
Sarah masih melamun sendiri, Entah kenapa? Hati Sarah memikirkan laki laki itu, Laki laki yang entah siapanya namanya. Sarah tak bisa mengingat Nama dari laki laki itu yang menganggu pikiranya. Namun karna laki laki itu, konsentrasi Sarah menjadi teralihkan. Ada apa dengan hatinya. Kenapa begitu mudahnya goyah. Hanya karna satu laki laki. Sarah ingin menepis rasa itu. Tapi rasa itu begitu kuat sampai Sarah tak bisa berpikir lagi.
Aqila menguyur tubuhnya dengan Shower di kamar mandi. Matanya keluarkan tetesan air mata yang membuatnya sakit. Laki laki yang bernama Galih itu, Mengingatkanya pada Dia. Cintanya yang sudah lama sekali Sarah kubur dalam dalam. Kenapa wajah nya begitu mirip dengannya?. Mirip sekali dengan Gilang. Seseorang yang sudah membuat Aqila berani memcintai seorang laki laki. Namun harus mirip Gilang. Aqila masih menangis di kamar mandi.
Aqila, sudah kedinginan. Badanya sudah mengigil. Dan wajahnya sudah pucat. Aqila tak ingin keluar di kamar mandi hatinya begitu sakit untuk melihat kembali wajah yang sama dengan Gilang. Air dari Shower masih menguyur tubuh Aqila yang masih berjongkok sambil menangis. Aqila merasa serapuh ini. Aqila tak bisa menahan lagi. Badanya yang sudah dingin masih lebih dingin hatinya yang sudah membeku. Begitu lama, Hatinya membeku. Tapi kali ini. Melihat Wajah itu, membuat Aqila merasa sakit. Rasa di dalam hatinya begitu menguras pikiranya.
Alea,membaca Buku yang di pinjam dari perpustakaan di kamarnya.
"Duch, aku tak mengerti ini. Tanya Aqila akh" Guman Alea.
Alea pun, keluar kamarnya. Dan langsung masuk kamar Aqila yang tak di kunci. Mereka berempat memang selalu keluar masuk kamar mereka masing masing tanpa ada privasi sama sekali.
"Qila, qila" panggil Alea.
Tak ada jawaban sama sekali, terdengar suara Swower di kamar mandi. Suara air yang mengalir deras.
"Qila, kamu lagi mandinya?" Tanya Alea. Namun tak ada jawaban sama sekali di kamar mandi.
"Qila" panggil Alea lagi. Tapi tetap tak ada jawaban.
Alea pun, bangkit dari kasur Aqila dan langsung membuka pintu kamar mandi yang tak di kunci. Begitu terkejutnya Alea, Saat di lihat nya, Aqila sedang terkapar di kamar mandi. Aqila masih telanjang dan terlihat pingsan di kamar mandi.
__ADS_1
"Aaa" Teriak Alea. Membuat Sarah dan Renata langsung mencari sumber suara itu. Ternyata di kamar Aqila. Saat Sarah, dan Renata membuka pintu kamar Aqila. Terlihat Alea sedang berusaha mengangkat Aqila yang pingsang di kamar mandi.
Sarah dan Renata pun membantu, Alea yang susah payah menggangkat tubuh Aqila yang masih polos tanpa pakaian ke ranjang tempat tidur Aqila.
Sarah langsung memakaikan pakaian yang hangat untuk Aqila. Karna Aqila sudah menggil kedinginan. Dan Badanya mulai panas bibirnya sudah memburu. Dan Renata segera menelpon Dokter untuk memeriksa Aqila yang sudah gemetar menahan dingin di tubuhnya. Walau sudah memakai selimut yang tebal.
"Apa yang terjadi pada Qila, Le?" Tanya Sarah. Saat Sarah sudah memakaikan baju hangat untuk Aqila.
"Aku ga tau, Sar, Tadi aku mau menanyakan tentang buku yang aku pinjaman di perpustakaan. Aku masuk kamar Aqila. Di kamar mandi terdengar suara air. Aku mengira Aqila sedang mandi. Aku Panggil panggil Aqila. Tapi Aqila tak menjawab. Saat aku buka pintu kamar mandi. Aku dah liat Aqila pingsan di kamar mandi. Makanya Aku teriak" Tutur Alea menjelaskan.
