
Aqila, masih menangis sendiri, entah apa yang harus di lakukanya. Aqila, tak tau, nomor ponsel Galih. Aqila juga, ga tau, di mana Galih tinggal. Aqila bingung. Harus apa,?. Aqila benar benar buntu sekarang. Aqila sudah tak bisa menemukan Galih di kampus.
Sarah sendiri, masih memperhatikan Nattan. Laki laki yang, tak bisa ia sentuh itu. Terlihat begitu tampan setiap hari harinya.
"Akh, bagaimana ini,?" Sarah bertanya tanya dalam hati, tak bisa melupakan, seorang Nattan di dalam hatinya. Sarah tau, ini salah!. Sarah bisa apa?.
Sekarang, giliran Nattan, yang melirik Sarah. Gadis berhijab itu, selalu membuat Nattan tenang. Gadis berhijab yang tak bisa, Nattan miliki itu, begitu indah untuk di lihat. Mahluk sempurna ciptaan maha kuasa. Yaitu, Sarah!!!.
Sarah berbalik, tak ingin hatinya semakin terluka. Kini, perasaan nya setiap harinya begitu besar untuk Nattan. Tak bisa di pungkiri lagi. Sarah meneteskan air matanya. Melangkah, semakin jauh, meninggalkan hatinya yang sudah terlanjur terluka.
Nattan hanya bisa, melihat Sarah menjauh. Hanya itu, yang bisa Nattan lakukan. Nattan tak bisa beranjak dari posisinya. Memendam perasaan cinta itu. Begitu teramat sakit. Karna hanya, Nattan yang merasakan sendiri. Sebuah rasa cinta yang harusnya indah. Kini hanya bisa di pendam dalam hati. Tanpa bisa di ungkapkan oleh gadis itu. Gadis berhijab itu, yang begitu sempurna, di mata Nattan.
Lagi lagi, Renata yang peka. Melihat dua manusia yang saling jatuh cinta. Namun tak bisa bersama. Renata tak bisa berbuat apa apa. Renata tak bisa, bilang pada Sarah. Tentang Nattan yang juga suka pada Sarah. Begitu juga, Nattan. Kalo Sarah juga, suka pada Nattan. Renata tak memiliki wewenang itu. Renata tak bisa ikut campur. Walaupun Sarah sendiri, Sahabat Renata.
Tetap saja, Renata tak berhak untuk so tau. Memberi tahukan Sarah dan Nattan. Kalo keduanya saling jatuh cinta satu sama lain.
Renata mengembuskan nafas panjang.
"Huu" . Yang di sadari Bayu. Bayu begitu peka dengan Renata. Apapun yang Renata lakukan. Bayu orang pertama yang tau hal itu. Bayu begitu memcintai Renata. Makanya, Bayu tak pernah berbuat macam macam pada Renata.
Bayu benar benar menjaga Renata dengan baik. Bayu selalu ada untuk Renata. Bayu juga, selalu setia. Menunggu Renata selesai kelas. Benar benar pasangan romantis.
Bayu masih memperhatikan wajah Renata, secara seksama. Di lihatnya sedari tadi. Membuat Renata sadar sendiri.
"Ehmm"
__ADS_1
Suara dehem'an dari Renata itu. Membuat Bayu refleks tersenyum. Senyum Bayu itu, membuat jantung Renata berdebar.
"Ikh, kamu cakep banget" Renata mencubit kedua pipi Bayu, karna begitu gemes melihat Bayu. Bayu membuat Renata betah berlama lama. Berada di dekatnya. Ada perasaan tenang bila ada di samping Bayu. Mungkin, karna Bayu begitu tulus mencintai Renata. Makanya Renata begitu nyaman saat bersama Bayu.
Bayu masih tersenyum. Saat Renata memperlakukan Bayu seperti anak kecil. Bayu tak pernah marah. Atau kesal, saat Renata memcubit pipi Bayu. Bayu pasrah saja. Apapun yang Renata lakukan pada Bayu. Bayu membiarkan Renata berbuat sesuka hatinya. Asalkan Renata senang. Selama kelakuan Renata itu. Masih di bilang normal.
Bagi Bayu, Renata itu, gadis yang begitu baik. Banyak yang suka sama Renata. Renata selaku bersikap ramah. Renata tak pernah menerima orang lain lagi. Setelah jadian sama Bayu. Itu yang membuat Bayu. Begitu memcintai Renata.
Renata tertawa, melihat ekpresi Bayu yang datar. Setelah Renata memperlakukan nya seperti Balita.
