
Renata menyadari sedari tadi, Habibie melihat ke arah Renata.
"Ada yang kamu mau tanyakan bie?" tanya Renata memulai pembicaraan lagi.
"Dari mana kamu tau tentang Mili?" tanya Habibie.
"Alea yang cerita!"
"Dari mana, Kamu dan Alea mengenal Mili?"
"Aku ceritakan yah, kamu dengerin baik-baik aku ga akan ngulang kata-kata aku"
Habibie mengangguk. Abdul, Rojak Nattan dan Reno begitu juga Sarah. Jadi mendengarkan Renata bercerita tentang hidup Alea.
Renata menceritakan semua tentang hidup Alea. Keluarga Alea. Hubungannya dengan Mili dan Sisi. Tentang keluarga Mili yang merebut harta warisan yang di tinggalkan orang tua Alea.
Habibie terkejut mendengar cerita Renata tentang hidup Alea. Tentang keluarga Mili. Habibie tak menyangka hidup Alea seperti itu. Renata juga menceritakan tentang hidupnya, Sarah dan juga Aqila. Menceritakan semuanya mengapa mereka bisa tinggal bersama. Tentang orang tua Aqila yang jadi Ayah asuh bagi Sarah, Renata dan Alea.
Semua Renata ceritakan. Tanpa ada yang terlewat. Semua mendengar kecuali Sarah menunduk. Dalam pikiran Sarah. Nattan jadi tau tentang hidupnya yang lari dari keluarga nya karna, ingin sekolah.
__ADS_1
Sekali lagi, Nattan melihat Sarah. Sarah begitu pekerjaan keras. Keinginan kuat untuk bersekolah membawa Sarah bertemu dengan Nattan. Nattan juga sama dengan Sarah. Sama-sama merantau menyebrangi lautan dan melintas pulau untuk bersekolah.
Reno juga menceritakan tentang hidupnya, mereka semua saling cerita. Hanya Sarah yang tak berbicara sedikitpun. Nattan malah paling semangat. Menceritakan tentang hidupnya. Tidak tau maksudnya apa?. Mungkin ingin Sarah terkesan.
Banyak kesamaan antara Sarah dan Nattan hanya Satu perbedaan antara Sarah dan Nattan. Yaitu perbedaan Agama. Itu menjadi perbedaan yang begitu fatal.
Merasa lebih baik. Mereka bertujuh memutuskan untuk menemui Aqila, Alea dan Galih. Sampai pagi, Galih masih belum juga sadar. Alea terdidur di kursi tunggu di bagian ruangan Galih.
Habibie, melihat Alea langsung buru-buru duduk di samping Alea. Alea hampir terjatuh untuk ada pundak Habibie. Sehingga Alea tak jadi jatuh dari tempat duduknya.
Renata tersenyum melihat perlakuan Habibie pada Alea. Sarah masih diam saja. Sarah tak bisa berbicara kalau ada Nattan. Mulut Sarah seperti terkunci bila ada di samping Nattan.
Aqila masih tertidur, di samping Galih. Terlihat sepasang mata Aqila sembab. Aqila sudah menangis semalam. Galih berpikir sejenak. Mengingat kembali apa yang terjadi padanya Semalam.
Galih ingat, semalam Galih berdiri di dekat rumah Aqila. Galih sangat merindukan Aqila. Makanya Galih berdiri melawan hujan. Ingin melihat Aqila baik-baik saja. Aqila memang terlihat baik dari luar.
Galih tak tau, hati Aqila seperti apa? terhadap Galih. Selama ini, Galih sudah salah paham. Galih pura pura menutup matanya kembali, setelah mendengar suara anak-anak. Galih sangat mengenal suara-suara ini. Suara dari, Reno, Abdul, Rojak , Habibie dan Nattan.
Aqila membuka mata perlahan. Aqila merasa ada Galih sedang mengelus-elus rambutnya yang panjang. Namun Galih masih belum sadar. Aqila mengusap lembut tangan Galih. Menggenggam erat tangan Galih. Untuk menempel pada pipinya.
__ADS_1
Aqila menangis lagi. Air mata Aqila terjatuh pada tangan Galih. Galih masih belum membuka matanya.
"Aqila menangis" pikir Galih dalam hatinya.
"Galih bangun, Aku mohon. Lama aku cari kamu. Kenapa saat bertemu kamu malah seperti ini" guman Aqila sendiri.
Galih, berpikir dalam hatinya. Masih belum mengerti tentang ucapan Aqila. Galih sengaja tak membuka matanya. Galih ingin tau, apa yang di katakan Aqila untuknya.
Aqila masih terus menangis. Tadi Galih melihat mata Aqila sudah sembab. Galih merasa kasihan sudah membuat gadis yang di cintainya begitu terluka karnanya.
Galih sendiri tak tega melihat Aqila menangis. Namun Galih ingin tau, perasaan Aqila seperti apa?. Galih benar-bebar ingin tau. Apakah Aqila juga merasakan apa yang saat ini Galih rasakan untuk Aqila.
Galih terus mendengarkan apa yang di ucapkan Aqila tentang perasaannya pada Galih. Tentang Aqila tak ingin kehilangan Galih. Aqila bilang sudah kehilangan Gilang. Aqila tak ingin kehilangan Galih.
Pengakuan Aqila, membuat Galih merasa bahagia. Selama ini Galih sudah salah paham. Galih tak menyangka Aqila menerima Galih. Aqila sudah memastikan perasaan pada Galih. Aqila bener-benar memcintai Galih.
Bersambung..
Like yah jangan lupa.
__ADS_1
Mampir juga, pada Novel Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih.