
Dari Jauh Galih melihat Aqila Tersenyum dan tertawa begitu bahagia. Galih sendiri melihat kejadian itu. Galih merasa bahagia. Karna Aqila bersama sahabat sahabat yang begitu baik dan menyanyangi Aqila.
Hati galih merasa lega. Setidaknya Aqila baik baik saja. Galih pun berjalan pulang kerumahnya. Sudah merasa puas melihat Aqila dari jauh. Itu sudah cukup untuknya.
Di tempat lain. Kaha baru saja bangun dengan tubuh polosnya bersama Najwa. yang masih tertidur karna lelah telah bertempur dengan Kaha secara berutal.
Kaha terbangun karna ponsel Kaha terus berbunyi karna Grup Wa yang begitu ramai membicarakan Tentang Renata dan Revan yang putus. Bahkan Vidio mereka Saat Renata menampar Revan sudah menjadi Viral di kalangan mahasiswa.
Kaha Tersenyum membaca dan melihat pesan grup Wa nya.
Najwa membuka matanya. Tubuhnya masih polos tanpa sehelai pakaian yang menempel pada tubuhnya. Tubuh Najwa masih berbalut Selimut tebal.
"Sayang" Panggil Najwa.
Kaha pun menoleh dan mencium bibir Najwa yang masih mengoda Kaha.
Najwa Tersenyum. Tubuh Najwa penuh dengan tanda merah. Tubuhnya sangat lengket.
"Sayang,Kita mandi yuu" Ajak Najwa.
Najwa beranjak dari tempat tidurnya berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh polosnya. Di susul Kaha yang masih penuh Hasrat masih ingin bertempur dengan Najwa. Melanjutkan pertempuran yang tadi.
Kaha tak tau, Kalo Bahwa begitu licik. Tanpa sepengetahuan Kaha. Najwa menyimpan sisi Tv untuk merekam semua kejadian tadi. Tentang Kaha yang melahap Habis tubuh Najwa.
Najwa begitu pintar dan licik. Tanpa sepengetahuan Kaha. Najwa menyuruh Orang bayaran Najwa untuk merekam kejadian itu. Tanpa ketahuan Kaha. Najwa sengaja merekam pertempuran penuh cinta itu. Agar suatu saat nanti bisa jadi senjata yang mematikan untuk melawan Kaha.
Najwa begitu menikmati setiap sentuhan yang Kaha berikan padanya. Hubungan mereka lebih dari suami istri. Begitu panas. Begitu bergairah.
Kaha melanjutkan kembali pertempuran itu. Membuat Najwa terus mendesah Menikmati semuanya dengan pasrah. Begitu lama mereka berdua di kamar mandi. Berkali kali Najwa beeririak keenakan. Karna Kaha terus membuat Najwa bernafsu.
Beberapa saat kemudian. Kaga dan Najwa keluar kamar mandi. keduanya memakai kimono handuk.
__ADS_1
Kaha dan Najwa merasa lapar. Karna pertempuran tadi yang begitu lama dan panjang.
Kaha pun memesan makanan via online. Karna mereka begitu lelah untuk keluar apartemen.
Renata begitu banyak memasukan makanan ke mulutnya sampai penuh. Rasanya Masih kesal atas kelakuan Revan itu.
Renata, Sarah Alea dan Aqila pulang kerumahnya dan memesan banyak makanan. Untuk merayakan putusnya Renata dan Revan.
"Re, pelan pelan makanya" Ucap Sarah karna Renata dari tadi tanpa henti memasukan beberapa makanan sampai mulutnya penuh dengan makanan.
Renata menganguk. Renata tak bisa menjawab Sarah. Mulutnya penuh dengan makanan. Rasa kesalnya membuat Renata merasa lapar sekali.
Alea Tersenyum melihat Renata. Dan Aqila mengelengkan kepala nya. Melihat tingkah Renata.
Seseorang terus membunyikan bel. Membuat Mereka merasa terganggu..
",Biar aku yang Buka." Seru Aqila beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.
"Mau apa?" Tanya Aqila sinis.
"Aku ingin ketemu Renata" Ucap Revan.
",Ga bisa" Tolak Aqila hendak menutup pintu. Namun di tahan Revan.
"Pealse La, Biarin aku jelasin semuanya" Revan memohon.
