
Alea masih, berpikir tentang laki laki yang duduk di sampingnya ini. Alea benar benar tak ingat mempunyai teman setampan ini.
"Kamu lupa ma aku Lea!" seru Qian merasa kecewa.
"Maaf, aku bener bener ga ingat, punya teman secakep kamu" guman Alea benar benar bingung dan tak mengenali laki laki yang duduk di sebelahnya ini.
Sedangkan dari sebrang sana, Habibie terus memperhatikan Alea. Ada rasa sesal dalam hatinya. Karna, beberapa hari ini bersikap cuek. Malah mendekati Mili. Sekarang Alea udah di deketin cowo lain.
Qian tersenyum, Qian menyadari, kalo perubahan nya kali ini. Menang drastis. Wajarlah Alea benar benar tak ingat Qian. Qian begitu, menantikan hari ini. Di mana ia, bertemu kembali dengan Alea dan Renata. Namun Qian lebih merindukan Alea di banding Renata.
Alea masih mengingat ingat kembali, siapa laki laki yang duduk di sampingnya ini. Alea melihat mata laki laki ini, mirip teman SMAnya dulu. Namun Alea segera menepis semua itu. Karna yang Alea tau, temanya itu. Begitu gemuk. Mana mungkin bisa berubah jadi super model kaya gini. Itu yang sedari tadi di pikirkan Alea.
Qian melihat wajah Alea. Gadis ini, masih tetap sama seperti dulu. Masih ramah dan sopan. Qian datang lagi ke sini, untuk Alea. Qian sudah, berniat akan mengejar Alea, ketika Ita pulang ke negaranya. Namun Alea benar benar tak mengenali Qian sama sekali.
Qian tersenyum lagi. Alea mengingat senyum itu. Senyum Qian. Namun Alea bingung harus mulai dari mana?. Alea masih ragu, kalo laki laki yang duduk di sebelah nya ini Qian temanya dulu. Namun Dari pada Alea terus terusan penasaran. Alea pun, mencoba bertanya langsung pada laki laki yang duduk di sampingnya itu.
"Apa kamu Qian!!!" seru Alea masih ragu.
Qian tersenyum lagi. Alea benar benar mengenali Qian. Rasa bahagia terpancar dari wajah Qian. Gadis yang Qian kejar, ternyata benar benar mengenalinya.
Alea terdiam. Akh mungkin Alea salah orang. Alea yakin banget kalo dia itu, Qian. Tapi laki laki yang duduk di sampingnya ini. Malah tersenyum saja. Tanpa menjawab Alea.
"Yah, udah aku ada kelas, maaf, mungkin aku salah orang" Alea mulai beranjak, namun di tahan Qian.
"Kamu mau kemana?" tanya Qian lagi, sambil memegang tangan Alea.
Habibie yang melihat itu, terlihat geram. Habibie benar benar terlihat cemburu sekarang. Sekarang Habibie merasa kesal. Sedangkan Mili masih melihat Alea dan laki laki itu. Laki laki itu, terlihat tampan untuk Mili. Malahan lebih tampan Laki laki itu, di banding Habibie.
Mili jadi ikut kesal. Karna Alea selalu di kelilingi oleh laki laki tampan. Harusnya laki laki itu, mendekati Mili bukan Alea. Rasa iri, Mili ini. Membuat Mili semakin membenci Alea.
"Maaf yah, aku ada kelas" ucap Alea sopan.
"Kamu, mau ninggalin aku".
"Aku kan ga kenal kamu"
__ADS_1
"Tapi, aku kenal kamu"
Alea cemberut, Laki laki ini, tak mau melepas tangan Alea yang ia pegang.
"Ya udah, kamu mau apa?."
"Serius aku ada kelas"
"Sehari ga masuk ga rugi kan".
"Ga, bisa. Aku harus masuk kelas. Masuk kuliah itu penting banget dari apapun, di dunia ini, tak ada yang lebih penting dari masuk kelas" tutur Alea, sambil melepas tangannya dari pegangan Laki laki itu, yang entah siapa?.
"Kamu, masih sama seperti dulu" guman Qian.
