
Mili sudah sampai di Hotel tempat Qian menginap. Mili tak tau apa yang akan Qian lakukan terhadap Mili.
Teman-teman Qian telah bersembunyi di toilet Hotel Laki-laki berjumlah Lima orang itu. Berdesak-desakan dalam toilet Hotel yang tak terlalu luas. Mereka rela berada di sana. Sampai menunggu aba-aba dari Qian.
Qian berpura-pura membuka kunci kamar Hotel. Padahal kamar Hotel sudah sedari tadi terbuka. Mili sama sekali tak peka. Mili masih memperhatikan dekorasi dan nuasa Hotel yang begitu elegan dan mewah. Sampai Mili tak memperhatikan Qian sama sekali.
Clek
Qian membuka pintu kamar hotel. Mili begitu terkesima dengan isi kamar Hotel tempat tinggal sementara Qian. Begitu indah dan begitu mewah. Uang memang tak pernah menghiyanati. Harga mahal sebanding dengan kamar yang di sediakan pihak Hotel.
Mili benar-benar terpukau dengan dekorasi Hotel itu. Mili belum pernah menginap di Hotel yang begitu mewah seperti ini.
Mili pun duduk di tempat tidur. Qian berbalik menuangkan air putih ke dalam gelas. Tak lupa mmemberikan obat perangsang pada Mili. Qian ingin melihat pertunjukan selanjutnya.
Qian memberikan segelas air putih pada Mili. Tanpa curiga sedikit pun, Mili mengambil gelas yang berisi air putih itu dari tangan Qian. Langsung di minumnya dengan sekali tegukan.
Qian duduk di depan Mili. Qian ingin segera melihat secepat apa reaksi obat itu. Obat itu, Qian dapatkan dari temanya. Menurut temanya, obat itu begitu ampuh. Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja. Sampai obat itu bereaksi.
Qian melihat jam di tanganya. Mulai menghitung waktu. Secepat apa obat itu berkerja. Qian melihat Mili. Mili tersenyum melihat Qian. Belum ada tanda-tanda dari Mili.
Qian masih menunggu. Menunggu obat itu reaksi. Qian masih memperhatikan Mili. Mili mulai melepas tasnya. Qian tersenyum jahat. Obat perangsang itu, mulai bekerja lebih cepat dari perkiraan Qian.
Mili mengibas-kibaskan tanganya. Mili merasa tubuhnya panas sekali. Keringat mulai bercucuran di atas kepala Mili. Mili benar-benar tak nyaman dengan rasa panas di tubuhnya. Mili mengangkat rambutnya yang panjang terurai.
Qian tersenyum jahat.
"Qian kok, aku merasa panas sekali" guman Mili tak tahan dengan rasa panas di dalam tubuhnya begitu panas.
__ADS_1
Qian tersenyum jahat.
"Qian apa yang kamu masukan dalam air putih itu" Mili mulai menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Qian masih tersenyum jahat.
"Qian" teriak Mili, mulai membuka baju yang Mili kenakan. Namun rasa panas itu masih terasa malah semakin panas.
"Qian kamu harus tangung jawab" ucap Mili mulai membuka semua baju dan celana yang Mili pakai.
Qian menepuk tangannya dua kali. Teman-teman Qian yang sudah menunggu di toilet sambil berdesak-desakan itu, keluar dari toilet.
Wajah ke lima laki-laki itu, berbinar melihat tubuh Mili yang begitu sexy dan polos.
"Qian, apa yang kamu lakukan padaku" bentak Mili mulai tak tahan. Mili tak bisa menolak obat perangsang yang di berikan Qian pada Mili.
Lima laki-laki yang sudah di bayar Qian untuk mengerjai Mili. Sudah bersiap menyergap Mili. Mili meneteskan air matanya, Qian tega melakukan ini pada Mili.
Mili meneteskan air matanya. Mili tak bisa berbuat apa-apa?. Selain pasrah dengan kelakuan bejat mereka. Obat perangsang yang di berikan Qian itu. Begitu keras, teramat keras. Kalau Mili tak melakukan hubungan suami istri. Di pastikan otak Mili akan tergangu. Sel syaraf di otak Mili akan rusak. Karna, begitu kerasnya obat itu.
