
Reno sudah diperiksa dokter. Reno di beri obat, baru sepuluh menit. Obat itu, masuk mulut Reno. Reno langsung muntah. Begitu banyak, begitu menjijikan. Untung muntahan Reno tak terkena teman-temannya.
Setelah muntah Reno jadi lebih baik. Reno jadi merasa lapar. Rojak membelikan makanan untuk Reno. Reno begitu lahap memakan makanan yang di bawakan Rojak.
Abdul jadi ikut lapar, perutnya langsung bunyi. Namun Abdul sudah tak punya uang untuk membeli makanan.
Sarah, dan Renata meminjam motor Reno tadi. Untuk membawa uang dan baju ganti untuk Aqila. Sedangkan Alea masih mengunggu di rumah sakit bareng Aqila.
Sarah membelikan banyak makanan untuk yang lain. Sarah dan Renata merasa lapar. Apalagi para Reno, Abdul, Nattan , Habibie dan Abdul.
Sebenarnya, Sarah lebih kwatir pada Abdul. Abdul berbadan besar pasti cepat lapar. Di saat Abdul merasa kelaparan. Sarah dan Renata datang.
Sambil tersenyum Sarah dan Renata memberikan martabak manis untuk Abdul. Abdul begitu berterima kasih pada Sarah dan Renata. Sarah dan Renata begitu baik baik. Selalu datang di waktu yang tepat.
Renata masuk keruang UGD. Reno masih makan di ranjang ruang UGD. Sedangkan Habibie, Nattan dan Rojak masih berdiri di samping Reno.
Jam sudah menunjukan jam 04.00 pagi. Semua sudah merasa lapar lagi jadi tak benar-benar bisa tidur karena, Kejadian ini. Rasa kantuk mereka pun perlahan hilang. Apalagi Nattan, belum tidur sama sekali.
Habibie, Rojak dan Nattan keluar ruang UGD melihat Abdul sedang melahap martabak sendiri, di temani Sarah yang sedang memakan roti.
Nattan masih memperhatikan Sarah. Sarah tak sadar sedang di perhatikan Nattan. Nattan hanya tersenyum melihat Sarah. Renata duduk di samping Sarah setelah memberikan dua bungkus martabak pada Habibie.
Rojak, Habibie dan Nattan ikut nyomot martabat yang di belikan Renata dan Sarah. Tadi Sarah sudah mengantarkan Alea roti dan juga minuman. Sarah juga sudah memberikan makanan pada Aqila. Namun Aqila tidak mau makan. Aqila masih menangis karna, Galih masih belum juga sadar.
Reno sudah lebih baik, Reno keluar dari ruang UGD. Berjalan menuju Mereka berkumpul.
__ADS_1
"Kamu udah baikan Ren?" tanya Sarah terkejut, Karna, Reno sudah berjalan-jalan tanpa terlihat Reno sudah pingsan tadi.
"Aku sudah lebih baik" jawab Reno santai dan duduk di pinggir Renata.
"Kamu bikin kwatir aja!" seru Renata.
"Tadi siapa yang injak perut aku?" tanya Reno penasaran, karna, perutnya di injak. Reno jadi mengalami rasa mual yang luar biasa.
Renata dan Sarah mengelengkan kepalanya. Menandakan Sarah maupun Renata tak melakukan itu.
"Aqila yang injak perut kamu, Aqila tak sengaja, tadi Aqila lari terburu-buru" ucap Nattan memberitahukan apa yang di lihatnya tadi.
"Perutku sampai mual seperti ini" guman Reno masih terasa, sakit sedikit.
"Aku sudah lebih baik kok, Aku hanya ingin tau siapa yang menginjak perutku" guman Reno sambil tersenyum.
Lagi-lagi, Nattan curi pandang terhadap Sarah. Lagi-lagi Sarah berpaling. Sarah tak ingin melihat Nattan secara langsung. Habibie melihat sekeliling. Tak terlihat Alea di mana-mana. Renata memperhatikan itu.
"Alea tak di sini. Alea menemani Aqila" ujar Renata melihat Habibie kebingungan.
Habibie tersenyum, Renata yang peka di sini. Semua tau, Habibie menyukai Alea. Walau Alea sendiri tak peka dengan perasaannya sendiri. Bukan tak peka sih. Lebih jelasnya tak ingin berurusan dengan Mili. Itu alasan Alea tak ingin menerima Habibie.
Renata yang kepo, ingin tau perasaan Habibie secara langsung. Renata ingi tau sebesar aoa? Perasaan Habibie terhadap Alea. Renata pun memberanikan diri untuk bertanya secara langsung pada Habibie.
"Aku mau tanya sama kamu?" tanya Renata serius.
__ADS_1
"Tanya apa?" jawab Habibie santai.
"Aku ingin tau, Kamu beneran suka sama Alea!"
"Benerlah, masa bohong"
"Terus hubungan kamu sama Mili itu apa?"
"Mili" Habibie terkejut Renata menanyakan Mili. Habibie mengeerutkan keningnya.
"Mili, mantan aku" jawab Habibie singkat padat jelas.
"Ohw"
"Ada yang mau di tanyakan lagi?" balik tanya Habibie pada Renata.
Renata mengelengkan kepalanya jawaban Habibie sudah menjelaskan semuanya.
Habibie melihat Renata. Ada perasaan bingung terlihat di muka Habibie soal Mili. Renata terlihat tak suka dengan Mili. Alea juga tak menyukai Mili. Habibie jadi penasaran sebenarnya ada hubungannya apa antara Mili dan Alea.
Bersambung...
Jangan lupa Like yah
Mampir juga ke novel Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih
__ADS_1