
Mili di buat terpukau dengan ketampanan Qian yang begitu menawan. Mili tak menyadari kalo laki laki yang sedang bersamanya ini. Laki laki yang dulu Mili hina dan kerjai habis habisan bersama Sisi.
Sisi langsung mendatangi Mili, begitu melihat Mili sedang berjalan jalan di sekitar kampus bersama Qian.
"Kakak" pangil Sisi, sambil melambaikan tangannya.
Mili melihat Sisi tak suka. Dua kakak adik nya berbeda satu tahun ini. Memang tak pernah akur. Dari dulu sampai kecil. Mereka terus ribut karna masalah sepele. Apalagi sekarang, keributan mereka selalu di picu oleh cowo.
"Hay kak" sapa Sisi, bersikap ramah karna Mili sedang berjalan, bersama Qian.
Mili tersenyum masam. Mili benar benar malas melihat adiknya ini. Sedangkan Qian tersenyum pada Sisi. Membuat Sisi juga terkesima melihat Qian.
Qian benar benar tampan, membuat setiap gadis, tak melepaskan pasangnya dari Qian. Membuat Qian merasa sedang. Karna sekarang Qian jadi pusat perhatian. Tak ada penghinaan lagi untuk Qian. Seperti 3 tahun yang lalu. Yang ada, semua terpukau karna ketampanan Qian.
"Kak, kenalin dong!" seru Sisi, mulai tertarik pada Qian. Yang sedari tadi sudah menyukai Qian.
Dengan rasa malas. Mili pun memperkenalkan Qian. Mili benar benar tak suka dengan sikap Sisi yang sok kecentilan di hadapan Qian. Mili sudah berpikir. Kalo Sisi ga boleh deket deket Qian.
Qian tersenyum palsu. Jauh di dalam hatinya. Qian begitu muak dengan Mili dan Sisi. Dua manusia ini. Sungguh membuat Qian semakin membenci mereka. Qian sudah berjanji dalam hatinya. Akan membalas setiap hal yang sudah Mili dan Sisi lakukan pada Qian dulu. Dan untuk Qian sekarang. Balas dendam itu, begitu indah sekali. Dan balas dendam itu, di mulai dari sekarang.
Dari jauh, Renata melihat Qian bersama Mili dan Sisi. Renata yakin, kalo yang di lihatnya itu Qian. Teman SMAnya dulu. Namun Renata, harus memastikan dulu. Apakah itu benar benar Qian. Atau orang lain yang terlihat mirip Qian.
Karna yang Renata tau, Qian itu, laki laki yang bertubuh gemuk. Bukan Qian yang tampan yang seperti di lihatnya sekarang. Namun wajah itu, terlihat begitu mirip Qian. Itu yang di pikirkan Renata saat ini.
__ADS_1
"Re, Renata" pangil Bayu. Karna melihat Renata sedari tadi melamun.
Renata menoleh dan tersenyum melihat Bayu.
"Apa yang kamu pikirkan, Sayang?" tanya Bayu.
Renata mengelengkan kepalanya. Namun pandangannya masih tertuju pada Qian, Mili dan Sisi. Membuat Bayu mengikuti arah pandangan Renata yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Kamu suka juga ma Qian Re...!" seru Bayu sedikit kecewa. Karena, Qian menang begitu Tampan dari Bayu. Yah itu menurut Bayu. Padahal Bayu itu, Begitu tampan seperti opa opa Korea. Dengan kulit yang putih. Hidung yang mancung. Mata sipit dan bibir yang mungil. Percis, aktor Korea. Membuat Bayu beda sendiri. Bayu menang keturunan Cina. Makanya wajah Bayu itu, oriental banget. Tak salah kalo mirip orang Korea. Walau aslinya, warga negara Indonesia.
Renata tersenyum, dan agak terkejut saat Bayu menyebut nama Qian. Renata berpikir lagi. Nama laki laki itu, Qian. Namun Renata tak bisa berpikir. Kalo Qian temannya dulu. Bisa berubah, setampan itu.
"Kamu kenal dia?" tanya Renata memastikan.
"Apakah, Qian pernah gemuk?" tanya Renata serius.
