KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Empat Puluh Delapan.


__ADS_3

Revan masih menatap Renata. Memohon untuk kembali padanya lagi. Namun Renata bersikeras menolak Revan.


"Aku mohon Re, kembali lah padaku!" pinta Revan lagi, memohon lebih keras, matanya sudah berkaca kaca. Revan sudah menyesal. Renata tetap dalam pendirian nya. Renata sudah tak peduli lagi.


Tanpa rasa kasihan, Renata pergi begitu saja. Melaju dengan motornya. Revan masih berdiri di tempat, Revan benar benar tak bisa melepaskan Renata begitu saja.


Seseorang menepuk punggung Revan dari belakang. Revan menoleh. Revan begitu malas melihat, wajah gadis ini. Gadis yang sudah membuat Renata pergi meninggalkan nya.


Sisi melihat Revan. Dengan rasa cintanya yang teramat besar. Sisi melakukan segala cara. Untuk bersama Revan. Revan menang jadi miliknya. Tapi tidak dengan cintanya. Revan masih tetap mencintai Renata.


Revan melangkah maju, Sisi memeluk Revan dari belakang.


"Aku mohon, jangan pergi dari hidupku, Aku sangat mencintaimu" guman Sisi, meneteskan air matanya. Rasa cinta Sisi terhadap Revan. Sudah membutakan mata dan hatinya. Sisi sudah tak peduli lagi. Dengan harga dirinya.


Revan melepaskan tangan Sisi, yang memeluk Revan dari belakang. Dan melangkah maju. Revan menang tak pernah mencintai Sisi. Revan hanya suka pada tubuh Sisi. Itu saja. Yang Revan sukai, tidak lebih dari itu. Karna dari dulu Revan hanya mencintai Renata. Memcintai Renata yang tak pernah Revan sentuh. Hanya mencium kening saja.


Hanya dengan Sisi, Revan melakukan lebih dari seorang kekasih. Revan tak pernah bilang cinta pada Sisi. Revan dan sisi sudah melakukan hubungan lebih dari sepasang suami istri.


"Apakah aku tak berarti di matamu Revan?" bentak Sisi murka. Sisi begitu sakit hati atas perlakuan Revan yang sudah bertindak seenaknya. Revan, benar benar tak menghargai Sisi.


Revan tak peduli, Revan terus melangkah maju. Revan tak ingin melihat Sisi.

__ADS_1


"Apakah, yang terjadi di antara kita, tak berarti sama sekali di matamu?" bentak Sisi lagi. Membuat orang orang sekitar jadi memperhatikan Revan dan Sisi.


Revan menyadari, kalo dirinya dan Sisi sudah jadi pusat perhatian. Revan menoleh, dan menarik tangan Sisi. Untuk segera pergi ketempat yang lebih sepi lagi. Revan tak ingin jadi bahan gosip seisi kampus.


Sisi, menghempaskan tangan Revan.


"Kamu malu, jika semua orang tau, apa yang terjadi di antara kita" guman Sisi, masih teriak. Sisi ingin semua orang mendengar seperti apa Revan itu. Laki laki yang bagaimana Revan itu. Sisi ingin bilang pada Dunia. Kalo Revan, bukan manusia yang baik. Manusia yang bertindak egois. Yang mempermainkan hati seorang wanita.


Revan sudah hancur reputasi nya. Semenjak putus dengan Renata. Revan tak di pandang baik lagi. Revan sudah di cap, sebagai laki laki tukang selingkuh.


Revan menoleh ke arah sisi. Ada rasa sesal di hati Revan, karna bisa terayu oleh Sisi. Sisi memang cantik dengan badan rampingnya bak artis Korea. Namun tetap saja, Revan hanya mencintai Renata.


"Kamu, ga bisa buang aku gitu aja. Aku sudah, melakukan semua yang aku bisa. Semua yang kamu mau, aku sudah berikan. Apa kurang aku" tutur Sisi sudah banjir air mata. Hatinya sudah terlanjur sakit. Revan benar benar tak pernah menganggap Sisi ada.


Revan mendekati Sisi, " Kurang kamu, yaitu kamu murahan" bisik Revan pergi gitu aja. Meninggalkan Sisi yang sudah sedari tadi menangis.


