
Mili dan Qian tiba di rumah sakit saat Revan menelpon kalau, Sisi di bawa ke rumah sakit karna, pendarahan. Sampai di rumah sakit. Sisi masih belum sadar.
Mili datang-datang langsung menampar Revan.
Plak Tampar Mili, membuat Qian, Kaha dan Najwa terkejut. Revan wajahnya sudah tak karuan di tambah lagi Mili menamparnya.
"Apa yang kamu lakukan pada Adikku?" tanya Mili dengan nada tinggi. Mulai meneteskan air matanya.
Revan tak berani melihat Mili. Revan hanya menunduk. Revan sendiri bingung, dengan hari ini. Kenapa hari ini, Revan begitu sial?.
Sisi masih belum sadar, pendarahan yang terjadi pada Sisi membuatnya belum juga sadar. Mili terus-menerus menangis melihat keadaan Sisi, terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Najwa dan Kaha pamit setelah Mili datang. Mereka berdua tak ingin ikut campur untuk seterusnya. Najwa dan Kaha sudah cukup menolong dengan membawa Sisi ke rumah sakit.
Keadaan Galih sudah membaik. Kondisi tubuhnya sudah normal. Namun badanya masih lemah. Karna, selama ini Galih kurang nutrisi makanan. Galih jarang makan saat Aqila pergi hari itu. Begitu juga Aqila. Sekarang, Aqila sedang menyuapi Galih agar cepat sembuh.
Kaha berjalan keluar bareng Najwa mereka berdua bergandengan tangan di jalanan menuju ke luar rumah sakit. Sekilas Aqila melihat Najwa dan Kaha. Aqila sedikit terkejut karna, Najwa kembali dengan penampilannya yang super Seksi bersama Kaha.
Aqila memang tak pernah mencampuri urusan orang lain. Cuman heran aja, Kemarin-kemarin Najwa sempat pake hijab. Namun hari ini, Aqila sudah membuka hijabnya kembali. Ini yang kedua kalinya, Najwa buka tutup hijabnya. Terus yang lebih heran lagi, bersama Kaha.
Bukanya, Kaha sudah menyatakan cinta pada Sarah. Tak masalah sih, Kaha mau sama siapapun?. Aqila heran aja, begitu mudahnya mereka melupakan perasaan cinta yang baru saja diungkapkan namun di lupakan begitu cepat.
"Aqila" panggil Galih, melihat Aqila melamun sesaat.
Aqila menoleh, Sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu memikirkan apa sayang?
"Kok sayang!"
"Ga mau di bilang sayang!" Galih cemberut.
Aqila tersenyum, namun risih juga mendengar kata sayang dari mulut Galih.
Cklek suara pintu di buka, terlihat Pita ibu dari Galih datang, langsung memeluk putranya Galih.
"Nak kamu buat Ibu Kwarir, Apa yang terjadi padamu sayang" tanya Pita-Ibu Galih masih belum menyadari kehadiran Aqila.
"Bunda, tau dari mana? Aku di sini!" tanya Galih tak ingin bersikap manja, malu di depan Aqila.
"Bunda punya banyak informan, apa'pun yang terjadi sama kamu, bunda pasti tau" guman Pita sambil tersenyum.
"Oh iya Bunda kenalin ini Aqila" ucap Galih melambaikan tangannya pada Aqila.
Pita pun menoleh, "Aqila" gumanya.
"Iya Aqila"
Pita beranjak dari tempatnya dan langsung memeluk Aqila dengan erat.
"Nak, Akhirnya Bunda bertemu denganmu" peluk Pita erat. Membuat Aqila bingung namun Aqila begitu senang, mendapat pelukan dari seorang Ibu. Sudah lama Aqila merindukan pelukan seorang Ibu, membuat Aqila meneteskan air matanya.
__ADS_1
Pita melepaskan pelukanya, melihat Aqila meneteskan air matanya.
"Kamu kenapa, Bunda salah yah?" tanya Pita bingung melihat Aqila yang menangis.
Aqila mengelengkan kepalanya, "Aku hanya kangen Ibu, Bunda" guman Aqila.
"Bunda bisa jadi Ibu kamu kok sayang. Galih sudah banyak cerita tentang kamu. Sebelum Gilang meninggal Gilang juga, bercerita tentang kamu" Sambil memeluk Aqila.
Aqila melepaskan pelukan Pita.
"Jadi Gilang udah bertemu dengan Bunda" tanya Aqila penasaran.
Pita menganguk, "Maafkan Galih yah sayang, dan juga Bundayah"
"Kenapa Bunda minta maaf?"
"Karna, Galih...."
Aqila langsung memotong ucapan Pita, "Udah Bunda Qila sudah Ikhlas dengan Gilang"
Pita tersenyum, "Kamu mau menerima Galih" tanya Pita mulai berkaca-kaca ingin menangis.
Aqila menganguk lagi. Pita kembali memeluk Aqila. Pita sangat bersyukur Aqila mau menerima Galih. Sekarang Pita sudah merasa tenang, Galih sudah memiliki jantungnya Gilang. Walaupun Gilang sudah pergi. Namun Pita masih merasa Gilang masih di sini. Karna, Gilang ada di dalam tubuh Galih. Gilang ataupun Galih mereka berdua sudah menjadi satu. Satu hati, satu cinta dan itu untuk Aqila. Makanya Aqila beruntung memiliki cinta Galih dan juga Gilang.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like yah...
Mampir juga ke novel Author yang lain, "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan ",Irani Gadis Indigo" terima kasih.