Bayu, mengerutkan keningnya. Dari mana, Renata tau. Tentang masa lalu Qian. Tak ada yang tau Qian pernah gemuk selain teman SMA nya dulu. Bayu berpikir mungkinkah Renata teman SMA yang di ceritakan Qian. Yang selalu bersikap baik. Pada Qian, adalah Renata dan Alea yang Bayu kenal saat ini.
"Dari mana kamu tau, Re?" tanya Bayu, makin penasaran dengan, Apa yang Renata tau, tentang Qian.
"Waktu SMA aku dan Alea. Punya temen yang namanya Qian. Tapi dia begitu gemuk. Aku hanya ingin memastikan, Dia Qian yang itu. Apa orang lain yang kebetulan sama namanya" jawab Renata, menjelaskan semuanya.
Bayu tersenyum lega. Ternyata, Renata hanya memastikan dengan temanya yang dulu waktu SMA. Ha, Bayu sudah malu sendiri. Menuduh Renata menyukai Qian. Padahal Renata, hanya ingin tau. Dan memastikan kalo, Qian teman SMAnya dulu.
__ADS_1
"Iya, dia Qian teman SMA mu. Qian sering cerita tentangmu dan Alea. Aku tak menyangka, Renata yang Qian ceritakan dulu itu. Adakah Renata yang ini. Yang sekarang jadi Cewe aku" tutur Bayu sambil tersenyum.
Renata tersenyum malu. Bayu selalu memuji Renata secara berlebihan membuat Renata jadi ke-Gr-an sendiri.
"Waw, jadi benar itu Qian. Waw sekarang dia tampan sekali. Aku terkejut dengan perubahan Qian yang begitu drastis" puji Renata.
Membuat Bayu cemberut. Renata menyadari perubahan sikap Bayu.
"Tapi, aku tetep suka Bayu kok. Walau Qian lebih tampan sekarang" guman Renata lagi.
Mendengar ucapan Renata ini. Membuat Bayu tersenyum sumeringah. Bayu hanya takut saja. Kehilangan Renata. Bayu begitu menyukai Renata. Bayu, akan memperkenalkan Renata pada orang tuanya. Walau masih kuliah. Bayu sudah ingin menikah dengan Renata. Bayu ingin Renata yang menjadi istrinya kelak. Makanya Bayu begitu tak ingin kehilangan Renata sekarang.
Di sisi lain, Revan begitu murka dengan Renata dan Bayu. Walau bagaimana pun?. Revan masih tak terima kalo, Renata bersama laki laki lain. Revan sadar betul. Salahnya yang udah menduakan Renata. Tapi Revan, tak rela bila Renata bersama laki laki lain. Revan merasa kehilangan. Revan menyesal ingin memperbaiki kesalahannya, pada Renata. Untuk memulai dari awal hubungan mereka yang sempat putus. Namun sekarang, Renata sudah bersama Bayu.
Bayu dan Renata begitu mesra mengalahkan pasangan lain. Sedangkan Sarah, hanya bisa melihat itu. Sarah sendiri, masih bingung dengan hatinya. Begitu juga dengan Nattan. Nattan hanya bisa melihat Sarah dari jauh. Nattan benar benar tak bisa melupakan Sarah. Semakin, Nattan memcoba melupakan Sarah. Semakin sulit bagi Nattan untuk melupakan perasaan nya yang semakin hari semakin dalam.
Di tempat lain, Galih masih mengurung diri di kamar. Galih masih merasakan kekosongan dalam hatinya. Kamar Galih begitu gelap. Galih tak membiarkan cahaya masuk dalam kamarnya. Galih mencoba merenungkan dirinya sendiri dalam ke gelapan kamarnya dan juga hatinya. Galih benar benar merasa hampa. Ada yang hilang dari diri Galih sekarang. Merasa kosong. Begitu juga dengan. Aqila yang terus terusan menangis karna tak bisa menemukan Galih. Aqila menyadari perasaan nya sekarang. Aqila tak ingin kehilangan Galih sekarang. Seperti kehilangan Gilang dulu.
Bersambung...
Terima kasih yah, udah mendukung dan membaca karya Author sampe Chapter ini. Author minta ucapan Selamat tahun baru dong, buat karya Author yang ini. Author sangat berterima kasih bila kalian mau mengucapkan Selamat tahun baru pada Author. Terima kasih sebelumnya, jangan lupa like nya sama mampir juga sama Novel Author yang lain "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih
__ADS_1