
Aqila menyetujui permintaan Sarah untuk tinggal bersamanya. Sarah baik Aqila begitu bahagia bisa tinggal bersama. Apalagi Aqila, Sekarang Aqila bisa lebih gampang menjaga Sarah. Gadis polos ini. Begitu banyak yang gangu mungkin karna sifat Sarah yang ramah sama semuah orang. Membuat Aqila kuatir pada Sarah. Aqila selalu waspada pada orang orang yang mendekati Sarah. Aqila tak ingin Sarah kenapa kenapa.
Beberapa hari ini. Sarah melihat Alea sendiri. Biasa nya Alea bersama Renata. Sarah ingin berteman dengan Alea ataupun Renata. Namun sikap Renata dan Alea selalu jutex. Mungkin Karena Sarah dekat dengan Aqila. Aqila yang sudah berbuat Renata dan Alea babak belur. Beberapa hari yang lalu. Mungkin Mereka masih kesal dengan Aqila.
"Hey" Ucap Aqila. Sembari menepuk punggung Sarah. Karna sedari tadi Sarah melamun terus.
"Qila" Ucap Sarah sembari menoleh ke arah Aqila. Yang kini jadi Sahabat satu satunya Sarah.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Aqila penasaran karna sedari tadi melamun terus.
"Beberapa hari ini, Aku ga kuat Renata. Kemana yah?" Balik tanya Sarah.
"Haa..Ko tanyain Aktris itu ke aku sih..? Mana aku tau, Kan aku bukan Menejer nya" Seru Aqila masih sibuk memakan Snack nya.
"Ihh, Qila.. Kasihan tau Alea.."
"Udah dech ga usah terlalu baik ma orang. Nanti di manfaatin".
"Ihh, Qila ga boleh buruk sangka sama orang. Siapa tau, mereka lebih baik dari kamu" Seru Sarah..
"Ihh Sarah, Kok kamu belain mereka sih?" Seru Aqila pura pura ngambek.
Sarah tersenyum. Begitu pula Aqila.
Dari jauh, Alea melihat Sarah dan Aqila. Alea memang masih dendam sama Aqila karna menghajarnya habis habisan karna masalah sepele. Namun gadis yang bersama Aqila itu tak bersalah. Gadis itu baik, Soleh , Alim. Rasanya tak pantas berteman dengan Aqila yang Kasar menyebalkan. Haa ingat Aqila membuat Alea kesal.
Beberapa hari ini. Renata susah di hubungi. Alea kuatir sama sahabatnya ini. Apalagi terdengar Berita di infotainment. Tentang Ayahnya Renata yang di tangkap KPK karna kasus Suap.
Sesaat Memikirkan Renata. Tiba tiba ibu kantin menyetel Televisi tentang berita penangkapan Ayahnya Renata oleh KPK.
Semua siswa mulai membicarakan Renata tentang berita itu.
__ADS_1
"Itu, bukanya Ayahnya Renata yah" Ucap salah satu nurut yang menonton berita tersebut.
"Ihh ga nyangka yah, Dia kaya hasil Korupsi. Bikin malu sekolah aja" Seru murid lain mulai jadi bahan Gosip.
Sarah terdiam. Tak suka mereka membicarakan Renata. Harusnya mereka tak bergosip seperti itu. Kalo Renata mendengar pasti sedih banget. Itu yang di pikirkan Sarah.
Sarah beranjak dari tempat duduknya.
"Kamu, mau kemana?" Tanya Aqila lagi.
Tanpa menjawab. Sarah pergi meninggalkan mereka yang sedang bergosip tentang Renata. Sarah tak suka bergosip. Sarah tak suka membicarakan Aib orang lain. Sarah malah memikirkan perasaan Renata. Pasti posisi Rebana begitu sulit sekarang. Sarah jadi kuatir pada Renata.
Aqila mengikuti Sarah, Dari belakang. Aqila seperti Bodi guard Sarah. Kemana pun Sarah pergi. Aqila selalu ngikutin Sarah. Dimana ada Sarah disitu ada Aqila.
Alea melihat Sarah dan Aqila pergi. Alea juga merasa malas berada di Kantin. Alea juga tak suka dengan pembicaraan mereka tentang Renata. Kasihan Renata. Itu yang di pikirkan Alea. Sekarang Alea harus benar benar mencari Renata. Alea benar benar kuatir dengan ini. Apalagi berita itu sudah tersebar seluruh pelosok negeri. Alea takut. Renata nekat.