Sisi berteriak. Hatinya begitu sakit. Revan dan Renata yang akan membayar rasa sakit hati ini. Semua akan Sisi balas. Berlipat lipat, dari rasa sakitnya hari ini.


Qian tersenyum jahat. Melihat Sisi. Tanpa campur tanganya. Sisi sudah kena karma. Qian tinggal menambah bumbu bumbu. Agar Sisi dan Mili merasakan apa Qian rasakan dulu. Qian belum melakukan apa apa. Namun sebentar lagi, Qian akan membuat pertunjukan yang akan Sisi dan Mili ingat seumur hidup mereka. Qian tak peduli, dengan Sisi yang masih menangis.


Mili buru buru berjalan ke arah Sisi. Sisi sudah jadi bahan tontonan. Mili segera membawa Sisi pergi dari situ.

__ADS_1


Sarah yang belum pulang. Melihat pertunjukan itu, drama yang Sisi lakukan. Membuat Sarah berpikir. Sisi benar benar tak punya harga diri.


Sepasang mata Sarah dan Nattan bertemu, Saat Sarah melihat ke arah kanan. Sarah tak menyadari kalo sedari tadi Nattan melihat Sarah. Sarah tertunduk, dadanya berdegup begitu kencang. Begitu juga Nattan, yang sudah dari tadi berdebar.


Dua orang manusia ini, sedang jatuh cinta. Namun mereka tak bisa bersama. Jangan kan bersama, bertatapan saja, Sarah dan Nattan tak bisa. Sarah tak bisa terlalu lama, menatap Nattan. Begitu juga Nattan, yang tak bisa melihat Sarah terlalu lama.


Hati Nattan dan Sarah. Sudah merasakan sakit. Dengan melihat satu sama lain. Membuat Sarah dan Nattan, tenang. Sarah maupun Nattan, tak bisa meminta lebih. Sudah cukup dengan memendam rasa cinta itu di dalam hati mereka masing masing. Walau tak bisa di ungkapkan. Namun Sarah ataupun Nattan sudah merasa bersyukur dengan perasaan nya. Yang terasa indah. Walau hanya cinta dalam hati.


Lama Sarah dan Nattan saling menatap. Tatapan sendu dari sepasang mata Nattan dan Sarah. Dua orang manusia yang saling jatuh cinta namun tak bisa bersama.


Abdul menyadari, Nattan dan Sarah saling menatap. Abdul sudah menyerah begitu terlihat rasa cinta di mata Sarah untuk Nattan. Pemuda bertubuh gempal ini. Sudah sejak lama menyukai Sarah.


Abdul memang tak pernah bilang pada Sarah. Abdul terlalu takut di tolak Sarah. Abdul sadar diri. Gadis secantik Sarah. Tak mungkin bisa jatuh cinta pada Abdul yang seperti bola atau baso. Bulat kaya buntelan kentut.


Melihat Sarah dan Nattan. Abdul jadi Sedih. Abdul menyadari, perbedaan mereka sudah begitu jelas. Sarah langsung pergi. Sarah sudah terlalu lama menatap Nattan. Rasanya Sarah sudah berbuat dosa. Nattan berpaling, air matanya tak berhenti keluar. Hatinya begitu sakit. Karna hanya bisa memcintai gadis secantik Sarah. Untuk di simpan dalam hatinya saja. Perbedaan itu, terlalu besar. Hingga tak akan mungkin bisa bersama.


Sarah juga tanpa sadar meneteskan air matanya. Sarah menghapus air matanya. Sarah ataupun Nattan sama sama sakit hati. Karna tak bisa bersama. Untuk bisa mengungkapkan rasa cinta masing masing. Baik Nattan atau pun Sarah. Tak bisa menyalahkan siapapun. Atas rasa cinta dalam hati mereka yang sudah terlanjur dalam. Sarah dan Nattan. Tak bisa melupakan rasa cinta itu, dalam hati mereka berdua. Itu yang membuat Sarah dan Nattan merasa hatinya begitu sakit. Karna perbedaan itu. Yang harus Sarah dan Nattan lepaskan rasa cinta itu dalam hati mereka masing masing.


Bersambung..


Terimakasih kasih karna setia menunggu untuk Up. Maaf bila sering terlambat. setelah membaca tinggalkan like yah buat Author. Mampir juga ke novel author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo". Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2