
Galih masih menutup matanya, Galih seperti bermimpi mendengar Aqila menyatakan cintanya pada Galih sambil menangis.
"Galih, aku mohon kamu bangun, Aku akan perbaiki kesalahan aku padamu, Aku ga akan lari lagi bila bertemu denganmu. Aku akan jadi gadis yang baik untukmu, ku mohon bangunlah" pinta Aqila sambil menangis sejadi-jadinya, Mata Aqila sudah bengkak karena, dari tadi menangis.
"Benarkah, apa yang kamu ucapkan Qila?" tanya Galih sambil tersenyum.
Aqila samar-samar mendengar suara Galih antara percaya atau tidak. Aqila terus mengucek matanya, Aqila ga mau kalau ini hanya mimpi untuk Aqila. Aqila benar-benar ingin melihat Galih secara langsung.
"Aku ga mimpikan" guman Aqila masih menangis.
Galih mengelengkan kepala sambil tersenyum. Aqila langsung memeluk tubuh Galih, yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Maafkan aku Galih, maaf" ucap Aqila lirih. Semua rasa sudah bercampur aduk di pikiran Aqila. Namun yang paling senang. Galih telah sadar. Itu sudah mengobati rasa sedih Aqila karna, lelah mencari Galih kemana-mana. Akhirnya menemukan Galih dalam keadaan pingsan.
__ADS_1
Galih tersenyum, Ingin sekali Galih memeluk Aqila namun apa dayanya, Tangan Galih sedang di infus, tak bisa memeluk Aqila. Galih begitu bahagia. Kebahagiaan kini, sudah ada di hadapannya. Selama ini, Galih sudah salah paham pada Aqila. Galih tak akan melepaskan Aqila lagi. Galih ingin menjaga Aqila seperti Gilang yang menjaga Aqila dulu.
Samar-samar Galih seperti melihat batang putih keluar dari ruangannya, bayangan putih itu, Gilang. Gilang memcoba untuk pamitan pada Galih. Gilang sudah tenang sekarang. Karna, Aqila sudah ada yang jaga.
Sarah, Renata, Alea, Reno, Habibie, Nattan, Rojak dan Abdul merasa lega saat Galih sudah siuman. Mereka semua tersenyum. Namun kini, rasa kantuk itu muncul terutama Nattan.
Waktu sudah menunjukan jam 06.00 pagi. Mereka sudah tak bisa masuk kuliah. Keadaan mereka sudah parah. Parah karna, tak tidur semalaman. Mereka bertujuh memutuskan untuk pulang ketempat masing-masing. Mereka sudah tak tahan ingin segera tidur.
Waktu sudah menunjukkan jam 09.00 pagi. Bayu terus menelpon Renata. Namun sama sekali tak di angkat Renata. Tadi Bayu lama menunggu Renata di depan Rumahnya yang di tinggali Renata. Bayu sudah mengklason beberapa kali, namun Renata masih belum keluar. Bayu datang ke kampus. Tak ada Renata juga.
Bayu masih duduk sendiri, Bayi bingung harus menjelaskan nya bagaimana?. Tentang Mamahnya yang sudah memilih Pamela sebagai istrinya nanti. Bayu tak bisa melawan Mamahnya.
Bayu termasuk laki laki yang penurut pada ibunya. Yang di lakukan Bayu kali ini. Tetap saja, pada Akhirnya Bayu akan menuruti keinginan sang Ibu dengan menikahi Pamela.
__ADS_1
Itu, yang tak bisa Bayu bilang pada Renata. Sedalam apapun rasa cinta Bayu. tetap Bayu akan memilih untuk bersama dengan pilihan Ibunya. Bayu jadi bingung harus memulai dari mana?.
Dari jauh, Revan begitu murka melihat Bayu. Bayu sedang duduk sendiri. Revan pun berjalan agak cepat untuk menuju tempat Bayu, Emosinya sudah penuh di atas kepalanya. Sampai di depan Bayu, Revan sudah siap dengan tangan dikepal untuk menonjok Bayu.
Bruk, Bayu langsung jatuh tersungkur di tanah, Revan sudah siap dengan tonjokan kedua namun segera di tangkis Bayu. Bayu yang atlet tinju langsung siap menyerang lawan. Bayu langsung beranjak dari tanah segera menonjok muka Revan berkali-kali. Revan yang tak punya keahlian jatuh tersungkur di tanah. Bayu yang membabi buta menonjok Revan beberapa kali. Sampai seseorang menjerit memangil nama Revan.
"Revan" pangil seseorang dari arah belakang.
Bayu yang sudah berada di atas badan Revan, menoleh kebelakang. Dan segera bangun setelah melihat Sisi sudah menangis. Melihat kondisi Revan sudah babak belur dan wajahnya sudah hancur berantakan dengan darah segar terus mengalir di bagian mulutnya. Mata Revan sudah benjol karna, Bayu benar-benar tak memberi ampun pada Revan. Wajah Revan sudah memar warna ungu di mana-mana.
Bayu berpaling melihat Revan seperti itu, Bayu sendiri hanya memar di bagian bawah bibirnya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like yah
Mampir juga ke novel Author yang lain, " Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Harus Indigo" Terima kasih.