"Sarah tunggu.." Ucap Aqila yang tak bisa menggikuti langkah Sarah yang cepat meninggalkan Aqila.
"Kamu kenapa?" Tanya Aqila lagi. Setelah berhasil mengejar Sarah.
Mata Sarah sudah berkaca kaca. Begitu Aqila melihatnya.
"Astaga kamu kenapa Sarah?" Ucap Aqila mulai Kuatir pada Sarah. "Tadi seperti nya Sarah tak apa apa? Kenapa sekarang malah akan menangis" Itu yang pikirkan Aqila. Perubahan sikap Sarah membuat Aqila Bingung sendiri.
"Aku ga apa apa?" Ucap Sarah menahan air matanya yang akan jatuh.
"Kamu ceritakan sama Aku, Kamu kenapa?" Ucap Aqila lagi.
Tanpa berucap. Sarah langsung memeluk Aqila. Air matanya telah jatuh. Sarah tak kuat lagi menahan. Sarah juga tak mengerti kenapa Sarah menangis. Apalagi Aqila. Aqila hanya diam saja saat Sarah memeluknya. Aqila bingung dengan apa yang terjadi pada Sarah.
Sarah masih menangis. Sampai semuah melihat mereka. Aqila membiarkan Sarah menangis sesaat. Walau Aqila sendiri. Tak tau apa yang membuatnya Sarah menangis.
__ADS_1
"Udah SAR, Kita jadi pusat perhatian. Nanti orang orang nyalahin Aku. Udah buat kamu nangis. Padahal, Aku ga tau, Kamu menangis kenapa?" Ucap Aqila pelan sedikit berbisik. Karna orang orang mulai memperhatikan Sarah dan Aqila.
Sarah melepaskan pelukanya. Menghapus air matany dengan ujung jarinya. Sarah juga masih bingung dan tak mengerti kenapa Sarah menangis.
Belum sempat Aqila bertanya. Ternyata bel masuk berbunyi. Membuat setiap murid kembali ke kelas nya termasuk Sarah dan Aqila.
Sarah masih terdiam. Di sela sela pelajaran membuat Aqila bingung sendiri. Sampai Jam pelajaran terakhir Sarah masih diam.
"Ayo kita pulang?" Ucap Aqila saat Bel berbunyi.
"Aku masih ada Ekskul. Kamu pulang duluan aja!" Ucap Sarah.
"Kamu ga apa apa kan?" Tanya Aqila lagi memastikan Sarah benaran tak apa apa?
"Aku ga apa apa Qila?" Ucap Sarah sambil tersenyum.
"Bener"
"Iya"
"Yah udah, mau di jemput jam berapa? Aku juga ada Latihan karate Sore ini". Ucap Aqila.
"Bisa aja, Pulang karena kamu jemput aku" Ucap Sarah lagi.
"Okey"
Aqila pergi duluan meninggalkan Sarah. Hari ini Jadwal Aqila latihan. Bulan depan. Aqila ada pertandingan makanya Aqila sibuk Latihan. Aqila tak ingin menyia nyiakan masa mudanya lagi. Dengan bolos sekolah. Untuk Nongkrong tak jelas dengan teman teman nakalnya. Yang ujung ujungnya Aqila minum alkohol lagi. Aqila sudah janji pada Sarah. Untuk jadi lebih baik lagi. Walau kebiasaan mentato badanya masih belum hilang. Semua bisa Aqila tinggalkan. Tapi untuk mentato tubuhnya. Aqila tak bisa. Aqila sudah suka dengan Seni Tato. Tato bukan lambang kejahatan atau keburukan. Namun Tato itu seni. Malahan ia ingin seluruh badanya di tutup Tato. Namun Bila Aqila lakukan. Sarah tak ingin berteman dengan Aqila. Jadi Aqila hanya menahan untuk menambah koleksi Tato di tubuhnya.
Aqila sangat sayang pada Sarah. Bagi Aqila, Sarah teman pertama Aqila yang tulus. Sarah tak pernah menuntut Aqila. Sarah menerima Aqila apa adanya. Orang lain menganggap Aqila seperti penjahat. Berbeda dengan Sarah. Sarah menggagap Aqila sebagai Teman. Hanya Sarah yang berpikir begitu. Makanya Aqila mempertahankan Sarah. Untuk selalu menjaga Sarah melindungi Sarah. Aqila begitu Menyayangi Sarah. Seperti Kakak yang melindungi adiknya. Yah walau sebenarnya mereka seumur. Masih belasan tahun.
Bersambung.
__ADS_1
Makasih yah udah mau mampir..