dia keluar dari ruangan pak Angga?" Mark seakan tidak sabar ingin melihat Angga di permalukan, padahal bukan Angga yang akan malu. Tapi diri nya sendiri🤣🤣
" Apa dia bilang, kemarin? Cih, jadi ini rencana mereka" batin Feyrin mendengus kesal.
" Iya tuan, saya melihat sendiri Feyrin kemarin keluar dari ruangan pak Angga setelah jam istirahat selesai. Padahal Feyrin pergi dari ruang kerja nya sebelum jam istirahat di mulai, jadi apa yang dia lakukan di ruangan pak Angga selama satu jam lebih itu" Ceryl berkata dengan penuh percaya diri. " Dan yang saya dengar dari gosip yang beredar, Feyrin bisa menjadi model seperti sekarang ini juga karena sudah mendekati dan merayu beberapa produser dan beberapa orang penting lain nya" tambah Ceryl lagi membuat Feyrin tidak bisa menahan lagi kemarahan nya.
" Jaga bicara mu! Asal kamu tahu, tidak mudah untuk mencapai kesuksesan ku saat ini. Jadi kamu tidak berhak mengatakan hal yang tidak - tidak tentang diri ku" Feyrin menunjuk wajah Ceryl dengan telunjuk nya seraya menatap tajam pada Ceryl dengan api kemarahan yang membara di ke dua mata nya.
Sungguh, saat ini Feyrin sudah kehilangan kesabaran nya pada gadis di hadapan nya. Sejak dulu memang Ceryl selalu membuat masalah dengan Feyrin, namun Feyrin bersikap seolah tidak tahu dan tidak memperduli kan nya karena dia tidak ingin membuat keributan. Tapi apa yang di katakan Ceryl barusan sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa lagi di biar kan.
__ADS_1
" Jangan berani menunjuk adik ku seperti itu!" Carry meninggi kan suara nya seraya memegang kuat tangan Feyrin sehingga membuat Feyrin meringis kesakitan.
" Lepas kan! Ucap Feyrin memberontak membuat Angga, Afkha dan Nanda mengeras kan rahang mereka.
" Lepaskan tangan mu dari nya!" Angga yang merasa sangat marah dan tidak terima dengan apa yang di lakukan Carry pada Feyrin langsung mendekati Carry dan menarik tangan Carry dari tangan Feyrin. " Tidak ada yang boleh menyentuh nya, apa lagi menyakiti nya! Kalian mengerti!" Angga berkata dengan nada tinggi seraya menatap tajam pada Carry.
Afkha dan Nanda sama - sama mengangkat sudut bibir mereka saat melihat bagai mana Angga membela Feyrin dari Carry. Begitu pun Feyrin juga tersenyum di belakang Angga saat ini.
" Tuan Nanda dan tuan Afkha lihat bagai mana mereka, seperti nya ke mereka memang memiliki hubungan khusus. Lihat saja bagai mana cara pak Angga membela karyawan magang itu" Mark masih berusaha memperkeruh keadaan.
" Ya, aku yakin mereka sudah melakukan hal itu kemarin. Terlihat dari cara pak Angga sangat membela Feyrin" tambah Carry lagi yang di angguki oleh Ceryl. Ceryl sangat senang melihat Feyrin yang terpojok seperti itu.
" Apa sebenar nya yang kalian ingin buktikan di sini ha? Kemarin memang Feyrin masuk ke ruangan ku, dan dia di sini sampai jam istirahat selesai. Jadi apa yang salah dengan itu?" Angga mendengus kesal.
" Tuan - tuan dengar? Pak Angga kini mengakui nya" Mark tersenyum penuh kemenangan.
" Jadi, apa yang kalian lakukan berdua di ruangan ini?" Nanda yang sedari tadi hanya diam langsung mengeluar kan suara nya.
" Ya, apa yang kamu lakukan dengan calon istri mu itu?" Tambah Afkha sambil menahan senyum di bibir nya.
" Calon istri? Apa maksud nya?" Ceryl yang tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, tampak membulat kan ke dua bola mata nya. Begitu pun dengan Carry dan Mark yang sama - sama berwajah terkejut.
" Ya, Feyrin adalah calon istri ku. Memang kenapa, apa ada yang salah?" Angga menaikan sebelah alis nya.
" Ish, siapa juga yang sudah setuju menjadi calon istri mu?" Feyrin menggerutu kesal. " Lagi pula kenapa daddy berkata seperti itu sih" tambah Feyrin lagi.
__ADS_1
" Apa? Daddy?" Ucap Carry, Ceryl dan Mark secara bersamaan dengan wajah yang semakin terkejut saja saat mendengar Feyrin memanggil Afkha dengan sebutan daddy.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