
Aqila masih memperhatikan Galih. Ada hal yang dipikirkan Galih. Galih berpaling, melihat ke sekitar. Galih tak sadar kalau Aqila masih memperhatikan Galih. Aqila sedari tadi, memperhatikan Galih. Aqila tersenyum saat Galih melihatnya.
Galih menggaruk-garuk kelapanya yang tak gatal. Galih baru menyadari, kalau sedari tadi Aqila memperhatikan Galih.
"Kamu kenapa?" tanya Aqila serius.
"Sayangnya mana!" seruu Galih mengoda Aqila. Galih tak ingin Aqila tau, kalau Galih sedang memikirkan gadis lain.
"Ikh kamu???" Aqila tersipu malu. Wajahnya merah seketika.
Galih tersenyum.
🍀🍀🍀
Perasaan Habibie, tak tenang sedari tadi. Habibie, benar-benar menunggu jawaban dari Alea. Tentang nasif cintanya. Diterima atau ditolak. Habibie berharap Alea menerimanya. Tapi melihat sikap Alea yang seperti itu. Habibie jadi tak yakin. Habibie akan berjuang untuk Alea, bila cintanya ditolak Alea. Kali ini, Habibie, jatuh cinta beneran pada Alea.
Alea, sudah mengalihkan dunia Habibie. Tak ada gadis lain, dihatinya. Seluruh cintanya untuk Alea. Habibie juga tak tau, kenapa sampai sedalam ini? Mencintai Alea! Habibie begitu memcintai Alea. Lebih besar, dari rasa cintanya pada gadis lain.
Habibie bahkan sudah memikirkan masa depannya bersama Alea. Walau sekarang, Habibie tak tau perasaannya dibalas Alea atau tidak. Biasanya Habibie cuek! Mau diterima atau tidak? Habibie, selalu masa bodoh. Tapi, berbeda dengan Alea. Habibie, benar-benar takut. Kalau, Alea benar-benar menolak cintanya.
🍀🍀🍀
Di kamarnya, Alea melamun sendiri. Alea memikirkan Qian dan Habibie. Entah kenapa? Alea jadi memikirkan Qian juga. Sekarang, Qian jauh lebih menarik dibanding Habibie. Alea jadi bingung. Besok saatnya Alea menjawab pertanyaan cinta, Habibie!. Alea harus jawab apa?.
Habibie atau Qian. Alea pusing! Memikirkan semuanya. "Kenapa juga, Qian harus datang? Disaat, Alea ingin menjalin hubungan dengan Habibie!" Alea memikirkan itu, sedari tadi. Bingung harus milih siapa?.
Malam itu, Alea, Habibie dan Qian jadi tak bisa tidur. Dalam pikiran Qian juga memikirkan Alea. Qian takut? Kalau, Habibie beneran pacarnya Alea. Jika benar, Qian bisa apa?. Merebut Alea kembali? Atau membiarkan Alea bahagia bersama Habibie. Jujur saja! Qian tak bisa merelakan Alea untuk Habibie. Lama, Qian memendam rasa cintanya pada Alea. "Kenapa harus ada dia sih?" Qian memikirkan itu. Kenapa harus ada Habibie? Diantara Alea dan Qian!
Apalagi, melihat ekpresi Alea? Alea seperti suka juga pada Habibie. Qian melihat cinta itu, dimata Alea untuk Habibie. Qian, belum pernah melihat cinta dimata Alea untuknya. Namun hati Qian, begitu egois! Qian ingin Alea jadi miliknya seutuhnya. Sudah banyak yang Qian lakukan, untuk bisa kembali ke sisi Alea. Tapi malah ada penggangu!. Bagi Qian, Habibie itu, seorang penggangu? Penggangu yang jadi penghalang untuk bersama Alea.
Qian sudah bertekat. Akan menyingkirkan Habibie!. Bagaimana pun caranya?. Habibie, harus benar-benar pergi dari hidup Alea!. Itu akan membuat Alea bersama Qian.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀
Esoknya, sepasang mata Alea sudah seperti panda. Alea benar-benar tak bisa tidur semalaman. Alea memikirkan Qian dan Habibie. Alea begitu lemas pagi ini. Renata, Sarah dan Aqila memperhatikan Alea.
"Lea, kamu baik-baik saja?" tanya Aqila, mulai khawatir melihat kondisi Alea.
Alea, mengelengkan kepalanya. Namun Alea, benar-benar lemas. Wajah Alea benar-benar pucat. Sudah beberapa hari ini. Alea tak bisa tidur. Masalah tugas kampus dan juga dua laki-laki yang menggangu pikiranya, Qian dan Habibie.
