
Renata melihat, Alea. Ada cinta di mata Alea untuk Habibie. Namun Alea masih bingung dengan hatinya sendiri.
"Kalau kamu suka Habibie, kamu kejar dia" ujar Renata memberikan semangat untuk Alea agar Alea berjuang untuk cintanya.
"Bukanya tak mau berjuang, namun aku tak mau berurusan dengan Mili!" seru Alea berpaling.
Jika berurusan dengan kakak beradik itu, Alea jadi malas untuk melanjutkan. Dua kakak beradik itu, selalu membuat Alea sebal. Alea bukanya tak ingin melawan. Namun malas saja. Harus bersaing dengan mereka. Kekanak-kanakan sekali bersaing dengan Mili dan Sisi.
Renata jadi bingung, Kemaren juga gara-gara Sisi. Renata jadi putus dengan Revan. Sekarang Habibie juga dekat dengan Mili.
"Kamu bener Lea, dua adik kakak itu, mending ga usah di ladenin" guman Renata sangat mengenal sekali Mili dan Sisi seperti apa?. Renata sendiri tak ingin berurusan dengan mereka berdua. Makanya Renata putus dengan Revan.
"Aku jadi penasaran, Mili sama Sisi?" tanya Aqila penasaran.
"Mending kamu ga usah kenal mereka aja?" guman Alea.
"Kita ga bakalan bisa tidur kalau mereka masih di bawah" guman Aqila lagi.
__ADS_1
"Iya, apa mereka bisa tidur nyenyak di rumah kita" guman Alea lagi.
Renata, Aqila dan Sarah melihat Alea dan tersenyum bersama, ucapan Alea selalu menghibur mereka bertiga.
"Kalian kenapa?" tanya Alea bingung.
Namun Renata, Aqila dan Sarah hanya menggeleng kan kepala mereka.
Semua mengobrol sampe pagi di kamar Sarah. Begitu juga Habibie Nattan dan Reno. Hanya Rojak dan Abdul yang tidur dengan pulasnya.
Renata, Alea dan Aqila sudah mulai tertidur tinggal Sarah. Sarah masih belum bisa memejamkan matanya. Sarah masih teringat Nattan. Begitu juga Nattan. Tak bisa tidur, saat Reno dan Habibie sudah tertidur.
Semua membiarkan cinta mereka mengalir begitu saja di dalam hati mereka. Entah kemana? Cinta mereka akan berlabuh. Sarah dan Nattan tak tau. Sarah dan Nattan hanya membiarkan cinta mereka tumbuh di hati mereka masing-masing.
Sedari tadi seseorang berdiri di depan rumah Sarah. Laki laki itu berdiri sejak tadi. Dari mulai hujan sampai hujan berhenti. Laki laki itu juga, Nattan, Habibie, Rojak, Reno dan Abdul masuk rumah para Gadis.
Laki laki itu, tiada lain Galih. Galih masih belum berani menemui Aqila. Galih masih takut, kalau Aqila akan lari lagi seperti itu. Galih tak tau, Aqila seperti orang gila mencari Galih. Aqila kesana-kemari mencari keberadaan Galih. Namun tak bertemu juga. Aqila sudah putus semangat.
__ADS_1
Aqila sudah tak tau harus mencari Galih kemana lagi. Aqila ingin menjelaskan pada Galih. Aqila tak ingin kehilangan Galih. Aqila sudah kehilangan Gilang. Tak ingin kehilangan Galih lagi.
Galih tak tau perasaan Aqila. Kesalahpahaman ini, terus berlanjut karna, Galih tak berani untuk bertemu dengan Aqila. Selama ini, Galih ada di dekat Aqila. Galih ada di sekitar Aqila. Namun Aqila tak tau. Karna, Galih tak ingin menampakan diri pada Aqila.
Tubuh Galih sudah menggigil. Mukanya sudah pucat. Bagaimana tidak?, Galih berdiri di antara hujan yang mengguyur sore itu sampai malam. Galih enggan pergi dari tempatnya. Galih berdiri seperti orang gila. Karna, rasa rindunya pada Aqila. Cinta dalam hatinya. Sudah tumbuh terlalu dalam untuk Aqila.
Galih tak bisa melepaskan Aqila. Namun Galih tak ingin membuat Aqila semakin terluka karna, melihat Galih yang mirip dengan Gilang. Galih sodara kembar Gilang. Mereka berdua kembar identik. Semua terlihat sama, Antara Galih dan Gilang. Tak ada perbedaan. Bila Gilang masih hidup pasti Kan sama dengan Galih sekarang.
Tiba-tiba saja, Aqila membuka matanya. Aqila baru tidur sebentar, Sarah sudah mulai terlelap. Perasaan Aqila tak tenang sedari tadi. Entah apa yang Aqila rasakan saat ini. Aqila benar-benar tak tenang.
Aqila beranjak dari ranjang Sarah. Aqila ingin melihat keluar. Aqila berjalan ke arah jendela kamar Sarah. Aqila melihat keluar. Tak ada siapapun di luar?. Aqila berbalik, namun mata Aqila melihat seseorang yang berdiri di balik pohon dekat rumah Aqila. Hati Aqila bergetar, berdebar. Aqila kembali berbalik. Memastikan yang di lihatnya tak salah.
Aqila kembali membuka Jendela kamar Sarah. Di lihat lagi, lebih teliti siapa yang berdiri di dekat pohon itu?.
Deg. Hati Aqila...
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like yah
Mampir juga, ke karya Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih.