KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Tiga Puluh Satu.


__ADS_3

Gadis itu, masih tersungkur di lantai tak ada yang membantu Dia. Galih benar benar murka sekarang. Galih muak sekali melihat gadis ini.


"PERGI" usir Galih.


Tapi gadis itu, tak mau pergi. Gadis itu masih menangis. Membuat semua merasa iba. Tapi tetap galih tak peduli.


"Kalo kamu ga mau pergi, aku akan panggil Securiti"


Gadis itu, beranjak Tangan dan kakinya terasa sakit. Gadis itu, pergi. Meninggalkan rumah sakit. Setelah gadis itu pergi. Galih duduk termenung. Terlihat Wajah galih masih kesal. Dan tak tergambarkan seperti apa.


Gadis itu, masih menangis. Sembari meninggalkan rumah sakit. Hatinya merasa sakit. Atas sikap Galih. Gadis itu menyadari sudah terlalu dalam menyakiti Galih. Hingga gadis itu pantas menerima hinaan seperti ini.


Perbuatannya di masa lalu membuat Galih bisa seperti ini. Gadis itu tak menyangka kalo Dia masih hidup sampe sekarang. Galih malah lebih sehat dari dari dulu. Ternyata Galih berhasil menemukan Jantung yang cocok untuk Galih.


Namun gadis itu akan tetap datang kerumah sakit. Untuk menemui Nattan.


Galih masih terdiam. Habibie, Rojak dan Reno tak berani bertanya tentang siapa gadis itu. Mereka masih terkejut dengan sikap Galih yang bisa sekasar itu pada seorang gadis.


"Kalian, pasti penasaran siapa gadis itu" Tanya Galih tiba tiba membuyarkan suasana yang sedari tadi hening.


Mereka bertiga kompak menganguk.


"Dia Devia. Gadis itu, dulu Kekasih Ayah aku"


Mereka bertiga terkejut mendengar pengakuan Galih. Tak menyangka Gadis yang terlihat polos. Malah jadi simpanan Ayah Galih. Wajahnya menang sangat menipu.


Yang terlihat frustasi adalah Reno. Reno membayangkan Ayah galih yang sudah tua renta. Bisa mendapatkan Gadis secantik itu. Tapi Reno sendiri. Belum pernah pacaran sama sekali. Kalah sama seorang kakek. Itu menurut Reno. Padahal Reno tak tau setampan dan segagah apa Ayahnya Galih. Yang bisa membuat setiap gadis jatuh cinta pada seorang laki laki yang sudah tua. Namun masih menawan.


Dengan lirih. Galih menceritakan tentang Devia. Gadis itu, mendekati Galih. Karna Dia adalah kekasih Ayahnya. Galih tak tau. Kalo Ayahnya yang sudah cerai dengan ibunya. Punya kekasih yang masih muda dan Cantik.


Galih sempat mencintai Devia. Karna Devia selalu ada menemani Galih. Galih menceritakan tentang hidupnya yang dulu. pada Habibie, Rojak dan Reno. Tentang hidupnya yang sakit sakitan. Karna mempunyai jantung yang lemah.


Galih tak menyangka kalo. Galih bisa hidup sampe sekarang. Berkat donor jantung dari sodara kembarnya. Yang tak pernah Galih temui. Galih tak tau. Jika hidupnya kini. Karna pertukaran Sodara kembar Galih. Untuk hidup galih sampai hari ini.

__ADS_1


Awalnya Galih menyesal. Karna sudah mengorbankan satu nyawa untuk Galih bisa hidup. Makanya Galih sangat menghargai hidup. Karna Sodara kembar galih. Yang memberikan hidupnya untuk Galih.


Galih menceritakan hidupnya sambil menangis. Saat Antara hidup dan mati. Devia datang dalam hidup Galih. Memberi harapan palsu. Saat itu Galih sangat mencintai Devia. Tapi apa yang di lakukan Devia pada Galih. Tiga kali, Devia menghancurkan Jantung untuk Galih. Devia tak ingin Galih hidup. Devia begitu memcintai harta Ayahnya.


Ayah dan ibunya di paksa bercerai saat, Ibu melahirkan Galih dan kembaran nya. Galih sendiri tak tau kalo Galih kembar. Sodaranya kembarnya sehat. Sedangkan Galih tidak.


