
Alea sudah bolak balik ke rumah Renata. Namun Rumah itu sudah di Sita Bank. Alea benar benar tak tau keberadaan Renata dan Mamahnya dimana. Ponselnya susah di hubungi. Alea benar benar takut. Kalo Renata kenapa Napa. Kemana lagi Alea mencari keberadaan Renata.
Tepat Jam, 8 malam. Aqila baru selesai Latihan Karate nya. Aqila bergegas untuk menjemput Sarah. Pasti Sarah sudah lama menunggu nya.
Aqila, Menjalankan motornya sedikit ngebut. Tak ingin membuat Sarah menunggu lama. Sampai Sekolah. Sarah masih belum keluar dari sekolah. beberapa saat kemudian Sarah keluar sekolah dengan beberapa murid lain yang ikut Ekskul bareng Sarah.
Sarah langsung mendatangi Aqila yang sudah menunggunya.
"Qila, Kamu dah lama nunggu?" Tanya Sarah. Sambil tersenyum.
"Ga ko, baru Dateng?" jawab Aqila.
"Qila, Aku lapar banget sekarang. Nyari makan dulu yuu sampai Sebelum nyampe Rumah." Ajak Sarah.
"Okey" Jawab Aqila. Yang sama sama lapar seperti Sarah.
Sarah pun naik motor Aqila. Aqila pun menjalankan motornya pelan. Mencari tukang Nasi Goreng. Gorengan sama Seblak kesukaan Sarah. Dan beberapa beberapa jus. 2 Gadis ini. benar benar kelaparan. Karna sepulang sekolah. Mereka berdua langsung melakukan kegiatan tanpa makan dulu.
Selesai membeli makanan. Aqila masih menjalankan motornya dengan pelan. Karna Sarah begitu repot memegang makanan yang mereka berdua beli tadi.
Terlihat dari jauh. Seseorang sedang berdiri di jembatan yang di bawahnya sungai yang tak begitu Deras.
"La, coba kamu liat dech. Itu bukanya Renata" Ucap Sarah menunjuk seseorang Perempuan yang berdiri di tepi jembatan. Aqila pun memperhatikan seseorang yang di tunjuk Sarah.
Aqila pun langsung tancap gas menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi karna Seseorang itu akan loncat dari jembatan.
"Renata jangan" Teriak Sarah. Karna seseorang itu makin jelas terlihat saat Motor Aqila dekat dengan posisi Renata sekarang.
Sarah langsung turun dari motor Aqila yang berhenti mendadak di pinggir Renata yang masih menangis. Sarah langsung memeluk Renata. Agar Renata tak jadi loncat.
"Jangan Ren.." Bisik Sarah..sambil masih memeluk Renata begitu erat. Sarah bergetar ketakutan. Takut Renata benar benar akan loncat di jembatan itu.
Renata masih menangis. Renata begitu kacau. Akal sehatnya sudah tak ada.
"Lepasin Aku. Aku ingin mati" Guman Renata mencoba mendorong Sarah namun Sarah masih erat memeluk Renata.
__ADS_1
"Kalo mau mati. Mati aja. Tapi jangan di sini pula kali" Bentak Aqila. Sama sama ketakutan dengan Sarah. Namun Aqila masih sinis. Karna ia sendiri bingung. Harus bagaimana bila Renata beneran Loncat dari jembatan itu.
"Qila.." Bentak Sarah.
"Kalian pergi sana. Aku ga mau hidup lagi. Semua udah ancur. Aku udah ga berguna" Seru Renata masih menangis. Renata sudah putus asa sekarang. Ga ada lagi tujuan hidupnya nya. Yang Renata ingin hanya ingin meninggalkan hidupnya sekarang. Tak ada yang lain.
"Ren jangan gitu. Kita bisa selesai kan masalah kamu." Bujuk Sarah. Sarah tak ingin Renata berbuat Nekat sampai Ia akan menyesal di kemudian hari.
"Kamu peduli apa? Kamu jangan Sok peduli sama Aku. Pergi sekarang! Ga usah urusin hidup Aku" Bentak Renata mendorong Sarah sekuat tenaga sampai Sarah Jatuh tersungkur.
Sarah langsung di bantu Aqila. Aqila tak terima dengan perlakuan Renata.
"PLAK" Tampar Aqila.
