KISAH KITA

KISAH KITA
Episode 133 Permintaan Zain


__ADS_3

Zayna dan Zaky melototkan matanya, tatapan membunuh mereka layangkan untuk Zain. Kenapa Zain bisa berkata seperti itu? Mungkin begitu pikiran Zayna dan juga Zaky.


"Kenapa begitu? Lagi pula, aku tak butuh izinmu. Hanya butuh restu dari Zayna dan juga Ibu," suara Zaky sudah kesal terdengar.


"Ya... pokoknya gak bisa aja! Ngeyel banget sih, mana ada orang yang melamar ngeyel kaya gini," jawabnya tak mau kalah.


"Heh! Mana ada kakak ipar yang ikut campur sama urusan adik iparnya!" hardik Zaky, mereka besitegang. Zayna dibuat pusing oleh kelakuan mereka.


"Sudah cukup! Kalian ribut aja kaya anak kecil. Zaky, kamu boleh datang ke rumah bersama keluargamu. Diterima atau tidaknya, itu urusan Greyna." Kata Zayna menengahi. Dan akhirnya kedua orang itu saling diam, namun mata mereka saling melotot tajam.


*****


Zain masih kesal dengan keputusan istrinya, ia menatap Zayna lamat-lamat. Yang ditatap sedang asyik membaca novel sembari bersandar ke kepala ranjang.


"Sayang..." panggilnya manja.


"Iya Sayang, ada apa sih? Kamu dari tadi siang cemberut aja," jawabnya santai.


"Masa sih si Zaky jadi adik ipar aku? Gak ada yang lain lagi apa!" mulai kesal level dua.


"Kamu maunya Zaky jadi siapanya kita? Jadi suami kedua aku, gitu?" candanya sukses membuat Zain semakin merajuk.

__ADS_1


"Zayna ihh... gak lucu tahu? Kamu nyebelin!"  merajuk sudah tingkat dewa.


Zayna menutup bukunya, ditatapnya suaminya yang sedang marah. Bibirnya tak henti menggerutu pelan. Zayna terkekeh melihat wajah lucu suaminya.


"Kamu kenapa gak setuju kalau Zaky menikah dengan Greyna?" tanya Zayna lembut, tangannya meraih jemari Zain.


"Mm... karena berarti setiap hari dia bakalan lihat wajah kamu. Aku gak suka, biar gimanapun dia sempat menyukaimu," jelasnya seraya merebahkan kepalanya di pangkuan Zayna. Zayna tertawa mendengar alasan konyol suaminya.


Ternyata cemburunya masih berkelanjutan. Entah kenapa, beberapa hari ini Zain sangat manja. Gampang merajuk, senang, bahkan sedih. Moodnya benar-benar luar biasa diluar dugaan.


"Kok kamu ketawa sih?" alisnya bertaut, tak terima ditertawakan istrinya.


"Iya juga sih, kenapa aku gak kepikiran ke sana ya?" katanya pada diri sendiri.


"Jangan cemburu berlebihan kaya gini Mas, percayalah, aku hanya mencintai kamu. Tak ada yang lain," ucapnya seraya mencium pipi Zain.


Zain tersenyum bahagia, kata-kata itu sangat jarang sekali Zayna ucapkan.


Dia sangat bersyukur, Zayna bisa terlepas dari masa lalunya, dan bisa menerimanya dengan tulus.


Zain menjadi teringat kembali dengan rasa penasarannya tentang Alvian. Lelaki yang dicintai Zayna dulu.

__ADS_1


Jika kemarin-kemarin Zain sempat ragu untuk menanyakannya, namun malam ini, dia sudah yakin. Istrinya pasti sudah baik-baik saja dan mau untuk bercerita.


"Honey... aku mau tanya, tapi kamu janji jangan marah," ucapnya ragu.


"Kamu mau tanya apa?" Jawabnya cepat, diusapnya kepala Zain lembut.


Hatinya menjadi berdebar-debar. Menunggu pertanyaan dari suaminya.


"Bisakah kamu ceritakan tentang Alvian?"


Zain menatap Zayna lamat-lamat, memperhataikan mimik wajah istrinya. Zayna terlihat biasa saja, ia menghembuskan nafas pelan.


"Beneran kamu mau dengar? Nanti, jadi kamu lagi yang marah," jawabnya menggoda Zain.


"Iya sayang, aku janji gak akan marah. Dari dulu, aku penasaran sekali tentang dia. Siapa sih laki-laki yang bisa membuatmu jatuh cinta sampai sulit untuk bangkit lagi," katanya antusis.


"Mm... baiklah, aku akan cerita. Tapi kamu jangan menyela sebelum aku selesai cerita."


"Iya Sayang, aku janji akan menjadi pendengar yang baik dan benar," candanya seraya mencubit gemas pipi Zayna.


Zayna menatap lurus ke depan, tangannya tak berhenti mengusap kepala Zain penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2