KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Dua Puluh Tujuh.


__ADS_3

Preman preman itu, masih belum mau menyerah. Walau sudah datang bala bantuan. Mereka masih terus menyerang tak membiarkan Nattan Lolos. Baku hantam antara Meraka masih terjadi. Walau masih belum seimbang. Tiga lawan 10 orang. Namun Aqila dan Galih begitu hebat dalam segi bertarung. Nattan lawan 4 orang..Aqila dan Galih lawan tiga lawan satu.


Mereka masih belum menyerah. Walau mereka sudah babak belur. Nattan Aqila dan Galih sudah lelah tapi mereka masih terus menyerang. Sampai terdengar suara sirine polisi. Membuat preman preman itu kabur lari tunggang langgang.


Nattan tiba tiba abruk tak sadar kan diri. Aqila dan Galih langsung mengangkat tubuh Nattan yang sudah lemas.


Ternyata Sirine polisi itu. Dari ponsel milik Reno. Reno tak bisa berkelahi seperti Aqila dan Galih. Makanya Reno mendonwlod sirene polisi di ponsel nya agar preman preman itu kabur.


Reno langsung menelpon Ambulance karna Kondisi Nattan yang sudah penuh dengan luka di wajah nya yang sudah membiru akibat pukulan dari preman preman itu.


Pipi kanan kiri Aqila berwarna merah karna pukulan dari preman preman itu. kepala belangnya mengeluarkan darah. Karna pukulan benda keras oleh salah satu preman itu. Bersamaan mulutnya yang sudah berwarna ungu mengeluarkan Darah karna pukulan preman yang bertarung dengannya. Namun Aqila masih kuat untuk berdiri pukulan di belakang kepala tak terlalu parah karna keburu Galih datang.


Galih hanya terluka di mulut nya saja. Tak terlalu parah.


Sampai di rumah sakit. Nattan benar benar harus di rawat. Luka di kepala dan di bagian perutnya sangat parah. Membuat Nattan belum sadarkan diri sampe sekarang.


Aqila sendiri harus di rawat inap karna luka di kepalanya ternyata cukup serius. Tak seperti perkiraan Aqila yang luka ringan.


Teman teman Aqila begitu kuatir karna Aqila belum pulang. Sampai Aqila menelpon ia berada di rumah sakit.


Teman teman Aqila langsung ke rumah sakit. Begitu mendapat kabar dari Aqila. Sampai di rumah sakit ternyata Habibie Rojak dan Reno sudah berada di sana dan juga Galih. Galih menceritakan semuanya. Walau Galih tak tau jelas kejadian nya.


Nattan masih di ruang AICU karna kondisinya yang parah. Perlu penanganan khusus.


Teman teman Aqila langsung memeluk Aqila begitu sampai di rumah sakit. Mereka sangat kuatir pada Aqila.


"Kamu kenapa bisa disini?" Tanya Sarah kuatir


"Aku nolongin Nattan. Dia di hajar oleh preman preman. Aku ga bisa diem aja jadi penonton, Jadi aku bantu dia" Ucap Aqila.

__ADS_1


"Nattan, Siapa?" Tanya Alea tak tau laki laki yang bernama Nattan.


"Dia temennya Reno. Tapi Dia juga teman aku si sanggar Karete, Kita menang ga saling kenal tapi aku tau dia." Ucap Aqila.


"Terus sekarang Nattan dimana?" Tanya Renata.


"Dia masih Di AICU. Aku ga tau, keadaan nya gimana. Tapi dia terluka parah. Mudah mudahan Dia baik baik saja. Walau dia jadi karete kalo lawanya 10 orang ya tetep kalah juga" Ucap Aqila kuatir dengan Nattan.


"Wah, tindakan kriminal tuch. Tempat itu, ada Camera sisi tivi ga. Biar kita lapor polisi. Biar di tindak lanjuti kejadian ini. Takut menimpa yang lain" Ucap Alea serius.


"Kayanya Mereka memang mengincar Nattan dech. Mereka tau, tempat yang sering Nattan datangi. Tempat itu biasanya aman. Tak pernah ada tindakan kejahatan. Makanya ga ada Camera sisi tivi. Mereka sengaja nyari tempat yang sepi buat ngehajar Nattan habis habisan. Ini pasti preman suruhan" Tutur Aqila berpikir tentang perhitungan nya Tentang preman preman itu.


