
Di mulai hari itu. Reno sering menggangu 4 gadis itu. Reno ga bosan bosan untuk terus cari perhatian pada 4 gadis itu. Membuat, Sarah Aqila, Renata dan Alea sudah terbiasa dengan kehadiran Reno. Dan hanya mengagap Reno hanya sebagai teman. Karna jujur saja salah satu dari mereka tak berniat untuk berpacaran dengan Reno.
Seperti biasa, Setiap Kamis sore, Di kampus tempat Mereka kuliah. Selalu di adakan Majelis taklim. Yang di pimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Prof. drs, Abdi Kusuma Hariyanto. Majelis taklim ini. Rutin di adakan setiap hari Kamis sore.
Setiap mahasiswa dari berbagai fakultas bebas hadir di majelis taklim ini. Semua angkatan sama. Di Majelis ini. Senior Junior bergabung menjadi satu. Hanya Laki laki, duduk di sebelah kanan dan perempuan duduk di sebelah kiri. Dan yang memimpin tausiyah kali ini. Ada Ustadz Rizwan. Sebagai lulusan Fakultas Ekonomi bersama Prof drs Abdi Kusuma Hariyanto sebagai pemimpin utama majelis ini.
Kali ini, bagian Sarah yang mengaji sebagai pembuka dari Majelis ini. Sarah sendiri Turing mengikuti Majelis ini. Sebagai anggota tetap Majelis ini. Setiap anggota Wajib mengaji sebagai pembuka majelis ini di mulai. Setiap mahasiswa mendapat giliran masing masing. Dan Minggu ini. Bagian Sarah.
Sarah mulai melantunkan Surat Al Baqarah. Sebagai pembuka majelis ini. Suara Sarah begitu merdu sampai terdengar keluar begitu indah menenangkan jiwa. Setiap kali bagian Sarah mengaji. Setiap mahasiswa laki laki selalu banyak yang hadir. Karna ingin melihat Sarah. Sarah ramah pada siapapun? Sifatnya yang santun membuat Sarah menjadi idola. Di kalangan kaum Adam.
Dari jauh, terdengar suara Sarah yang sedang mengaji begitu merdu. Dan Indah. Membuat siapapun yang mendengar terasa tenang.
Hati Nattan begitu tenang mendengar lantunan ayat suci Alquran. Nattan mengikuti asal suara itu. Nattan memang seorang Nasrani. Namun Nattan selalu hidup berdampingan. Toleransi antar agama. Membuatnya tak di kucilkan di kalangan teman temanya yang kebanyakan seorang Muslim.
Nattan duduk di dekat pohon dekat Masjid kampus. Nattan penasaran dengan gadis yang memiliki suara merdu itu. Hatinya begitu tenang. Mendengar lantunan Ayat suci Al Qur'an. Nattan banyak belajar tentang Agama Islam. Dari teman temanya yang seorang muslim. Bahkan di bulan suci ramadhan. Nattan suka ikut berpuasa untuk menghargai teman temanya yang kebanyakan muslim. Nattan sendiri Orang Medan. Suku Batak yang membuatnya keras dalam menjalin hidup. Nattan sendiri anak ke 5 Dari 10 bersodara. Keluarga nya banyak. Ke 4 sodaranya sudah Menikah dan hidup berkeluarga.
Nattan sendiri tinggal di kosan. Sendiri merantau di kota ini. Semua tinggal di Medan. 2 Kakaknya yang Ikut merantau. Dan sudah berkeluarga. Nattan kuliah sambil bekerja part time di kafe milik temanya. Untuk menambah nambah biaya kuliahnya.
Keluarga Nattan sendiri. Bukan orang kaya. Nattan kuliah di bantu oleh kedua kakaknya yang sudah sukses di perantauan. Nattan dari kecil sudah didij mandiri. Tak tergantung oleh orang tua dan kakak kakaknya.
Hidup Nattan sudah keras dari kecil. Apapun yang Nattan inginkan harus di dapatkan dengan kerja kerasnya sendiri. Makanya Nattan lebih menghargai hidup. Dan tak menyia nyiakan hidupnya untuk urusan tak perlu. Nattan ingin sukses seperti kedua kakaknya. Makanya Nattan selalu berusaha keras untuk masa depannya.
__ADS_1
Hati Nattan begitu tenang mendengar alunan Ayat suci Alquran. Rasa lelahnya hilang seketika. Nattan sendiri termasuk taat terhadap agamanya. Setiap hari Minggu. Nattan tak pernah absen untuk beribadah di Gereja.
