KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Tiga Puluh Tujuh.


__ADS_3

Sarah sudah tak menangis lagi. Sarah merasa berdosa karna memcintai seorang Nattan. Sarah merasa sudah menduakan Tuhan Sarah. Karna kini hati Sarah terbagi. Berkali kali Sarah berdoa, salahkan bila Sarah memcintai seorang Nattan.


Hati Sarah, begitu sakit karna Nattan seorang Nasrani. Begitu banyak laki laki yang Sarah tolak cintanya karna Sarah tak ingin pacaran. Tapi mengapa, Sarah malah mencintai seorang Nattan.


Sarah ingin sekali melupakan perasaan nya. Tapi kenapa perasaan nya malah semakin kuat. Dan semakin besar. Sarah semakin mencintai Natran.


Itu yang membuat, Sarah terus terusan sampai seminggu lebih. Membuat ketiga temanya, merasa kuatir. Namun sekarang, Sarah terlihat tenang. Ketiga temanya tau, seberapa besarnya, Sarah memcintai Nattan.


Tanpa Sarah bilang pun. Mereka bertiga sudah tau, tentang hati Sarah. Mereka bertiga membiarkan Sarah seperti itu. Bukanya tak peduli dengan Sarah. Namun, seperti nya Sarah lebih membutuhkan waktu sendiri sekarang.


Nattan, sudah pulang dari rumah sakit. Namun Nattan sudah bersiap untuk bekerja kembali. Semua temanya melarang Nattan. Namun Nattan bersi keras untuk bekerja.


Nattan tak ingin bermalas malasan. Nattan sudah merasa sehat. Itu yang di pikirkan Nattan.


Dalam pikiran Nattan, harus segera mengembalikan uangnya Galih. Nattan tak suka berhutang, Apalagi harus berhutang uang.


Nattan seorang pekerja keras. Setiap harinya setelah kuliah usai. Nattan selalu bekerja di kafe Alan. Kafe yang memperkerjakan mahasiswa mahasiswa yang butuh tambahan uang seperti Nattan.


Kafe Alan, terletak di dekat kampus. Menjual makanan yang beragam. Sesuai dengan kantong anak kampus. Karna Alan, menjual makanan dengan harga yang murah. Rasa enak dan porsi banyak.


Ada empat karyawan Alan. Salah satunya Nattan. Semua karyawan Alan laki laki semua. Karyawan wanita Alan sudah keluar karna sudah lulus. Alan sendiri baru lulus 2tahun kemarin.


Selain pemilik kafe, Alan sendiri sedang mengurus perusahaan papahnya. Alan anak orang kaya. Dan usaha sampingan Alan banyak. Tak hanya Kafe, ada warnet kos kosan. Dan masih banyak lagi.


Banyak yang suka pada Alan. Alumi kampus yang tampan dan juga kaya. Jadi pacarnya Alan, akan membuat para gadis merasakan kemewahan yang Alan berikan. Karna Alan sering memanjakan gadis yang jadi pasangannya.


Hanya Sarah, satu satu nya gadis yang menolak Alan. Sarah tak silau dengan harta Alan yang melimpah ruah. Alan tak memaksakan Sarah untuk menerima Sarah. Makanya hungungan Sarah dan Alan baik sampai sekarang.


Alan masih menyukai Sarah. Namun Sarah tetap tak tertarik pada Sarah. Sarah selalu bersikap ramah pada setiap laki laki. Tak ada yang spesial bagi Sarah. Kecuali Nattan. Yah hanya Nattan, yang membuat Sarah jatuh cinta.


Sarah dan Nattan, dua manusia yang saling jatuh cinta. Walau mereka berdua tak menyadari itu. Tak menyadari perasaan yang sama antara Sarah dan Nattan.


Hari ini, Alan datang ke kafenya, melihat Nattan yang sedang bekerja mengantar makanan ke mahasiswa lain yang sedang makan di kafe Alan.


Alan duduk di kursinya Langsung memangil Nattan.


"Tan, Nattan.." panggil Alan, sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Nattan pun mendatangi Alan.


"Ada apa bos?" tanya Nattan, bingung.


"Kamu udah sembuh!" seru Alan, karna baru saja Kemarin Alan dari rumah sakit. Menengok Nattan.


Nattan Tersenyum.


"Kamu, jangan terlalu di prorsir tubuh kamu itu perlu istirahat".


"Aku udah cukup istirahat Bos". jawab Nattan santai.


"Kamu yakin!!!". seru Alan lagi.


"Yakin 100 %" jawab Nattan.