Sarah sedari tadi terdiam. Kenapa Sarah jadi kepikiran laki laki itu yah. Laki laki yang membuatnya resah setiap hari. Laki laki yang tak tau namanya siapa?.


"Sar, liat keadaan Nattan yuu" Ajak Renata.


"Aku ikut, aku juga ingin tau. Kondisi Nattan." Seru Alea.


"La, kamu ga apa apa Sendiri?" Tanya Sarah.


"Aku ga apa apa? Liat sana keadaan Nattan aku juga kuatir nihh" Seru Aqila.


Mereka bertiga pun pamit. Meninggalkan Aqila di ruangannya sendiri.


Terlihat Galih, masih duduk di kursi ruang inaf Aqila. Entah apa yang dipikirkan nya. Galih hanya duduk sendiri.


Sarah pun menepuk punggung Galih sebelum pergi melihat Nattan. Galih pun menoleh ke arah Sarah.


"Aku tau, kamu kuatir sama Aqila. Temui dia. Kita sengaja ninggalin Dia sendiri untuk ngobrol sama kamu" Ucap Sarah. sambil tersenyum.

__ADS_1


Alea dan Renata pun menganguk mengizinkan Galih menemui Aqila.


Sarah, Alea Dan Renata pun berjalan ke ruang AICU untuk melihat keadaan Nattan yang di Tolong Aqila.


Aqila membaringkan tubuhnya di ranjang ruang inaf rumah sakit. Tangan kanannya di infus. Dan Kepala di balut perban. Kepala Aqila mulai terasa sakit sekarang. Harus nunggu hasil rongsen dulu untuk memastikan tindakan pada kepala Aqila. Harus dioperasi atau tidak. Karna kepala belakang Aqila terus terusan mengeluarkan darah segar.


Galih beranjak. Berdiri di ruang inaf Aqila. Galih ingin masuk. Tapi takut Aqila mengusir nya. Tapi Galih juga ga bisa diam saja. Melihat Aqila seperti ini.


Dengan membuang ragu dalam hati. Galih membuka pintu kamar inaf Aqila. Rasa kuatirnya lebih besar dari pada rasa takutnya. Galih ingin memastikan keadaan Aqila dengan mata kepalanya sendiri.


Aqila berusaha memejamkan matanya. Kepalanya terasa pusing sekali. Mungkin terlalu banyak darah yang keluar dari kepala Aqila. Aqila menutup matanya walau tak tidur.


Galih masuk pelan pelan. Karna Galih melihat Aqila menutup matanya. Galih menutup pintu kamar inaf Aqila begitu pelan. Sampai tak kedengaran suara sedikit pun. Galih tak mau menggangu Aqila. Galih hanya ingin melihat keadaan Aqila secara langsung.


Pelan pelan Galih berjalan mendekati Aqila. Aqila mendengar suara langkah kaki. Aqila melihat Galih yang sedang berjalan kearahnya. Aqila pura pura menutup matanya.


Hatinya berdebar begitu kencang saat Galih berada di dekatnya. Aqila tak bisa menepis rasa dalam hatinya. Yang berdebar untuk yang kedua kalinya untuk seorang Galih. Hat Aqila begitu Gelisah.


Hatinya bertanya tanya mau apa Galih masuk ke kamar rumah sakit.


Galih tau, Aqila pura pura tidur. Galih melihat Aqila membuka matanya tadi. Namun Galih juga berpura pura tak tau kalo Aqila tak tidur hanya berputa pura.


Galih langsung duduk di samping Aqila. Dilihatnya dari dekat wajah Aqila. Wajah cantik Aqila masih terlihat cantik walau wajahnya bengkak karna pukulan preman preman itu.


Galih merasa kesal sekali dengan preman preman itu. Yang memukul Aqila tanpa ampun. Tanpa terkecuali. Walau Galih datang terlambat. Namun Galih merasa beruntung sudah membantu Aqila. Sehingga membuat Galih bisa lebih dekat melihat wajah Aqila.


Bersambung.


Jangan lupa like yah..

__ADS_1


__ADS_2