Nattan malu pada teman temanya yang muslim. Yang selalu beribadah setiap hari tak pernah absen. Masa Nattan absen yang hanya beribadah seminggu sekali. Nattan sangat senang memiliki teman teman yang baik. Yang selalu mendukung apapun keputusan Nattan.
Kali ini, Teman temanya sedang berada di majelis talim. Ada Habibie, Abdul dan Rojak. 3 temanya ini. Yang selalu memberikan energi positif pada Nattan dan satu lagi Reno. Cowo tegil ini. Pada dasarnya baik dan setia kawan. Cuman obsesi yang ingin memilik pacar membuatnya selalu mengoda setiap gadis di kampus. Dan Setiap gadis itu. Tak ada yang menerima Reno. Reno menegang recor terbanyak untuk Cowo yang di tolak Cewe. Hampir setiap Angkatan. Kenal Reno. Kenal karna sering di tolak Para gadis.
Tapi Reno tak pernah menyerah, Sampai ia mendapat pacar. Sebenarnya Reno tak begitu jelek untuk ukuran para gadis. Tapi, Tak ada yang mau jadi Pacarnya Reno. Setiap gadis yang menolak Reno. Pasti berkata. Reno bukan tive mereka.
Tolakan dari para gadis tak membuat Reno menyerah. Ia terus berjuang demi seorang pacar. Hidup yang sia sia. Itu yang dipikirkan Nattan.
Deg.
Hati Nattan. Bergetar untuk yang kedua kalinya. Saat melihat Sarah yang kedua kalinya juga. Gadis berhijab itu. Membuat Nattan gelisah. Hanya Sarah yang membuatnya merasa tak tenang. Apalagi Senyum Sarah. Benar benar membuat Nattan terkena.
Habibie teman Nattan begitu mengagumi Sarah. Makanya Habibie sering menceritakan tentang Sarah. Semua yang Habibie tau. Semua selalu diceritakannya Tentang Sarah dan ke tiga temanya.
Habibie menyukai Sarah. Namun kalah pamor dengan Kaha. Makanya Habibie hanya menyimpan perasaan di dalam hatinya saja.
Nattan melambaikan tangannya pada Habibie Rojak dan Abdul. Nattan tak bisa masuk mesjid karna Nattan seorang Nasrani. Setelah Majelis taklim selesai.
Sarah sedang berbicara dengan Kaha. Selama ini, Kaha tak pernah menyerah untuk mendekati Sarah. Namun Sarah hanya menggagapnya sebagai teman tak lebih dari itu. Pandangan Sarah, teralihkan saat melihat Nattan dari jauh.
__ADS_1
Entah kenapa Hatinya ikut berdebar saat melihat Nattan. Namun segera di tepisnya karna Sarah tak ingin hatinya goyah. Sarah tak ingin berpacaran dengan siapapun. Sarah hanya ingin mencintai suaminya nanti. Pacaran bukan hal utama.
Kaha, memperhatikan Sarah. Saat Sarah melihat Nattan tadi. Entah kenapa Kaha merasa kesal saat melihat Nattan. Laki laki itu telah mengalahkan ya dalam bidang akademik. Membuat Kaha merasa kesal melihat Nattan.
Sarah kembali berbicara pada Kaha. Tentang agama dan tentang semuanya. Karna Kaha memang seniornya di kampus. Kaha satu tingkat lebih tinggi dari Sarah.
Nattan melihat Sarah dari jauh. Hatinya sedikit cemburu. Namun Nattan bisa apa? Toh Sarah bukan siapa siapa bagi Nattan.
Habibie, Rojak dan Abdul mendatangi Nattan.
"Kita nyari makan Yoo.." Ajak Rojak.
Semuanya menganguk, Hanya Nattan yang masih terpaku melihat Sarah. Habibie memperhatikan Nattan yang masih melihat Sarah.
Habibie pun menepuk punggung Nattan.
"Ayo" Ucap Habibie Karna Abdul dan Rojak sudah berjalan terlebih dahulu.
Nattan menoleh pada Habibie. Dan tersenyum. Nattan tak ingin Habibie temanya curiga. Kalo Nattan juga mulai suka pada Sarah. Dan Sejak tadi Habibie masih memperhatikan Nattan.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa Like nya..