KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Delapan Belas.


__ADS_3

Najwa pun memangil Sarah. Karna sudah waktunya masuk kelas.


"Sar ayo" Panggil Najwa teman sekelas Sarah.


Sarah merasa bahagia sekali bisa terlepas dari Kaha. Najwa sudah menyelamatkan kini.


"Maaf kak, aku ada kelas" Ucap Sarah Meninggalkan dengan Sopan.


Kahapun menganguk. Kaha melihat Sarah yang sudah berjalan menjauh. Kaha melihat punggung Sarah yang semakin jauh. Gadis berhijab itu. Membuat Kaha tergila gila. Hanya Sarah yang tak tergoda dengan Kaha. Dan Hanya Sarah yang menolak Kaha.


Najwa pun menoleh ke belakang. Melihat Kaha yang masih melihat Sarah. Najwa sama sama berhijab seperti Sarah. Namun Najwa lebih mengikuti jaman dengan gaya berhijabnya. Sedangkan Sarah, berhijab syar'i masih mengikuti ajaran agama menutupi seluruh bagian tubuhnya dan hanya Mukanya saja yang terlihat.


Sarah tetaplah Sarah. Dimanapun Sarah berada. Sarah masih menjunjung tinggi nilai nilai agama yang di ajarkan Abahnya di tempat kelahiran. Walaupun jauh dari orang tuanya. Sarah tak ingin mengecewakan orang tuanya. Secara Abahnya adalah pemilik pasantren di kota kelahirannya. Sarah tak ingin mengecewakan orang tuanya. Apalagi membuat orang tuanya malu dengan cara pakaian Sarah yang mengikuti jaman yang seksi memperlihatkan tubuh mereka. Sarah mengikuti jaman dari cara Sarah berpakaian. Namun masih menjunjung tinggi nilai nilai agama. Jadi Sarah masih tetap modis walau memakai baju Syar'i.


Najwa Tersenyum pada Kaha. Dan Kaha juga tersenyum pada Najwa. Memang sudah sejak lama. Najwa menyukai Kaha. Namun Kaha masih belum menyadari itu. Menyadari kalo Najwa menyukai Kaha. Menang sifat Kaha yang selalu tebar pesona pada setiap gadis. Dan banyak gadis yang tertarik pada Kaha. Termasuk Najwa teman sekelas Sarah.


Nattan masih melihat, Sarah yang sudah mulai menjauh tak terlihat lagi. Hatinya selalu bergetar melihat gadis berhijab itu. Hatinya begitu mengagumi gadis itu. Gadis itu gadis yang paling cantik yang pernah Nattan temui di kampus ini. Sarah begitu berbeda dengan gadis pada umumnya. Sebenarnya tak ada yang salah dengan rasa sukanya. Yang salah hanya keadaan yang membuat Nattan memilih untuk tak mengejar gadis itu. Perpedaan antara Nattan dan Sarah begitu jauh. Tak bisa di satukan. Saat ini. Nattan masih menjunjung tinggi agama yang di anut di waktu ia kecil. Mungkin begitu juga dengan Sarah. Mungkin Sarah juga seperti itu. Tak mungkin masuk agamanya. Nattan tak punya apa apa untuk diberikan pada Sarah. selain rasa cintanya yang mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu.


Sarah masih memikirkan laki laki yang tak tau siapa namanya itu?. Hati Sarah goyah dengan keteguhan nya. Malah memikirkan laki laki yang tak begitu jelas siapa?


Sarah masih melamun sendiri. Sampai Najwa bertanya padanya.


"Sar, menurut kamu, Kaha gimana?" Tanya Najwa tiba tiba. Membuyarkan lamunan Sarah.


Sarah menoleh ke arah Najwa.


"Kamu suka Kaha Wa" Tanya Sarah serius.


Najwa tersipu malu dengan pertanyaan Sarah.


Sarah Tersenyum melihat teman sekelas menyukai Kaha.


"Kalo kamu suka, kamu kejar saja?" Saran Sarah. Sesungguhnya Sarah tak ingin berurusan dengan Kaha lagi.

__ADS_1


"Kamu, ga bisa bantu aku?, Aku lihat kamu cukup dekat dengan Kaha" Ucap Najwa memohon.


"Maaf Wa, Aku udah nolak Kaha?. Jadi aku ngerasa tak enak sama Dia" Ucap Sarah yang jujur tanpa berbohong.


Najwa melihat Sarah, Najwa sedikit terkejut dengan pengakuan Sarah. Tapi Najwa juga merasa lega karena Sarah jujur kalo sudah menolak Kaha. Najwa masih ada kesempatan untuk bersama Kaha.


Najwa Tersenyum melihat Sarah. Di balas oleh Sarah. Dan mereka pun mengikuti kelasnya.


Aqila mulai panas dingin. Saat melihat Galih tadi. Aqila tak bisa membayangkan kalo bakal sering bertemu dengan Galih.


Aqila masih resah. Hatinya tak karuan. Rasanya badanya begitu berat. kepalanya terasa sakit. Aqila sudah tak ingat lagi.


Beberapa saat kemudia. Aqila membuka matanya perlahan. Dilihatnya seseorang. Begitu terkejutnya Aqila saat di lihatnya seseorang itu, yang ternyata Galih.


Keringat nya bercucuran merasakan panas dingin di seluruh badanya. Muka Aqila mulai panas. Badan Aqila bergetar lagi.


Galih panik langsung memeriksa keadaan Aqila. Badanya begitu panas. Galih pun memangil petugas kesehatan untuk memeriksa keadaan Aqila.


Galih terus mondar mandir tak jelas. Bingung harus bagaimana?.


"Dimana Qila sekarang?" Tanya gadis itu panik.


"Dia di dalam?" Ucap Galih gugup.


Gadis itu masih melihat Galih dengan serius. Entah apa yang pikirkan gadis itu tentang galih. Tapi melihat sorot matanya. Gadis itu seperti terkejut melihat Galih. Galih masih panik. Namun Galih tak bisa masuk.


Gadis itu langsung mendatangi Aqila yang sedang di periksa petugas kesehatan.


"Gimana keadaan nya Bu?" Tanya gadis itu pada petugas kesehatan yang memeriksa Aqila.


"Dia kurang darah, Dan juga masuk angin" Jawab petugas kesehatan.


"Qila kamu ga apa apa?" Tanya gadis itu lagi.

__ADS_1


"Lea, dia ada di sini?" Bisik Aqila sambil meneteskan air mata nya.


Alea menganguk. Karna tadi Alea melihat Galih. Laki laki yang mirip dengan kekasih Aqila dulu. Yang kata Aqila sudah meninggal 5 tahun yang lalu itu.


Galih masih mondar mandir tak tau, harus bagaimana? Galih masih panik dengan keadaan Aqila. Galih ingin sekali masuk ruangan. Sampai petugas itu, keluar ruangan. Galih langsung memaksa Masuk.


"Kamu ga apa apa Qila?" Tanya Galih masih panik dengan keadaan Aqila.


Tanpa menjawab Aqila dan Alea masih melihat Galih dengan serius.


Alea pun langsung menarik tangan Galih keluar ruangan.


"Mending kamu, pergi dech dari Sini" Usir Alea.


"Tapi, Aqila gimana?" Tanya Galih serius.


"Qila, baik baik saja. Qila bakal sakit lagi kalo melihat kamu lagi. Lagi pula , Qila sakit karna liat kamu?" Seru Alea sinis.


Galih terdiam. Galih pun pergi meninggalkan ruangan itu. Kini rasa sedih melanda hatinya. Galih ingin menangis tapi. Air mata tak keluar dari matanya. Hatinya begitu sakit karna ini.


Galih merasa hidupnya kini sia sia. Galih merasa sedih yang teramat sangat. Merasa sakit yang tak berdarah di dalam hatinya.


Sampai rumah. Galih melihat wajahnya di cermin. Wajahnya mirip dengan foto yang jatuh dari dompet Aqila saat itu.


Galih menjerit. Kenapa ia harus mempunyai wajah yang sama dengan kakaknya. Yang tak pernah Galih lihat semasa hidupnya.


Galih memegang. Dadanya. Kini Dadanya terasa begitu sakit amat sakit. Karna ucapan temanya Aqila tadi. Wajahnya membuat Aqila sakit.


Galih ingin menghancurkan wajahnya ini. Wajahnya membuat Galih tak bisa bersama dengan gadis yang kini di sukai ya. Gadis itu telah membuatnya jatuh cinta dengan pandangan pertama.


Galih memegang gunting yang akan di tusukannya pada Wajahnya. Namun tak jadi. Kini air matanya keluar. Wajah ini milik Gilang. Tak mungkin Galih hancurkan.


Galih menangis tersedu sedu. Merasa kan sakit. Gadis yang ia sukai tak ingin melihat wajahnya ini. Kenapa Gilang yang lebih dulu bertemu Aqila bukan Galih. Galih menangis membanting semua barang yang ada kamarnya. Galih marah kesal harus bagaimana? Tapi hidup ini pemberian Gilang. untuk merasa kan hidup kedua.Tak mungkin Galih sia sia kan

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa Like..


__ADS_2