
Galih masih menangis menceritakan semuanya pada Aqila. Aqila hanya jadi pendengar saat ini. Aqila ikut merasakan sakit hati yang teramat sakit, mengendengar cerita Galih yang sendu dan begitu pilu seperti itu. Saat ini, Aqila benar-benar tak bisa membantu Galih. Aqila hanya bisa menemani Galih saja.
Galih menghapus air matanya. Melihat Aqila yang ikut menangis karnanya.
"Maafkan Aku Qila" guman Galih menghapus air mata di wajah Aqila dengan ujung jarinya.
Aqila mengelengkan kepalanya. "Kamu tak perlu minta maaf" Aqila tersenyum.
Galih memeluk Aqila, Hati Galih sedang merasa sakit. Galih hanya butuh teman untuk menemaninya. Galih merasa bersyukur saat Aqila ada di sini untuk menemaninya.
Di saat seperti ini. Galih jadi teringat dengan Raya. Biasanya, Raya yang menemani Galih. Namun sudah hampir tiga tahun, Galih tak bertemu Raya.
Galih memejamkan matanya. Galih tak ingin mengingat Raya lagi. Sudah ada Aqila di sini. Raya hanya masa lalu yang harus Galih lupakan. Raya sudah meninggalkan Galih tanpa sebab.
Galih harus memcintai Aqila, sebagai amanat Terakhir Gilang. Tak ada Raya. Ataupun siapapun. Galih semakin erat memeluk Aqila. Galih tak ingin kenangan bersama Raya datang pagi, disaat Galih sudah memilih Aqila.
Aqila bingung dengan sikap Galih. Aqila berpikir Galih terlalu sedih memikirkan Ayahnya. Makanya, Aqila membiarkan Galih begitu lama memeluknya. Aqila sendiri merindukan pelukan hangat ini.
Galih, membayangkan Aqila di hatinya, perlahan bayangan Raya pergi menjauh. Galih sudah menetapkan hati untuk memilih Aqila. Galih tak ingin menyakiti Aqila. Karna, hati Galih telah mendua. Galih merasa bingung dengan hatinya sendiri.
Kenapa saat bersama, Aqila. Galih jadi teringat Raya. Padahal sudah lama, Galih tak teringat dengan Raya. Galih ingin Aqila bukan Raya. Aqila sudah memilih Galih. Jadi Galih harus memilih Aqila.
Di tempat lain, seseorang baru pulang dari luar negri. Gadis ini, begitu cantik dengan dengan gaya elegan keluar dari Bandara melangkah dengan penuh percaya diri. Gadis itu tak memberitahu siapapun?. Soal Kehadirannya kembali lagi ke tanah kelahirannya.
Gadis ini, ingin memberi kejutan pada seseorang yang sudah tiga tahun Ia tinggalkan. Gadis ini egois, berharap laki-laki yang di tinggalkannya masih mencintainya.
Gadis ini masih memegang, janji dari laki-laki ini, untuk mencintai ia selama-lama. Tak peduli dengan sikap egoisnya yang sudah meninggalnya tanpa sebab yang jelas.
__ADS_1
Galih melepaskan pelukannya, Dan tersenyum pada Aqila. Galih menatap dalam-dalam wajah Aqila. Galih berharap rasa cintanya pada Aqila akan tumbuh begitu besar tanpa ada gadis lain di hati Galih. Galih hanya ingin memikirkan Aqila. Setelah banyak waktu terbuang untuk mencari Aqila.
Aqila di buat malu, saat Galih melihat Aqila dengan tatapan seperti itu. "Udah dech, ga perlu lihat aku seperti itu" guman Aqila benar-benar merasa malu.
Galih tersenyum. Tak ada bayangan Raya lagi. Hanya ada Aqila yang ada di pikiran Galih.
"Kenapa, aku tak boleh melihatmu seperti ini" goda Galih.
Aqila membuang muka. Galih memegang dagu Aqila, perlahan menarik wajah Aqila untuk melihat Galih saja. Galih menatap Aqila begitu dalam. Sampai jantung Aqila merasa berdebar tak menentu.
Galih mencium kening Aqila. Aqila menutup matanya. Merasakan cinta Gilang hadir lagi dalam hidupnya. Aqila tak bisa jatuh cinta kesembarang laki-laki. Aqila begitu sulit untuk membuka hati untuk laki-laki lain.
Hanya Gilang yang bisa membembuat Aqila jatuh cinta. Hanya Gilang. Aqila membuka matanya, begitu terkejut nya Aqila. Saat di lihatnya Galih bukan Gilang. Galih mengerutkan keningnya, melihat keterkejutan di wajah Aqila.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Galih, merasa khawatir dengan reaksi Aqila seperti itu.
Tok Tok Tok suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Aqila. Aqila menoleh. Pita-Ibunya Galih tersenyum. Walau pintu kamar Galih tak di tutup. Pita-Ibunya Galih ingin bersikap sopan untuk tak mengangu Galih dan Aqila.
"Bunda" panggil Galih membuang muka. Teringat dengan kejadian tadi.
Pita berjalan mendekati Galih dan Aqila. Pita duduk di depan Galih dan Aqila.
"Jika Bunda datang ke sini, untuk membahas laki-laki itu, aku tak mau" tolak Galih masih membuang muka tak ingin melihat Pita-Ibunya sendiri.
"Maaf, Galih tapi Bunda harus berbicara tentang ini, walau kamu suka atau tidak" ucap Pita serius.
"Apalagi, yang harus di bicarakan Bunda. Toh dia akan tetap menikah walaupun aku melarang"
__ADS_1
"Kamu benar sayang, tapi Bunda mohon kamu mau menerima pernikahan ini suka atau tak suka"
"Bunda di bayar berapa sih,? Untuk menyakinkan aku, kalau aku harus menerima dia sebagai Ibu tiri aku, lagi pula sejak kapan sih,? Bunda jadi setuju dengan pernikahan mereka" tutur Galih emosi. Galih malas membahas ini, Galih tak ingin ikut campur soal Adrian-Ayahnya Galih. Galih benar-benar tak peduli dengan Adrian.
"Bunda tak bisa melarang, Mas Adrian untuk tak menikah lagi. Lagi pula, kira masih butuh uang dari Ayahmu Galih. Jadi kita harus menghormati keputusan Ayahmu" jelaskan Pita-Ibunya Galih.
"Lagi lagi soal uang"
"Aku tak tak melarang orang itu menikah lagi, Aku cuman tak suka kalau, gadis brengsek itu yang dia pilih"
"Mas Adrian begitu memcintai Devia, Bunda bisa apa?" guman Pita-Ibunya Galih mulai berkaca-kaca.
"Bunda jangan sebut nama gadis brengsek itu di depanku, Aku sangat membenci gadis itu".
"Maafkan Bunda Sayang" guman Pita-Ibunya Galih melangkah pergi meninggalkan Galih dan Aqila lagi.
Sedari tadi, Aqila hanya jadi penonton dan pendengaran pertengkaran antara Ibu dan anak ini. Soal ini, Aqila tak bisa ikut campur.
"Maaf yah" guman Galih masih menunduk. Memikirkan ucapan ibunya. Galih tak bisa memaksan kehendaknya sendiri. Galih juga harus memikirkan kebahagiaan dari Ardian-Ayah Galih. Namun Galih masih tak habis pikir kenapa harus Devia.? Yang Adrian-Ayahnya Galih pilih. Galih tau, gadis brengsek itu, hanya menginginkan harta dari Adrian saja tak lebih dari itu.
Aqila melihat Galih lagi. Melihat kedalam hatinya sendiri. Tentang rasa yang ada di dalam hatinya. Apakah Aqila benar-benar mencintai Galih. Atau hanya memanfaatkan Galuh saja, karna, wajah Galih dan Gilang mirip. Jika Gilang masih hidup. Mungkin tak ada perbedaan antara Galih dan Gilang.
Aqila masih bingung dengan hatinya sendiri. apakah, Aqila benar-benar mencintai Galih.?. Atau hanya sebagai pelampiasan. Karna, wajah Galih sama persis debgan Gilang. Aqila bingung dengan hatinya sendiri.
Bersambung...
Jangan lupa like yah,
__ADS_1
Dan mampir juga ke novel Author yang lain "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Iragi gadis indigo" Terimakasih