Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 66


__ADS_3

Mohon di baca saat sudah berbuka puasa, karena mengandung beberapa hal yang bisa membatal kan puasa,🙅🙅


Aydan pun menggendong tubuh mungil Nara menuju kamar peristirahatan yang biasa dia gunakan untuk melepas rasa penat nya dari pekerjaan yang membuat nya sibuk.


Perlahan Aydan pun membaringkan tubuh istri nya itu di atas tempat tidur berukuran sedang yang ada di sana dengan sangat hati - hati. Nara yang mendapatkan perlakuan itu dari Aydan sempat terbersit dalam fikiran nya kejadian menakutkan di malam itu yang membuat Nara kembali ketakutan, namun Nara berusaha meyakinkan diri nya sendiri bahwa Aydan yang sekarang tidak akan berbuat kasar pada nya seperti malam itu.


Nara terlihat beberapa kali menarik nafas nya dan membuang nya secara perlahan untuk menetralisir ketakutan nya. Nara juga berusaha membayang kan beberapa kenangan indah yang dia lewati bersama dengan Aydan dulu, dan itu berhasil membuat Nara sedikit merasa tenang dan perlahan ketakutan itu berkurang.


" Apa kamu sudah siap sayang?" Aydan menatap Nara dengan tatapan penuh cinta dan kelembutan seraya tersenyum manis pada istri nya itu.


" Aku siap, tapi aku mohon lakukan dengan pelan - pelan" Nara mengangguk kan kepala nya dengan senyum di bibir nya. Sekejap Nara merasa tersihir dengan senyum dan tatapan Aydan yang selalu membuat jantung Nara berdetak sangat kencang dengan perasaan nya yang tak karuan.


" Tentu saja, aku akan berhati - hati" perlahan Aydan pun mendekatkan wajah nya pada telinga Nara dan membisik kan do'a di sana sebelum dia menyentuh Nara. Nara yang mendengarkan bisik kan itu terlihat memejamkan mata nya dengan air mata haru yang menetes di ujung mata nya.


Sungguh, perasaan Nara sekarang merasa lebih tenang saat mendapatkan perlakuan itu dari Aydan.


Setelah selesai Aydan pun langsung mengecup kening Nara, ke dua pipi Nara , ke dua kelopak mata Nara, hidung dan yang terakhir Aydan megecup bibir Nara yang tertutup dengan gerakan yang sangat lembut. Perlahan bibir Aydan menyapu dan mel umat bibir itu dengan sangat lembut, Nara yang mendapatkan perlakuan itu pun merasa kan perasaan hangat yang belum pernah dia rasakan sebelum nya. Berbeda dengan ciu man mereka yang pertama, karena Aydan melakukan nya dengan sangat kasar dan tidak berperasaan. Sungguh ini berbanding terbalik dan itu sukses membuat Nara seakan melayang di udara saat ini.


" Kenapa kamu hanya diam Hem?" Aydan yang merasa Nara tidak merespon ciu man yang dia berikan, langsung menghentikan aktifitas nya untuk melihat wajah istri nya saat ini, takut nya Nara sedang menahan ketakutan nya.


" Ma maf, aku" Nara terlihat berfikir dengan wajah yang terlihat gugup karena wajah Aydan yang sangat dekat saat ini. Nara yang merasa bersalah pun langsung kembali menarik tengkuk Aydan dan mulai menautkan kembali bibir mereka, Aydan yang mendapatkan perlakuan itu pun semakin bersemangat untuk melakukan aktifitas nya yang tadi sempat tertunda.

__ADS_1


Ke dua lidah itu saling bertaut satu sama lain di dalam sana dengan suara dec apan yang terdengar dari ke dua bibir yang ber adu itu. Puas bermain dengan bibir Nara, Aydan kini turun pada leher jenjang Nara. Aydan mengecup dan menyesap leher Nara dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan nya di sana.


" Aakh" suara des ahan lolos begitu saja dari bibir mungil Nara saat merasakan sensasi yang luar biasa pada diri nya.


Aydan yang mendengar suara merdu dari bibir istri nya itu pun semakin bersemangat untuk melancarkan aksi nya, perlahan Aydan membuka kancing pakaian yang di pakai Nara saat ini sehingga terpangpang lah dua gundukan kembar milik Nara yang terlihat sangat menggoda di mata Aydan saat ini, sedangkan Nara hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh suami nya itu dengan mata yang sudah terlihat sayu karena Nara terbuai dengan semua sentuhan lembut yang Aydan berikan pada nya.