Renata terdiam sesaat. Renata masih mematung. Tamparan Aqila begitu terasa sakit. Walau tak sebanding dengan sakit dalam hatinya.
"Udah sadar Lo" Bentak Aqila lagi.
Renata menunduk. Renata menangis lagi. Renata berjongkok melipatnya kedua tangannya.Kepalanya menunduk. Ia menangis sejadi jadi meluapkan rasa sakit hatinya yang begitu dalam. Renata sudah tak tau. Renata harus bagaimana lagi?
Sarah melihat Renata terpuruk. Yang di ucapkan Aqila ada benarnya juga. Sarah tak bisa berbuat apa apa. Namun yang terpenting Renata tak jadi Bunuh Diri. Yang Renata butuhkan sekarang. Pendamping. Untuk menemaninya di saat ia terpuruk seperti ini.
Renata masih menangis. Aqila dan Sarah hanya bisa terdiam. Rasa lapar Sarah dan Aqila hilang sudah. Saat melihat Renata seperti ini. Lama Renata menangis.Aqika dan Sarah hanya membiarkan Renata mengeluarkan segala kesedihannya biar keluar semuanya tanpa sisa.
Sarah dan Aqila masih menemani Renata saat itu. Mereka berdua tak ingin Renata berbuat Nekat. Bila meninggalkan Renata sendiri.
"Mending Kamu ikut kita saja. Biar kamu bisa istirahat" Bujuk Sarah.
Renata menganguk. Akhirnya Aqila membonceng Sarah dan Renata di tengah. Dengan motornya bonceng 3 seperti cabe cabean.
Aqila menjalankan motornya pelan. Karna beban motor nya bertambah. Aqila tak pernah mengizinkan Motor nya untuk membonceng orang lain. Namun Demi Sarah dan Renata. Berat hati. Aqila memberi beban berat untuk motornya untuk pertama kalinya.
Sekarang yang Aqila pikirkan. Segera pulang kerumah. Menenangkan Renata. Yang sedang kacau seperti ini. Dulu Aqila pernah ada di posisi Renata. Saat itu Aqila lari pada Minuman beralkohol untuk menghilangkan rasa putus asanya. Namun sekarang sudah ada Sarah. Mungkin Sarah bisa bantu Renata dengan hal positif agar Renata tak melakukan tindakan nekat yang bakal ia sesali.
Sampai Rumah Sarah. Renata diam membisu. Renata hanya ingin diam. Tak ingin melakukan apapun.
__ADS_1
"Ren, Sementara kamu tinggal bareng kita aja yah" Ucap Sarah.
Renata menganguk pelan. Saat ini. Renata hanya bisa menuruti Sarah dan Aqila. Karna Renata tak tau harus tinggal dimana lagi. Rumahnya sudah di Sita. Papahnya di tangkap KPK. Mamahnya ga tau kemana? Kekasihnya malah berselingkuh dengan teman baiknya Friska. Dunianya hancur sudah. Agen modelnya memutuskan kontrak sepihak dengan ya. Karna tak ingin membuat Imez jelek pada Agensi modelnya karna Renata anak seorang Koruptor. Begitu hancur dunia Renata sekarang. Tak ada yang tersisa lagi.
"Qila aku lapar banget. Pesen makanan gih?" Ucap Sarah perutnya sudah meronta tinta minta di kasih makan.
"Lah, makanan yang kita beli kemana? Tanya Aqila lagi.
"Ketinggalan tadi"
"Ya ampun Sarah" Ucap Aqila menepuk jidatnya dengan tangannya.
"Maaf Qila"
Aqila menggelengkan kepalanya. Segera memesan makan kembali lewat Aplikasi.
"Ren, Kamu mau makan apa? Tanya Sarah.
Renata menggelengkan kepalanya. Rasanya ia tak lapar. Renata hanya ingin diam saja.
"Ren kamu harus makan?"
Renata menggelengkan kepalanya lagi.
"La, sekalian pesan makanan buat Renata" Ucap Sarah pada Aqila.
Aqila menganguk.
"Aku tak lapar"
"Pokoknya kamu harus makan!" Seru Sarah memaksa.
Renata menolak makanan itu. Sampai pesanan makan itu datang. Sarah dan Aqila memaksa Renata sampai mau makan. Dengan terpaksa Renata memakan makanan yang di pesan Aqila tadi.
Bersambung
__ADS_1
Pembaca gimana suka Novel aku sampai Sini.