Alea tak, menghiraukan laki laki itu. Alea terus melangkah menuju kelasnya. Alea ga mau kalo ia sampe tak masuk kelas hanya karena masalah tak penting.
Laki laki itu, sudah membuang waktu Alea yang berharga. Alea mulai menjauh, di susul Habibie. Yang mengikuti Alea dari belakang. Sekarang Mili sudah tak ingin peduli lagi, pada Habibie.
Mili mulai mendekati Qian, yang masih duduk sambil melihat, Alea yang sudah mulai menjauh.
Qian, melihat Mili. Qian masih ingat. Perlakuan Mili dulu, saat main ke rumah Alea. Perlakuan Mili dan adiknya Sisi begitu menjengkelkan. Qian tak akan melupakan itu. Sebuah penghinaan yang mereka berikan pada Qian.
Namun, belum saatnya Qian membalas Mili. Qian akan membuat Mili menyesal karna perlakuan nya dulu pada Qian.
Qian pun, tersenyum. Berusaha bersikap ramah. Walau hatinya masih merasa GONDOK karna kesal.
Mili membalas senyuman Qian.
Mili, terus saja melihat Qian. Kali ini, Mili benar benar suka sama Qian. Tubuh Qian yang altetik dan kekar. Qian betul betul tampan. Pujaan banget setiap wanita.
Malahan Mili berpikir, Kalo bisa jadian ma Laki laki ini. Mungkin Mili akan ikut terkenal. Sekarang Mili ingin mengejar laki laki ini saja. Dari pada Habibie. Sekarang hati Mili sudah berubah haluan.
"Maaf, Kamu kok ngeliatin aku terus!" seru Qian pura pura tersipu malu.
Mili tersenyum.
__ADS_1
"Bolehkah aku tau nama kamu,?"
Qian menganguk.
"Tentu saja, boleh. Aku Qian" kenalkan Qian.
"Aku Mili"
Mili merasa tak asing mendengar nama itu. Namun, Mili tak berpikir apa apa. Mili sudah cukup terkesima dengan wajah Qian yang begitu Tampan.
"Ohw yah, aku baru datang, dari luar negri. Bisakah kamu ajak aku keliling kampus" pinta Qian. Agar Mili, masuk jebakan nya.
Sekarang, Qian benar benar bersemangat untuk membalas perbuatan Mili dan Sisi dulu.
Mili tersenyum lagi. Mili mulai ke-GR-an sekarang. Mili menyangka, Kalo Qian, menyukai Mili. Namun pikiran Mili itu salah.
Qian hanya ingin membalas Mili saja. Qian tak berniat untuk berpacaran dengan Mili. Gadis seperti Mili, tak pantas untuk Qian. Itu yang pikirkan Qian.
Sifat Qian sudah mulai berubah saat, Qian berhasil menurunkan berat badannya. Qian selalu bersikap sombong sekarang. Qian jadi sosok yang pendendam. Karna dulu Qian selalu di buli karna berat badan Qian yang cukup gemuk untuk ukuran Anak SMA.
Sekarang Qian siap membalas siapa saja. Yang dulu pernah menghinanya dulu. Qian ingin mereka juga merasakan. Rasanya seperti Qian. Yang selalu di hina. Dan di buli.
Qian masih sakit hati, pada orang orang yang sudah berbuat jahat pada Qian dulu. Qian ingin mereka merasakan apa yang Qian Rasakan.
Qian sudah benar benar berubah. Bukan Qian yang Akea dan Renata kenal. Namun Bukan hanya balas dendam saja, tujuan Qian kembali ke negaranya. Qian juga, ingin mengejar Alea.
Qian tak tau, perasaan Alea seperti apa?. Dari dulu sampe sekarang. Qian tak bisa mengerti hati Alea. Tak seperti Renata yang mudah di tebak. Alea begitu tertutup. Harinya begitu dalam. Alea sembunyikan. Sampai tak ada yang bisa masuk ke hati Alea.
Bersambung...
Author mengucap kan banyak banyak terima kasih pada kalian pembaca setia karya Author yang segini adanya.
Ga bosen bosen juga Author untuk promosi buat karya Author yang lain. Mampir juga yah, "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" tak tunggu yah kehadiran kalian.
oh iya, like nya jangan lupa yah...
__ADS_1