"Kamu yakin, Lea?" tanya Sarah merasa ikut khawatir juga.
"Kalau kamu merasa tak enak badan. Aku bisa minta izin sama Dosenmu. Untuk tak masuk kelas hari ini!" seru Renata. Tak ingin Alea, kenapa-kenaoa?.
Alea tersenyum.
"Terima kasih yah! Aku beneran tidak apa-apa?" jawab Alea.
"Ya sudah, kalau seperti itu! Tapi jangan memaksakan diri yah!" seru Sarah lagi.
"Kalau, begitu kita berangkat sekarang!"
Alea dan Sarah beranjak untuk segera berangkat ke Kampus. Sedangkan Renata dan Aqila tidak ada kelas hari ini. Makanya mereka berdua, santai hari ini.
Setelah Sarah dan Alea berangkat. Renata dan Alea mulai membereskan rumah. Renata dan Aqila benar-bebar kerja sama. Untuk membereskan rumah mereka. Agar lebih baik dan lebih bersih.
Mereka berempat, selalu membereskan rumah tanpa ada jadwal. Mereka melakukan pekerjaan rumah, secara bergiliran. Tergantung waktu luang mereka.
Setelah beberapa jam, akhirnya Renata dan Aqila berbaring di sofa ruang tamu. Mereka berdua cukup lelah. Membereskan semuanya
Aqila pun beranjak membuat minuman dingin untuknya dan Renata.
"Terima kasih Beb!" seru Renata mengambil salah satu gelas yang dibawa oleh Alqila.
__ADS_1
"Sama-sama"
Aqila pun duduk di sofa. Membuka, ponselnya. ada beberapa chat dan telpon masuk dari Galih. Aqila tersenyum. Aqila pun mulai membalas satu-persatu chat yang dikirim Galih.
Renata tersenyum, memperhatikan Aqila. Renata bersyukur, Aqila tak kaku lagi. Galih benar-benar membawa pengaruh besar untuk Aqila. Aqila jadi lebih hangat sekarang. Lebih terbuka dan lebih baiklah.
"Cie cie cie" goda Renata sambil tersenyum.
Aqila hanya tersenyum. Sedangkan Renata, terlihat kusut. Tak ada chat atau telpon dari Bayu. Dari kemarin ponselnya tak aktif.
Huffff
Renata, mengembuskan nafas panjang. Mulai menyimpan kembali ponselnya. Renata mengambil remote tv. Dan menyalakan tv.
"Kamu kenapa?" tanya Aqila bingung, melihat Renata begitu kusut hari ini.
"Bayu tak ada kabar!" seru Renata bete.
"Kok tumben!"
"Aku juga tidak tau, dari kemarin ponselnya tak aktif."
"Sabarnya," giliran Aqila yang mengoda Renata.
Renata, tersenyum ketus. Sedangkan Aqila tertawa melihat reaksi Renata.
Renata berbaring di sofa. Renata melihat Tv. Namun pikiranya melayang jauh. Memikirkan Bayu. Sudah beberapa hari ini. Bayu agak berubah. Bayu sering melamun. Dan ponselnya sering tak aktif. Membuat Renata bingung. Renata tak tau, rumah Bayu di mana?. Bayu belum pernah memperkenalkan Renata dengan Orang tua Bayu. Renata ingin menanyakan apa yang terjadi pada Bayu. Sikapnya kali ini, membuat Renata bingung. Renata akan meminta penjelasan pada Bayu tentang semua ini. Karna, sikap Bayu membuat Renata jadi galau beberapa hari ini. Renata, jadi kesepian. "Bayu, kamu kenapa sih?" Pertanyaan itu, yang ada dipikiran Renata kali ini. Begitu banyak pertanyaan dalam benak Renata. Untuk ditanyakan pada Bayu. Renata, harus tau apa jawaban Bayu. Renata merasa, Bayu sudah semakin menjauh darinya. Jika itu benar!. Renata akan mencari laki-laki lain?. Renata tak suka jika digantung seperti ini. Renata butuh kejelasan dari semua ini. Mau dibawa kemana hubungannya kali ini. Jika harus putus. Renata merasa tak keberatan. Lagian Renata bisa mendapatkan laki-laki lain.
Bersambung...
Maafnya, up-nya telat Author nya sibuk sekali dua hari ini. Jadi tak sempat nulis. Terima kasih masih menunggu karya Author ini. Sekali lagi maafnya.
__ADS_1
Jangan lupa, like dan ikutin terus, karya Author yang lain yah. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih.