
Galih tersenyum melihat Aqila dan Pita-Ibunya Galih dan Gilang. Sekarang Galih bisa menjaga Aqila sesuai amanat Gilang. Galih memegang dadanya, jantung Gilang berdetak lebih kencang. Sekarang, Galih menyadari maksud dari Gilang. Galih merasakan kebahagian hidup seperti manusia normal. "Terima Kasih Gilang" pikir Galih dalam hatinya.
Di sisi lain, Renata baru saja bangun tidur. Tiba-tiba saja Alea dan Sarah langsung masuk kamar Renata.
"Re, ada kabar buruk!" seru Alea khatir dengan keadaan Renata, bila tau apa yang terjadi.
"Ada apa sih?" tanya Renata penasaran.
"Mending kamu liat sendiri dech?" ucap Sarah sambil memberikan ponselnya.
Renata mengambil ponsel Sarah dari tangan Sarah. Renata membuka sebuah Vidio. Vidio itu, tentang awal dari Revan menghajar Bayu dan Bayu membalas Revan dengan membabi buta.
Renata terkejut melihat itu, Renata langsung menelpon Bayu. Lama sekali Bayu tak mengangkat hingga akhirnya Bayu mengangkat telpon dari Renata.
"Bayu"
"Re, kamu kemana saja sih, aku chat ga di jawab, di telponin ga di angkat"
"Kamu yang kenapa"
"Koq kamu marah, kan harusnya aku yang marah"
"Aku akan jelasin, tapi ini apa?"
"Maksud kamu apa?"
"Soal Vidio ini"
"Vidio mana??"
"Kamu yang berkelahi dengan Revan!"
"Bukan, berkelahi tapi aku membela diri?.
__ADS_1
"Membela diri bukan seperti itu"
"Maafkan aku Re"
"Revan yang mulai Re"
"Aku tau, tapi kamu ga bisa seperti itu Bay"
"Aku, Akui aku salah"
"Kamu udah minta maaf sama Revan"
"Udah"
"Bay, lain kali jangan di anggap yah kalau Revan seperti itu lagi"
"Baiklah"
"Terus kami kemana, aja"
"Aku baru bangun, mendapat kabar seperti ini"
"Maafkan aku yah Re"
"Semalam kamu kemana sudah di hubungi"
"Aku lupa ngecast ponselku"
"Pantesan"
Renata begitu percaya apa yang Bayu katakan. Bayu tak bisa memceritan semuanya tentang Mamahnya yang tak menyetujui hubunganya dengan Renata dan menjodohkannya dengan Pamela. Bayu belum bisa cerita semuanya. Bayu makin merasa bersalah pada Renata. Bayu tak ingin kehilangan Renata untuk sekarang. Bayu belum bisa ikhlas.
Setelah berbicara di telepon panjang lebar, Renata menutup telponnya, dan bersiap untuk mandi. Karna, Bayu akan menjemput Renata untuk masuk kelas Sore.
__ADS_1
Setelah menutup telponnya, Pamela mengirimkan chat pada Bayu.
"Hay, lagi apa?"
"Bisa ketemu?"
Bayu hanya membaca chat dari Pamela, tadinya tak berniat membalas, namun akhirnya di balas,
"Lagi bersiap, mau kuliah sore!!"
"Ohw maaf, aku gangu"
Bayu tak berniat membalas, chat dari Pamela lagi, Bayu sudah bersiap untuk menjemput Renata, karna, sedari tadi motor Bayu sudah terparkir di depan rumahnya.
Resti memperhatikan Bayu sedari tadi. Resti sengaja tak ke kantor hari ini. Namun Bayu sudah bersiap untuk pergi.
"Mau kemana kamu??" Resti-Ibu dari Bayu
"Kuliah lah"
"Kamu jangan bohong"
"Kalau, Mamah tak percaya, Mamah cek aja jadwal kuliah Aku sama Pak Betoid!" seru Bayu, menghentikan langkahnya karna, Resti menghalangi Bayu untuk keluar.
"Tunggu"
Resti menelpon Wali kelas dari Bayu, Pak Bentoid, memang benar hari ini ada Kuliah sore, sampai malem jam 08.00 malam. Itu jawaban dari Pak Betoid.
Bayu sudah berjalan pergi, meninggalkan rumah. Bagi Bayu, Resti sudah jadi Ibu yang menyebalkan karna, selalu egois. Mementingkan dirinya sendiri. Biasanya Bayu tak masalah dengan kelakuan Resti dari dulu sampe sekarang. Namun Saat memcintai Renata. Bayu jadi keberatan dengan perlakuan Resti yang seperti ini. Bayu jadi tak bebas seperti dulu.
Bayu menyalahkan Pamela, untuk apa yang terjadi pada Bayu kali ini, semua jadi di batasi. Untuk bertemu Renata saja, harus maling-maling dari jam kuliahnya, membuat Bayu jadi kesal dengan perlakuan Mamahnya. Namun setelah bertemu Renata. Rasa kesal Bayu hilang sudah. Renata benar-benar seperti obat untuk Bayi saat ini.
Bersambung.
__ADS_1
Like yah jangan lupa,
Jangan lupa Mampir juga ke novel Author yang lain, "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" terima kasih