
Sejak saat itu, Dinka bertekad untuk meluluh kan hati Algi selama sepuluh hari ini. Setidak nya Algi tidak melarang nya untuk melakukan hal itu pada nya. Jadi Dinka pikir dia masih mempunyai kesempatan dalam hal itu.
Sore itu Dinka pun pulang dengan perasaan hati yang tidak menentu memikir kan kejadian tadi di kafe Algi. Belum juga sampai di mansion keluarga Balendra, Dinka yang memang membawa motor kesayangan Nara itu menghenti kan laju motor nya saat mata nya menangkap sosok yang tak asing di mata nya di sebuah taman yang berada di dekat jalan menuju ke rumah kediaman keluarga Saputra.
" Feyrin, apa yang sedang dia lakukan?" Ya, yang di lihat Dinka saat ini adalah Feyrin yang sedang duduk di bangku taman sendirian. Entah apa yang sedang di lakukan oleh gadis itu di sana.
Sebenar nya Feyrin yang tadi pergi setelah menangis dari perusahaan Angga untuk pulang, malah menghenti kan taksi online yang di tumpangi nya di taman dekat rumah keluarga Saputra. Feyrin pikir dia harus menenangkan diri nya terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah, dia tidak mau membuat orang rumah khawatir terhadap nya.
" Fey, apa yang sedang kamu lakukan?" Dinka menghampiri Feyrin yang sedang duduk termenung sendirian, sehingga membuat Feyrin yang sedang meniti kan air mata nya merasa terkesiap dan langsung mengusap wajah nya agar Dinka tidak tahu kalau diri nya sedang menangis di sana.
Feyrin mengingat kembali apa yang terjadi tadi di perusahaan Angga, dan membuat hati nya sakit setiap mengingat nya.
" Dinka, apa yang kamu lakukan di sini?" Feyrin berusaha tersenyum walau pun hati nya saat ini sangat tidak ingin tersenyum.
" Aku kebetulan lewat sini dan melihat mu" jawab Dinka sambil menduduk kan diri nya di samping Feyrin. " Tunggu - tunggu, apa kamu sedang menangis?" Dinka menatap Feyrin dengan tatapan menyelidik, membuat Feyrin yang di tatap seperti itu pun tak mampu lagi menahan air mata nya. Feyrin langsung memeluk Dinka dan menangis sejadi - jadi nya, sedangkan Dinka yang melihat Feyrin seperti itu sangat terkejut hingga dia tidak mampu berkata apa pun lagi.
Lama Feyrin menangis dalam pelukan Dinka saat itu, dan Dinka hanya bisa mengusap punggung Feyrin dengan lembut untuk menenang kan gadis itu. Sungguh, melihat Feyrin yang seperti itu membuat Dinka ikut merasakan kesedihan yang di alami Feyrin saat ini.
__ADS_1
" Sekarang ceritakan pada ku, apa yang sebenar nya terjadi?" Dinka kembali bertanya setelah merasa Feyrin cukup tenang dan menghenti kan tangisan nya.
Feyrin pun langsung menceritakan kejadian yang di alami nya tadi di Zela Cosmetic, semua nya Feyrin ceritakan tanpa ada yang dia tutupi. Termasuk tuduhan yang di tuduh kan Angga pada nya dan bagai mana Angga memperlakukan nya dengan sangat kasar. Feyrin juga mengatakan untuk mengubur dalam - dalam perasaan nya pada Angga mulai saat ini.
" Om Angga sungguh keterlaluan, aku harus berbicara pada nya!" Dinka terlihat berapi - api dengan kilatan amarah di mata nya, sambil berdiri dari duduk nya.
" Jangan Din, kalau kamu melakukan nya. Kamu malah akan memperkeruh keadaan, bisa saja dia kembali menuduhku telah menghasut mu" ucap Feyrin menarik tangan Dinka agar kembali duduk di samping nya.
