KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Lima Puluh Dua.


__ADS_3

Sarah berjalan menuju pintu rumahnya, ingin tau siapa yang mengetuk pintu sedari tadi di ikuti oleh, Renata, Alea dan Aqila dengan Sarah berjalan di depan barisan, semuanya ada empat gadis yang tiga penakut dan satu gadis berani.


Perlahan Sarah membuka pintu, Terlihat seseorang memakai Jas hujan berwarna hitam. Tak terlihat mukanya, membuat Alea langsung berteriak di susul Aqila dan Renata.


"Aaaaaaaaa" teriak ketiganya secara bersamaan. Sarah mengelengkan kepalanya lagi. Mendengar teriak itu. Seseorang itu membuka hodi yang menutup kepalanya. Ternyata dia Reno.


"Kalian kenapa sih?" tanya Reno terkejut mendengar teriakan tiga gadis itu.


"Kamu, Reno bukan hantu!" seru Alea sebel, begitu lihatnya muka Reno yang nyengir kaya kuda.


Sarah tersenyum.


"Kamu ga pain ke sini?" tanya Aqila ikut sebel.


"Aku kedinginan Guess, Aku butuh kehangatan" guman Reno memelas.


"Terus kita harus gimana?" tanya Renata kesal melihat Reno.


Sarah melihat, ke depan rumahnya terlihat ada beberapa laki laki yang kehujanan termasuk Nattan.


Deg.


Hati Sarah beedebar, melihat Nattan dengan ujung matanya. Rasa iba itu, datang pada Sarah.


"Kamu boleh ikut berteduh di sini, sekalian ajak teman teman mu ke sini" pinta Sarah kemudian masuk untuk membuat air hangat untuk mereka.


Renata, Aqila dan Alea melihat ke depan rumah mereka. Menang ada beberapa orang yang sedang berteduh. Reno pun menganguk dan segera memangil teman temanya untuk ke rumah mereka Ada, Habibie, Rojak, Abdul dan juga Nattan.


Listrik di rumah Tantenya Sarah, masih belum nyala. Rumah masih gelap hanya ada cahaya lilin dan ponsel yang menerangi rumah ini.


Reno, Habibie, Abdul, Rojak dan Nattan membuka jas hujan mereka di teras rumah para gadis. Tiga, gadis ini, Renata, Alea dan Aqila masih memperhatikan mereka.


Diam diam, Alea memperhatikan Habibie, sedang membuka jas hujan. Hujan begitu deras. Membuat para laki laki itu, tetep ke basahan walau pake jas hujan.

__ADS_1


Para laki laki itu, sudah menaikan celana jens mereka sampe ke lutut. Abdul paling basah baju dan celananya, Abdul yang gemuk membuat jas hujan yang Abdul kenakan tak muat. Jadi tetap saja basah walau pake jas hujan.


"Kalian ngapain ke sini sih, bukanya balik ke rumah kalian!" seru Aqila ketus.


"Maaf yah gangu istirahat kalian, Tadinya kita ga niat ke sini. Berhubung rumah kalian dekat dengan kampus, kita mutusin untuk berteduh dulu di sini, sampe hujan reda aja, aku mohon. Apa kalian tega, melihat Abdul sudah kebasahan dan mulai mengigil kedinginan" tutur Reno menjelaskan. Sedangkan yang lain hanya diam saja. Apalagi Nattan tanpa ekspresi. Entah apa yang dipikirkanya saat ini.


Aqila berpaling. Memang kasihan sih, melihat Abdul sudah basah dan kedinginan dengan bajunya yang sudah basah semua. Renata, Aqila dan Alea belum mempersilahkan para pemuda itu, masuk Karna belum ada perintah dari Sarah. Para gadis itu, tak ingin mengambil keputusan dengan menyuruh mereka masuk.


Renata masih memperhatikan Alea dan Habibie. Sedari tadi mencuri pandang di antara keduanya. Sedangkan Nattan, masih diam melamun sedari tadi, mungkin karna tak ada Sarah.


Sambil di sinari cahaya dari ponsel Aqila Sarah masuk ke kamarnya, Sarah menepati kamar Om dan Tantenya, Sarah membuka lemari Omnya untuk mencari baju Om'nya yang besar, untuk Abdul. Sarah kasihan melihat Abdul yang sudah kebasahan karna hujan. Akhirnya Sarah, menemukan baju yang besar yang cocok untuk Abdul.