" Apa boleh?" Tanya Aydan menunjuk bagian yang ingin sekali Aydan sentuh dan rasakan kekenyalan dan kelembutan benda itu.


Tanpa berkata apa pun, Nara hanya mengangguk pasrah dengan tersipu malu, membuat Aydan langsung menyentuh dan mengeluarkan dua benda itu dari dalam pelindung berbentuk kaca mata yang belum Aydan lepaskan dari tubuh Nara.


Perlahan tangan Aydan meremas dan memainkan benda bulat kecil berwarna pink yang ada di ujung nya membuat tubuh Nara merasakan tubuh nya tergelitik seperti ada sengatan listrik kecil menjalar di tubuh nya, apa lagi saat bibir dan lidah Aydan meng hisap dan mengulum nya.


" Ish, apa aku harus menjawab nya ha? Kalau kamu suka, lakukan saja, jangan banyak bicara!" Nara merasa kesal dengan pertanyaan Aydan barusan yang tentu saja membuat Nara malu.


Aydan pun hanya nyengir kuda dan langsung melanjutkan aktifitas nya yang tertunda dengan di iringi suara des ahan dari bibir istri nya itu.


Setelah merasa puas Aydan pun mengangkat tubuh Nara agar dapat melepaskan semua kain penutup yang di pakai Nara saat ini sehingga pemandangan indah dari tubuh Nara kini terpang pang nyata di depan mata nya membuat sesuatu di bawah sana pun semakin meronta minta di lepaskan. Aydan memang baru kali ini melihat tubuh Nara dengan keadaan polos seperti ini karena terakhir kali saat dia melakukan nya pada Nara dia tidak mengingat nya.


Aydan yang sudah tidak tahan lagi menahan gai rah di dalam tubuh nya, langsung membuka pakaian nya sendiri sehingga keadaan nya kini sama polos nya dengan Nara. Dan itu membuat Nara agak kaget karena melihat benda besar panjang yang terlihat sudah menegang pada tubuh suami nya itu.


Memang ini bukan pertama kali untuk mereka dan Nara ingat betul kejadian itu, namun karena malam itu Nara sibuk memberontak dari kekejaman Aydan saat itu sehingga Nara tidak begitu jelas melihat milik Aydan itu.

__ADS_1


Glek


Nara menelan saliva nya susah. " Pantas saja saat itu rasa nya sangat sakit, ternyata sebesar itu?" Batin Nara dengan wajah yang kaget.


" Aku mulai ya?" Ucap Aydan tersenyum penuh arti dengan kabut gai rah yang terpancar dari wajah nya.


" Pelan - pelan!" Ucap Nara dengan wajah yang terlihat ngeri.


Mendengar ucapan Nara barusan membuat Aydan tersenyum dan mengangguk kan kepala nya seraya langsung mengarahkan pusaka milik nya pada lubang kehangatan milik istri nya itu dan mulai menggesek kan nya di sana beberapa kali.


Nara kembali merasakan sesuatu sedang menerobos masuk pada milik nya dan itu masih terasa sakit walaupun tidak sesakit yang pertama kali, dan yang penting kali ini tidak ada paksaan dan tangisan melainkan hanya des ahan kenik matan yang keluar dari bibir mereka.


" Aaaakh... Pelan - pelan!" Nara me des ah seraya meringis menahan rasa sakit di area bawah nya. Aydan sempat berhenti sejenak sebelum akhir nya dia kembali melakukan aktifitas nya.


Setelah Aydan melakukan nya beberapa kali, akhir nya pusaka milik nya bisa masuk juga ke dalam lobang kehangatan milik Nara membuat Aydan mende sah nik mat saat merasakan hal yang baru pertama kali dia rasakan setelah dulu dia tidak mengingat nya sedikit pun.


Akhir nya di sore itu, Aydan dan Nara melakukan hal yang iya iya untuk pertama kali setelah pernikahan mereka. Dan setelah beberapa menit akhir nya Aydan tumbang di atas tubuh Nara dengan nafas yang tersengal - sengal dan keringat yang membasahi tubuh mereka berdua.


" Terima kasih sayang" bisik Aydan sebelum dia mengecup kening Nara dengan lembut, sedangkan Nara hanya mengangguk kan kepala nya seraya membenamkan wajah nya pada pada ceruk leher suami nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2