Lima laki-laki itu, begitu menikmati setiap jengkal tubuh Mili yang begitu indah. Pelecehan yang di lakukan mereka sungguh tak bermoral.
Mereka memperlakukan Mili bagai binatang. Mili menangis pun. Tetap saja, mereka mengerjai Mili. Mereka sudah di bayar mahal oleh Qian.
Kali ini, Qian begitu bahagia sudah bisa membalas perbuatan Mili. Setalah ini, Qian akan menyebarkan Vidio ini pada anak-anak kampus.
Qian terus berteriak. "Ini balasan untuk kamu"
__ADS_1
Mili sama sekali tak mengerti maksud Qian. Mili sadar dengan apa yang di perbuat mereka pada Mili. Tapi Mili tak bisa berbuat apa-apa.
Mereka berlima, Menampar Mili, menyuruh Mili melakukan apa yang mereka mau. Tubuh Mili sudah sangat menjijikan dengan begitu banyak cairan putih yang menempel dalam tubuhnya. Tanda merah di tubuh Mili pun tak kalah banyak.
Mili benar-benar di siksa batin dan lahirnya. Mili tak bisa melawan mereka. Walau hatinya menangis, namun Mili menikmati itu. Karna, obat perangsang yang di berikan Qian pada Mili. Membuat otak dan pikiran Mili saling bertentangan. Jika terus-menerus di berikan akan benar-benar membuat Mili gila.
Hampir tiga jam. Lima laki-laki yang di bayar Qian untuk mengerjai Mili. Namun Mili masih kuat menghadapi mereka semua. Mili semakin agresif setelah lima laki-laki itu, kelelahan dan kecapean.
Qian masih merekam di ponsel miliknya. Mili sudah terlanjur sakit hati dengan Qian. Mili pun mulai agresif pada Qian. Mili melempar ponsel Qian untuk merekam Mili. Mili masih polos berjalan ke arah Qian.
Ternyata Qian juga bejat. Qian juga ikut melecehkan Mili. Membuat Mili semakin tersiksa dengan permainannya. Membuat Mili kewalahan. Mili benar-benar wanita murahan.
Enam lawan satu, Mili tak menangisi apa yang terjadi padanya. Mili malah semakin menikmati semua itu. Obat perangsang itu. Sudah benar-benar membuat Mili tak waras beneran.
Selesai dengan Enam laki-laki itu. Mili masih menantang mereka. Qian tak suka melihat Mili menikmati semua ini. Yang Qian inginkan Mili terpuruk. Tapi ini malah sebaliknya. Mili benar-benar sudah Gila.
Mili sudah tak malu lagi untuk menari-nari dengan tubuh polosnya. Membuat Enam laki-laki itu semakin bernafsu. Termasuk Qian semakin bernafsu.
Niat mengerjai Mili jadi pesta untuk mereka semua. Pesta melakukan hubungan yang bejat tak bermoral dan melebihi dari binatang. Mili sudah tak punya harga diri lagi. Mili sudah menjadi wanita murahan akibat dari obat perangsang dari teman Qian.
Sampai malam, pesta itu masih berlangsung. Mereka silih berganti pasangan dengan pemain Mili wanita sendiri. Permainan mereka melebihi dari Film blue.
Semua begitu menjijikkan, teramat menjijikan. Namun mereka semua menikmati semua itu. Menikmati tubuh wanita murahan. Tanpa di bayar sepersen pun. Mili sudah mau melakukan semua itu. Hal-hal yang dianggap tak berbudaya dan tak bermoral dan menjijikan pastinya.
Maafnya Up-nya telat...
Aku kasih 2 Chapter untuk hari ini, sebagai permintaan maaf aku karna, kemarin tak bisa Up.
__ADS_1
Like nya jangan lupa.
Dan mampir juga ke karya Author yang lain "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih.