
Bayu sudah bersiap di depan rumah Renata. Renata ada kelas sore ini, Sedangkan Sarah hari ini bisa santai karna, tak ada kelas hari ini. Kalau Alea ada kelas satu cuman sudah lewat karna, kelasnya kelas pagi. Alea baru bangun jam 01.00 siang ini. Jadi sudah lewat.
Renata sudah bersiap berangkat, Renata selaku berpakaian santai dengan menggunakan kaos dan celana jens sepatu cats dan tas gendong nya, rambutnya seperti biasa diikat kucir kuda.
Semenjak berpacaran dengan Bayu, Renata jarang membawa motor sendiri. Karna, seringnya di jemput Bayu. Namun terkadang membawa motor sendiri, kalau beda jadwal dengan Bayu.
Renata sudah siap, tersenyum manis melihat Bayu. Renata sudah menggunakan helmnya segera menaiki motor Bayu untuk berangkat kuliah sama-sama.
Jarak tempat tinggal Renata dan kampus tak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu 10 menit saja, sudah langsung sampai di kampus. Waktu yang sebentar untuk sampai kampus.
Semua mata tertuju pada Renata, saat Renata baru turun dari motor Bayu. Berita tentang Renata. Kini jadi Viral lagi. Perkelahian Bayu dan Revan, langsung di sangkut pautkan dengan Renata. Karna, Renata mantan Revan.
"Bay, ada yang aneh ga?" tanya Renata merasa risih karna, jadi pusat perhatian satu kampus.
"Aneh kenapa?" tanya Bayu tak memperhatikan orang-orang sekitar.
"Kamu cantik, jadi banyak yang lihat kamu" goda Bayu sambil tersenyum.
Renata tersenyum.
__ADS_1
Masih ada waktu satu jam sampai, Kelas di mulai. Renata dan Bayu memutuskan untuk makan dulu. Karna, Renata benar-benar lapar kali ini. Begitu juga Bayu tak sempat makan lagi Karna, Resti-Ibunya Bayu terus-menerus mengajak ribut soal Renata.
Sementara itu, Di rumah sakit Sisi baru saja sadar. Sisi merasa sakit di bagian perutnya. Revan, Mili dan Qian masih setia menjaga Sisi di rumah sakit.
"Aku ada di mana?" tanya Sisi pelan.
Mili langsung memeluk, Sisi. Mili begitu senang melihat Sisi sudah sadar.
"Kamu di rumah sakit de" jawab Mili meneteskan air matanya terharu akhirnya Sisi sadar.
"Aku kenapa kak, kok ada di sini,?" tanya Sisi lagi.
Mili melihat Revan dan Qian, bingung harus menjawab apa.
"Kenapa minta maaf, apa yang terjadi sama aku, Aduch perutku sakit sekali!" seru Sisi sambil memegang perutnya yang sakit.
"Kamu pendarahan karna, keguguran Si" guman Revan pelan.
"Jadi aku hamil dan keguguran" Sisi menjerit sambil menangis, "Van, kamu udah membunuh darah daging sendiri" bentak Sisi menangis.
__ADS_1
Mili murka mendengar ucapan Sisi. Mili langsung menampar Revan sekali lagi.
Plak tampar Mili lagi,
"Kamu sudah mengancurkan hidup adikku sekarang, kamu membunuh anak yang belum lahir" bentak Mili.
Revan hanya menunduk.
"Kamu tega Van" guman Sisi lagi masih menangis.
Qian masih memperhatikan Sisi dan Mili, Qian yakin Sisi berbohong soal janin itu, Qian yakin, Janin yang di kandung Sisi bukan janin Revan. Revan hanya jadi kambing hitam saja. Sisi terlihat bahagia dari dari matanya, saat janin yang ada dalam perutnya keguguran. Qian akan mencari tau, janin siapa yang Sisi kandung.
Revan terus menunduk. Revan keluar kamar Sisi. Untuk mencari udara segar. Revan benar-benar merasa sial hari ini. Revan masih beruntung sih, Janin itu, keguguran. Revan jadi tak harus bertanggung jawab. Namun tetap saja, Revan masih merasa bersalah. Janin yang belum ia lihat, malah harus pergi, sebelum Revan melihatnya.
Revan percaya dengan apa yang di katakan Sisi. Kalau janin itu, janin milik Revan yang Revan titipkan pada rahim Sisi. Revan akui, Revan sudah beberapa kali tidur dengan Sisi. Revan sendiri, tak bisa menghitung. Sudah berapa banyak Revan tidur dengan Sisi. Makanya Revan yakin, itu janin milik Revan.
Setelah Revan pergi keluar sebentar, Qian pura-pura ikut keluar untuk menyusul Revan alasan Qian. Padahal Qian ingin mencari tau, tentang janin siapa yang Sisi kandung, Qian yakin betul janin itu bukan darah daging Revan. Qian yakin Sisi akan mengatakan yang sebenarnya pada Mili, saat Revan pergi. Makanya Qian sudah bersiap di luar kamar Sisi. Untuk mendengarkan Sisi dan Mili berbicara. Qian sudah berdiri di tempat yang tak terlihat Sisi ataupun Mili. Namun cukup jelas untuk mendengarkan Sisi dan Mili bercita tentang kenyataan yang belum Qian tau. Qian sudah tak sabar.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like yah
Mampir juga ke novel Author yang lainnya. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani gadis Indigo" Terima Kasih.