"Bentar lagi, dokter datang. Aku liat tadi baik baik saja, Sekarang malah pingsan di kamar mandi, Sebenarnya apa yang terjadi sih?" Seru Renata yang sudah menelpon dokter dan duduk di samping ranjang Aqila.
Sarah duduk di sebelah kanan Aqila. Alea duduk di Sebelah kiri Aqila dan Renata duduk di dekat kaki Aqila.
Alea dan Renata mengganguk. Mereka berpikir dalam pikiran Masing masing. bertanya tanya dalam hati mereka. Aqila bukan wanita yang rapuh seperti ini. Pasti ada sesuatu yang membuat Aqila seperti ini.
Beberapa saat kemudian. Dokter Lisa datang. Aqila sudah siuman sekarang. Dokter Lisa memeriksa keadaan Aqila. Tak ada yang perlu di Kuatirkan. Aqila hanya kecapean. Terus terlalu lama di kamar mandi dan membuatnya Aqila panas dingin. Dan masuk angin. Tapi tak ada yang serius. Hanya masuk angin biasa. Itu yang di ucapkan Dokter Lisa.
Renata pun, mengantar Dokter Lisa keluar setelah memeriksa Aqila.
Aqila, menggigil Badannya panas sekali. Membuat Sarah kuatir. Sarah tak bisa bertanya pada Aqila tentang apa yang terjadi. Karna Badan Aqila masih sakit.
__ADS_1
Sarah, Alea dan Renata memutuskan untuk tidur di kamar Aqila. Untuk menjaga Aqila. Mereka begitu kuatir dengan keadaan Aqila. Makanya mereka menjaganya bersama sama. Sebagai Sahabat yang saling menyayangi satu sama lain. Mereka bertiga saling menjaga.
Setelah minum obat. Aqila langsung tertidur. Sarah masih mengompres Aqila. Renata masih memeriksa Panasnya Aqila dengan termometer. Dan Alea memijat kepala dan seluru tubuh Aqila. Karna Alea tau, Sangat Enak di pijat seperti ini. Bila sedang keadaan sakit. Dulu Ibu Angkatnya sering memijat Alea kalo Alea sedang sakit. Rasanya enak sekali. Membuat tubuh jadi ringan. Dan ini juga, Yang di lakukan Alea untuk sahabatnya Aqila..
Esoknya, Panas tubuh Aqila sudah mulai turun. Aqila membuka matanya, perlahan. Aqila sendiri tak sadar dengan apa yang terjadi. Seingatnya Aqila sedang mandi. Terlihat ketiga Sahabatnya masih tertidur disampingnya.
Aqila Tersenyum, Aqila sangat bersyukur mempunyai teman teman yang begitu menyayanginya. Mereka bertiga sahabat terbaik Aqila. Mereka bertiga selalu ada di saat Aqila sedang membutuhkan nya. Dan Aqila mulai meneteskan air matanya lagi. Aqila mulai teringat lagi dengan Laki laki itu. Yang mirip sekali dengan Dia.
Samar samar, Sarah mulai membuka matanya. Sarah begitu bahagia melihat Aqila sudah Siuman. Sarah langsung memeluk Aqila sambil menangis. Sarah benar benar takut dengan keadaan Aqila kemarin.
Sarah menangis begitu kencang membuat kedua temanya terbangun. Renata dan Alea. Meraka pun tersenyum melihat Aqila sudah sadar dan duduk di ranjang tempat tidurnya. Alea dan Renata pun langsung memeluk Aqila.
Aqila meneteskan air matanya.
"Aku ga apa apa?" Gumanya Karna baru kali ini. Aqila memperlihatkan dirinya yang rapuh. Bahkan sangat rapuh. Sampai membuat ke 3 temanya begitu kuatir pada Aqila.
Mereka masih berpelukan merasa bahagia dan semua rasa bercampur menjadi satu. Sebuah persahabatan yang begitu indah. Membuat setiap orang yang melihat pasti cemburu dengan kedekatan mereka yang membuat Iri.
Mereka selalu saling menjaga satu sama yang lain. Membuat mereka merasa tak sendiri. Membuat Mereka kuat. Karna saling memiliki satu sama lain.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like yah..