"Kamu senang?" tanya Bayu tersenyum. "Sekarang giliran aku yah, yang balas cubit pipi kamu" Tanpa aba aba dari Renata. Bayu memcubit, pipi Renata setelah Renata melepaskan tanganya dari Pipi Bayu. Bayu melakukan apa yang Renata lakukan pada Bayu.
Renata menjerit jerit kecil. Bayu tak menghiraukan Renata. Bayu malah menikmati, balas dendam nya, terhadap Renata. Bayu begitu konsisten, membuat Renata merasakan apa yang Bayu rasakan tadi.
"Bayu udah, ntar pipi aku melar" pinta Renata, agar Bayu menyudahi balas dendamnya. Namun Bayu tetap saja. Memcubit pipi Renata. Malah semakin gemes. Sampai Bayu, bosan. Dan melepaskan tanganya dari pipi Renata.
Selesai kelas. Alea berjalan perlahan. Habibie masih mengikuti Alea dari belakang.
Alea menoleh.
"Kamu, ngapain sih? mengikutin aku terus" tanya Renata masih merasa sebel sama Habibie.
Habibie, tersenyum. Habibie suka dengan sikap judes Alea. Memang seharusnya, Alea seperti ini. Judes dan cuek.
Alea, melihat ke kiri dan kanan. Tak ada Mili. Alea malas sekali melihat Mili dan Sisi. Dua kakak beradik itu. Membuat Alea tak nyaman.
__ADS_1
Alea risih, jika Mili dan Sisi ada di dekatnya.
Karna Mili dan Sisi, begitu membenci Alea. Makanya Alea merasa tak tenang. Bila ada salah satu dari Mili atau Sisi. Alea masih heran. Begitu banyak kampus di sini. Kenapa harus satu kampus sama Mili dan Sisi.
Dua kakak adik itu. Yang tak ada hubungan darah dengan Alea. Namun pernah menjadi sepupu Alea. Karna Mili dan Sisi. Anak dari adik Ayah angkat Alea. Dan karna mereka juga, hidup Alea jadi seperti ini.
Habibie, masih memikirkan Alea. Yang melamun sendiri. Habibie menoleh ke belakang. Tak di lihatnya Mili sama sekali. Habibie mempunyai kesempatan untuk mendekati Alea. Sebelum, laki laki itu mendekati Alea.
Habibie menang tak kenal Qian. Namun bagi Habibie, Qian itu, ancaman terbesar Habibie untuk mendekati Alea. Apalagi, Qian begitu agresif mendekati Alea.
Habibie menang tak tau, Qian. Mereka berdua belum berkenalan. Habibie juga, tak ingin. berkenalan dengan Qian. Laki laki pengangu. Itu menurut Habibie, yang mulai terancam. Kalo Alea akan memilih Laki laki itu.
Habibie, memang belum, mengungkap perasaan nya pada Alea. Tapi Habibie juga, tak ingin. Alea keburu di ambil laki laki itu. Memikirkan laki laki itu. Membuat Habibie kesal. Habibie juga tak menyadari kesalahannya, memanfaatkan Mili, untuk membuat Alea cemburu.
Sebenarnya, Alea tak tau tentang perasaan nya sendiri. Seperti apa?. Menyukai Habibie kah. Atau seperti apa?. Alea bingung. Karna Alea tak pernah jatuh cinta pada seseorang. Entah kenapa hatinya jadi bingung. Saat laki laki yang sok kenal itu mendekati Alea.
Bukan karna, laki laki itu tampan. Entah lah, Alea jadi memikirkannya. Soal Habibie sendiri. Alea benar benar tak tau. Apa yang di rasakan ya itu cinta. Atau kesalnya karna Mili bersama Habibie.
Sebuah pertanyaan besar. Di pikiran Alea saat ini. Habibie, atau laki laki itu. Ha, Alea bahkan tak tau siapa nama laki laki itu. Kenapa jadi ikut ikutan pusing. Entah lah..
Bersambung...
Hay, Author minta maafnya ππππ kalo up nya telat. Tak bisa setiap hari. Author masih punya balita. Tak ada kerjaan lain sih, selain mengasuh Dua balita. Namun Author sangat suka nulis. Udah kepedean aja, bilang Author. Jadi Author sempet sempetin untuk nulis. Untuk kalian. Pembaca setia. Yang nungguin Karya Aku, yang begini adanya.
Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
Jangan lupa like. Dan mampir ke novel Author yang lain yah. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" πππππterima kasih.