" Tapi aku tidak bisa diam saja Fey, om Angga sudah sangat keterlaluan. Bagai mana bisa dia menuduh gadis sebaik kamu" Dinka mendengus kesal seraya kembali duduk di samping Feyrin. " Lagi pula aku tidak habis pikir dengan apa yang di pikir kan om Angga saat ini, seharus nya dia menyelidiki semua nya dulu sebelum menuduh mu dengan begitu kejam nya" Dinka melipat ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang memberengut kesal.
" Ish, kamu memang terlalu baik Fey. Aku yakin om Angga pasti akan sangat menyesal karena telah menyakiti gadis sebaik diri mu" Dinka memeluk Feyrin dengan erat, namun masih belum menghilangkan raut kesal pada wajah nya.
" Terima kasih" ucap Feyrin di sela pelukan nya. " Lalu, bagai mana dengan kak Algi? Apa kamu sudah menyatakan perasaan mu pada nya?" Tanya Feyrin kemudian, membuat Dinka melepas kan pelukan nya.
" Itu dia, aku sudah mengatakan nya tadi. Tapi aku di tolak oleh nya, sungguh memalu kan" jawab Dinka dengan wajah yang terlihat lesu. " Seperti nya nasib cinta kita tidak jauh berbeda" tambah Dinka lagi seraya menghela nafas nya kasar.
" Bagai mana cerita nya, bagai mana bisa dia menolak gadis secantik dan sebaik diri mu ini?" Feyrin tersenyum menggoda pada Dinka.
__ADS_1
" Ish, tentu saja bisa. Seperti nya hanya aku saja yang menyimpan rasa cinta dalam hati ku, sedang kan dia tidak" Dinka masih terlihat lesu.
" Kalau begitu, ceritakan kepada ku!" Ucap Feyrin dengan rasa penasaran nya.
Dinka pun mulai menceritakan tentang kejadian di kafe tadi, bagai mana dia menyatakan perasaan cinta nya. Dan bagai mana Algi menolak nya dengan halus sampai diri nya tahu bahwa yang selama ini di cintai oleh Algi ternyata benar kakak nya sendiri yaitu Nara.
Sebenar nya Dinka sudah menyadari itu sejak Algi mengira kalau kue yang dia buat adalah buatan Nara, Dinka pikir bagai mana seseorang bisa begitu hafal dengan buatan seseorang tanpa ada perasaan apa pun. Namun Dinka hanya menyimpan itu semua dalam hati nya tanpa mengatakan kecurigaan nya itu pada siapa pun, dan tadi dia hanya asal menebak saja. Dinka tidak tahu kalau ternyata dugaan nya benar.
" Setidak nya kamu masih punya harapan Din, dan dari cerita mu yang aku dengar. Seperti nya kak Algi adalah pria baik, bukti nya dia menolak mu dengan halus dan memberi mu kesempatan untuk bisa mendapat kan cinta nya. Berbanding terbalik dengan nasib cinta ku" wajah Feyrin berubah sendu.
" Ya, mungkin kamu benar. Tapi kamu juga jangan patah semangat, aku yakin akan ada pria baik yang akan sangat mencintai mu lebih dari apa pun di dunia ini. Karena kamu gadis yang sangat baik. Jadi, semangat lah!" Dinka mengepal kan tangan nya ke udara.
" Mungkin kamu benar" Feyrin mengangguk kan kepala nya.
Dua gadis yang sama - sama sedang galau dengan nasib cinta mereka itu terlihat bersama beberapa waktu untuk saling mencurah kan perasaan mereka masing - masing. Sampai mereka sendiri tak sadar bahwa hari sudah mulai gelap, dan mereka pun memutus kan untuk pulang ke rumah mereka masing - masing. Tentu saja Dinka mengantar Feyrin terlebih dahulu dengan menggunakan motor kesayangan Nara itu, karena Feyrin tidak membawa kendaraan nya sendiri.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1