"Ga ada yang perlu di jelasin. Renata sudah tau, dari dulu saat kamu sudah jarang balas Chatnya. Renata juga yang nyuruh kita menyelidiki Kamu. Jadi kamu ga ada kesempatan lagi untuk menjelaskan" Tutur Aqila. Sambil menutup pintunya.
Revan terdiam sejenak. Menyadari kesalahan. Revan pergi sambil memeluk pintu. Revan benar benar menyesali kesalahannya nya. Langsung pergi meninggalkan Rumah mereka.
Aqila masih, memperhatikan Revan. Sampai Revan benar benar pergi. Dari Jauh Aqila melihat Motor Ninja berwarna Merah dengan helm yang tertutup sedang berhenti di depan rumah mereka.
__ADS_1
Aqila tak berpikir apapun. Aqila menutup pintu rapat-rapat agar Revan tak datang lagi.
Dari balik Helm. Galih baru tau kalo disini tempat tinggal Aqila. Setelah tau. Galih pun. Melaju dengan motornya meninggalkan kediaman Aqila.
Revan masih merasa kesal pada Renata yang memutuskannya di hadapan orang banyak. Revan masih tak terima kalo sudah putus dengan Revan.
Revan pun gabung dengan teman temanya Yang nakal. Revan mengabiskan Uangnya untuk membeli Minuman Alkohol. Revan menyadari kesalahannya. Tapi Revan ga mau putus.
Revan sudah mabuk berat. teman temanya akan mengantar nya pulang kerumahnya. Namun sebuah mobil berhenti di depan mereka. Dan membawa Revan bersama nya.
Sekarang Galih tau. Tempat tinggal Aqila. Galih menyandarkan tubuhnya ke kasur tempat tidurnya. Ingin sekali galih menyapa Aqila. Tapi gadis itu masih tak ingin melihat Galih. Membuat Galih sedih.
Esoknya Kaha, menyuruh beberapa orang untuk menghajar Nattan..Kaha masih dendam pada Nattan. Dengan bayaran yang begitu besar orang suruhan Kaha menyetujui untuk memukul Nattan sampai masuk rumah sakit lah. Kaha ga mau. Membuat Nattan meninggal. Nanti Kaha masuk penjara. Kaha hanya meminta agar Nattan babak belur saja. Tak lebih dari itu.
Sedari tadi. Sekitar 10 orang memperhatikan Nattan. Menunggu Nattan sediri. Akhirnya waktu yang di tunggu tunggu mereka telah tiba.
Nattan berjalan sendiri menuju kosan yang tak jauh dari kampusnya. Nattan sering jalan di tempat yang tak terlalu ramai. Karna Nattan tak suka dilihat orang orang dengan sudut pandang mereka yang membuat Nattan merasa tak Nyaman.
Saat sedang berjalan.Tiba tiba dari arah belakang ada yang mengantantam Nattan dengan sebuah pukukan dengan cukup keras. Nattan pun langsung tersungkur jatuh ke aspal membuat mulutnya berdarah.
Nattan langsung bangkit. Dan dari arah depan Ada tangan yang hendak memukul Nattan..Namun di tepisnya. Pukulan demi pukulan mereka berikan pada Nattan. Namun berkali kali Nattan menangkisnya. Mereka tak tau, Kalo Nattan atlet karete.
Nattan memang hebat dalam pertarungannya satu lawan satu. Tadi bila Nattan di keroyok oleh 10 orang Yah bakal Kalah Juga.
Nattan sudah hampir kalah. Namun tiba tiba Aqila datang membantu. Melihat Nattan sudah kewalahan menghadapi mereka. Aqila mengajar orang orang yang memukul Nattan. Nattan seperti mendapatkan kekuatan baru. Nattan harus segera membereskan semua ini. Sebelum Nattan kelelahan.
Aqila cukup lihai dalam berkelahi mengajar preman preman yang berani main keroyokan. Dari jauh motor Ninja merah berhenti. Melihat Aqila sedang bertarung mengajar preman preman itu. Galih pun turun dari motornya membantu Aqila yang sedang menghajar preman preman itu.
Nattan Tersenyum walau wajahnya sudah babak belur karna di hajar preman preman itu. Masih ada yang mau membantu Nattan membereskan preman preman bayaran ini. Yang entah siapa yang membayar mereka.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa Like yah