"Kalo ada apa apa, kamu segera pulang yah" ujar Alan. Merasa kuatir pada Nattan.


"Tenang aja,bos. Aku ga akan menyusahkan disini" ucap Nattan lagi.


"Makasih yah bos".


Nattan pun tersenyum di balas senyuman Nattan oleh Alan.


Alan mengelengkan kepalanya. Nattan sangat royal dalam bekerja. Tapi kasihan juga, Bila Nattan terus memaksakan diri.


Alan tau, apa yang terjadi pada Nattan. Sampai sekarang mereka masih belum tau. Dalang dari pemukulan Nattan. Semua menyangkan Nattan yang menjadi korban. Dalang dari semua ini. Begitu tega sama Nattan. Padahal Nattan tak punya musuh. Nattan selalu bersikap baik. Nattan juga tak pernah macam macam. Tapi aja saja yang jahat pada Nattan.


Nattan kembali ke dapur saat Sarah datang bersama Amelia. Teman sejurusan Sarah. Akhir akhir ini. Nilai Sarah jeblok. Karna tak bisa konsentrasi belajar. Sarah terlalu memikirkan Nattan.


Banyak sekali tugas tugas Sarah yang berantakan. Untunglah ada Amelia yang bantu.


"Kamu, bawa laptop Sarah?" tanya Amelia.


"Bawa di tas" jawab Sarah, sambil memegang tas yang di bawanya.


"Kita duduk di sana yah, biar tak banyak orang yang lewat!" seru Amelia, sambil menunjuk kursi pojokan yang kebetulan kosong.

__ADS_1


Sarah pun mengangguk, menyetujui perkataan Amelia.


Dari tempat duduknya, Alan masih memperhatikan Sarah. Alan sengaja bolak balik ke kampus hanya untuk melihat Sarah. Walau sekarang Alan sudah berpacaran dengan Alya. Tapi tetap Alan masih menyukai Sarah.


Sarah memang cuek, tak memperhatikan sekitar. Makanya Sarah tak melihat Alan. Lagian Sarah juga tak peduli ada Alan atau tidak. Tak berpengaruh pada Sarah.


Tiba tiba saja, Alya datang. Mahasiswa tingkat tiga yang menjadi kekasih Alan saat ini. Alan sudah memberitahu Alya, kalo Alan akan ke kafe.


Alya langsung duduk di pangkuan Alan. Alya termasuk gadis yang populer di kampus. Setelah Renata. Alan pun tak keberatan saat Alya duduk di pangkuannya.


Sarah masih sibuk mengerjakan tugasnya. Dengan Amelia, sebagai pembimbing Sarah kali ini. Sarah tak memperhatikan sekitar. Apalagi harus memperhatikan orang pacaran seperti pasangan yang lainya.


Alya langsung cemberut melihat Sarah.


"Kamu kenapa sayang,?" tanya Alan.


"Kamu, masuk suka sama Sarah!" seru Alya merasa cemburu.


Alan mengelengkan kepalanya.


"Terus, kenapa, Sarah ada disitu?" tunjuk Alya yang masih merasa cemburu.


"Kamu liat, baik baik Sarah sedang mengerjakan tugas sama temanya" ucap Alan sambil menunjuk Sarah dan temanya.


Namun Alya masih cemberut. Alan pun berpikir untuk membujuk Alya biar tak cemberut lagi.


"Kita jalan yu, aku masih ada waktu sampai 2 jam ke depan" ajak Alan, biar Alya tak cemberut lagi.


Alya langsung Tersenyum dengan sumeringah. Dan mengiyakan ajakan Alan. Alya dan Alan pun keluar Kafe. Pergi keluar entah kemana?. Alan dan Alya sudah berada jauh meninggalkan Kafe. Mengunakan mobil Alan yang sudah melaju dengan cepat.


Amelia sedari tadi melihat Alan dan Alya. Amelia merasa tak suka dengan Alya. Karna cara pakai, Alya yang terlalu seksi untuk ukuran mahasiswa.


Alya sering mengunakan rok pendek atau dres pendek. Sehingga paha putihnya terlihat jelas. Alya memang cantik. Pakaian yang Alya pakaipun selaku trendi. Cocok dengan Karakter Alya yang imut dan cantik. Namun apa alasan Amelia tak suka Alya yah. Itu masih jadi pertanyaan bagi semuanya.


Bersambung...


Jangan lupa like dan mampir ke 2 novel aku yah " Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" tak tunggu kehadiran nya.

__ADS_1


__ADS_2