Omnya Sarah, bertubuh besar walau tak sebesar Abdul. Tapi untung lah ada baju yang cukup besar untuk Abdul. Setelah mengambil baju itu, Sarah keluar kamarnya menuju teras rumahnya.


Sarah keluar rumahnya, "Kamu ganti gih, baju kamu" ucap Sarah pada Abdul yang mulai menggigil kedinginan, sembari memberikan setelan baju untuk Abdul.


Abdul berkaca kaca hampir menangis, Ternyata benar, Sarah itu, memang baik seperti kata anak anak lain.


"Benerlah, masa aku bohong. Buruan ganti gih!" seru Sarah.


"Boleh aku ikut ke kamar mandi kalian?" tanya Abdul.


"Boleh" jawab Sarah.


Alea, Aqila dan Renata mulai bergeser ke samping. Mereka tak ingin menghalangi Abdul yang mau masuk ke kamar mandi rumah mereka.


"Sarah di mana kamar mandinya?" tanya Abdul lagi yang tak tau, di mana letak kamar mandinya.


"Kamu lurus aja, paling ujung belok kiri" jawab Sarah.


Abdul pun menganguk, mengerti dengan instruksi Sarah. Dan berjalan menuju kamar mandi.


Renata memperhatikan, Nattan sedari tadi memperhatikan Sarah. Sedangkan Sarah berpaling tak ingin melihat Nattan. Sarah mempersilahkan Reno, Rojak, Nattan dan Habibie masuk.

__ADS_1


Sarah sudah mempersiapkan Air teh hangat untuk para pemuda yang kedinginan itu. Pintu rumah mereka di buka walau hujan deras, biar tak ada kecurigaan para warga rumah gadis di datangi para pemuda.


Sarah, Renata Alea dan Aqila duduk di karpet sebelah kanan. Dan para pemuda itu, duduk di sebelah kiri. Para pemuda itu, tak mau duduk di kursi sofa. Katanya malu sama para gadis yang duduk di karpet.


Reno sudah beberapa kali main ke rumah para gadis. Makanya Reno, sudah tak canggung lagi, sedangkan yang lain masih jaga Imez mereka. Bingung karna tak pernah main ke rumah gadis.


Aqila masih jutek. Sedangkan Alea entah lah, dari tadi salah tingkah bersama Habibie juga. Nattan diam tak mengeluarkan suara sedikitpun. Sarah terus berpaling tak ingin melihat Nattan. Nattan terus melihat satu arah melihat Sarah.


"Re, boleh minta lagi air nya?" tanya Reno mencairkan suasana jadi mencair.


"Kamu ambil sendiri, aku takut ke dapur kalo gelap" jawab Renata.


Reno, melihat ke arah dapur yang gelap. Reno mulai merinding. Reno juga takut bila harus berjalan ke arah dapur sendiri.


Abdul berjalan dari arah dapur memakai setelan baju yang diberikan Sarah. Reno langsung tertawa, melihat Abdul lucu dengan pakaian nya yang penuh dengan bunga bunga lebar membuat Abdul makin gemuk. Dengan warna yang cerah.


Reno tertawa, membuat yang lainya ikut tertawa tanpa terkecuali Nattan, yang hanya seyum saja. Sarah tak memperhatikan Abdul. Sarah masih dengan pikiranya.


Sampai Aqila ikut tertawa begitu keras bersamaan dengan Alea dan juga Renata. Baru Sarah menoleh ke arah Abdul.


Sarah ikut tertawa, "Aduch maaf, aku hanya menemukan baju itu yang besar. Aku tak bisa melihat dengan jelas saat listrik mati" ucap Sarah sambil tersenyum malu, karna membuat Abdul jadi bahan tertawaan anak anak.


Abdul mengelengkan kepalanya. "Tak apa apa, di kasih pinjam juga aku udah, berterima kasih!" seru Abdul sambil tersenyum.


Sarah tersenyum, yang lain masih ketawa, apalagi Reno yang puas banget menertawakan Abdul. Namun Abdul cuek aja ga peduli. Karna Reno sudah biasa menertawakan Abdul.


Bersambung..


Maaf yah telat Up🙏🙏🙏🙏🙏. Author nya lagi sakit kepala dalam seminggu ini, jadi kondisinya lagi ga Fit. Author usaha kan kalau Up seperti biasa lagi.


Like yah, jangan lupa yah...


dan mampir juga, ke novel Author yang lain "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2