Galih menceritakan semuanya tentang Aqila dan sodara kembarnya. Galih menceritakan semuanya pada 3 orang pemuda. Membuat Mereka bertiga Terkejut berkali kali tentang cerita galih. Begitu rumit dan entah lah. Mereka tak bisa berkomentar.


"Terus, Aqila tau, Kamu sodara kembar Gilang" Tanya Habibie penasaran.


Sekarang terjawab sudah. Kenapa sikap Aqila seperti itu pada setiap Laki laki. Karna ditinggal mati toh. Itu yang di pikirkan mereka.


Galih mengelengkan kepalanya.


"Aku tak bisa membayangkan, Bagaimana? Aqila bakal seperti apa?. Melihat aku saja. Aqila Begitu Shock sampe sakit. Apalagi, Tau kebenaran kalo aku yang membuat Gilang meninggal". Tutur Galih sedih.


"Kalo menurut aku, Bukan salah kamu ko. Gilang meninggal itu sudah takdir. Gilang memberikan jantungnya juga. Itu karena Gilang sayang sama kamu. Walau kamu dan Gilang belum pernah ketemu. Tapi aku yakin Gilang ikhlas memberikan hidupnya untukmu" Tutur Rojak Bijak.


"Mending kamu kasih tau, Aqila yang sebenarnya, mungkin dia bisa menerima" Habibie mulai berbicara.


"Aku takut, Aqila semakin benci sama aku"


"Perasaan kamu sendiri gimana?" Tanya Rojak lagi.


"Aku ga tau, setiap melihat Aqila, jantung ini berdebar. Mungkin ini yang dirasa kan Gilang"


"Gilang, ingin kamu menjaga Aqila" Seru Habibie


"Aku takut. Kalo aku beneran jatuh cinta sama Aqila"


Semua terdiam. Apalagi Reno. Entah apa yang pikirkan Reno saat ini. Yang jelas Reno masih sibuk dengan Lamunannya sendiri.


Sayup sayup, mata Nattan terbuka, perlahan. Ia tak ingat dengan apa yang terjadi. Nattan tak bisa bergerak sama sekali. Kepalanya terasa sakit. Nattan tak ingat apapun.

__ADS_1


Namun Nattan terasa sangat haus sekali. Tenggorokan nya kering sekali.


"Air, Air.." Guman Nattan pelan


Namun tak ada yang mendengar. Nattan merasa sangat kehausan sekali. Tangan dan kakinya tak bisa bergerak. Nattan berusaha mengambil botol minum di samping meja, namun tak terambil. Botol minuman itu keburu jatuh ke Lantai menimbulkan suara yang membuat mereka tersadar. Dan segera masuk ke ruangan Nattan.


Begitu, terkejut nya Mereka berempat saat melihat Nattan yang sudah sadar. Mereka langsung mendatangi Nattan. Memeluk Nattan sambil meneteskan air mata karena terharu.


"Akhirnya kamu sadar Sob" Ucap Habibie merasa bahagia dan meneteskan air matanya Karna senang.


Kalimat pertama yang Nattan ucapkan adalah Air. Dan Rojak pun segera memberikan air dari botol minuman yang terjatuh ke lantai itu. Dan meminumkan ke Nattan.


Benar saja, Nattan begitu haus sekali. Sampai Nattan. Mengabiskan air dalam botol itu. Secepat kilat.


"Kenapa aku ada disini" Tanya Nattan dengan suara serak dan pelan.


"Kamu tak ingat, Nattan" Tanya Rojak lagi.


Nattan mengelengkan kepalanya.


Habibie memceritan semuanya. Kepada Nattan. Sampai menceritakan biaya rumah sakit yang di bayar Galih. Karna teman teman Nattan yang Kere semua.


"Galih, terima kasih. Udah membayar Biaya rumah sakit aku. Aku akan ganti yang kamu. Kalo aku sembuh nanti. Dengan di cicil" ucap Nattan lagi masih dengan suara serak nya.


"Udah ga usah di pikirin. fokus dulu sama kesembuhan kamu. Masalah uang kita pikiran nanti yang penting. Kamu sembuh sehat kembali" Galih mengucapkan itu, sambil tersenyum.


"Terima kasih Galih, aku akan bayar utang ku sama kamu"


"Terserah saja, yang jelas aku ga meminta uangku kembali"


Bersambung.


Jangan lupa like yah...

__ADS_1


__ADS_2