KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Lima Puluh Sembilan.


__ADS_3

Deg, hati Aqila Bergetar seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Laki laki itu, Galih. Yah itu Galih!.


Tubuh Galih bergetar, tubuhnya sudah tak kuat lagi menahan tubuhnya sendiri yang mulai rapuh mulai lelah. Kepala Galih terasa pusing. Galih sudah tak bisa menahan lagi, tubuh Galih ambruk seketika. Galih sudah tak ingat lagi.


Aqila menjerit "Galih" membangunkan Sarah, Renata dan Alea. Aqila berlari sekencang mungkin melewati anak tangga bahkan menginjak tubuh Reno yang baru saja tertidur. Nattan bangun dari melihat Aqila berlari ke luar, Nattan melihat, Sarah, Renata dan juga Alea berlari mengikuti Aqila.


Nattan membangunkan yang lain, menyusul berlari ke arah Aqila yang sudah histeris. Reno perutnya merasa mual setelah di injak perutnya oleh Aqila. Reno beranjak menahan sakit disusul Habibie, Rojak dan Abdul pun bangun mengikuti Habibie berjalan ke arah luar.


Aqila sudah menangis menjerit meminta tolong. Galih sudah ada di pangkuan Aqila. Aqila mengangis sejadi-jadi. Tubuh Galih sudah pucat.


Nattan langsung menelpon Ambulance. Di sini, tak ada yang mempunyai mobil. Lima belas menit kemudian. Ambulance datang, bersama dua petugas kesehatan. Galih di gotong di simpan di bekabgkar masuk mobil ambulance.


Aqila masih menangis sambil menggenggam erat tangan Galih. Renata Alea dan Sarah ikut masuk Ambulance. Sedangkan Natta, Reno, Habibie, Rojak dan Abdul menyusul dengan mengendarai motor mereka. mengikuti ambulance itu menuju rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Aqila masih menangis, bingung harus bagaimana?.Aqila berdoa dalam hatinya. Agar Galih bisa selamat. Aqila tak ingin kehilangan Galih. Aqila sudah kehilangan Gilang. Tak ingin kehilangan Galih.


Sampai di rumah sakit, Galih langsung di bawa ke UGD. Untuk segera di tangani. Galih tekena Hipotermia. Karna, terlalu lama di bawah hujan. Membuat tubuh Galih tak bisa menahanya.


Perawatan laki laki segera menganti baju Galih yang sudah basah di guyur hujan. Galih sudah mulai di pasang impuls. Galih masih belum sadar. Dokter sudah memeriksa Galih. Galih sudah di tangani dengan baik. Sekarang Galih sudah di pindahkan ke rumah rawat inap.


Nattan hanya bisa, membayar uang muka sebagian, agar Galih bisa di rawat dulu. Sisanya bila Galih dah sembuh. Renata, Sarah ataupun Alea tak ada yang membawa uang. Biaya rumah sakit Galih hasil patungan dari Nattan, Reno, Habibie, Abdul dan Rojak. Itu juga baru di bayar sebagai.


Para laki laki itu, tak ada yang mempunyai uang banyak. Mereka harus mengirit untuk makan sehari-hari karna, mereka ingin Kuliah. Mereka berlima, kuliah sambil kerja sampingan. Mereka tak ingin membebankan seluruh biaya kuliah pada orang tua mereka. Mereka semua tau, biaya kuliah mahal. Mereka juga harus berusaha mencari tambahan.


Aqila masih di samping Galih menangis. Aqila tak tau, Dari kapan Galih berdiri di situ?. Aqila begitu merindukan Galih. Namun saat bertemu Galih. Malah seperti ini.


Sarah, Renata dan Alea hanya bisa melihat Aqila menangis. Tak bisa berbuat apa-apa. Tak tau harus bagaimana?.

__ADS_1


Reno masih memegang perutnya. Tadi Aqila begitu keras menginjak perut Reno. Reno merasa muak terus. Beberapa kali bolak-balik ke kamar toilet. Reno benar-benar mual. Namun tak muntah juga. Reno sudah merojok mulutnya dengan memasukan telunjuknya ke mulutnya sendiri. Namun masih tak muntah juga. Muka Reno sudah pucat. Terasa mual begitu mual.


Tak ada yang memperhatikan Reno. Semua sibuk melihat Galih dan Aqila. Sampai Reno tiba-tiba saja pingsan. Nattan terkejut, melihat Reno sudah berbaring di lantai.


"Reno" pangil Nattan, membuat semuanya melihat ke arah Nattan. Mereka ikut terkejut melihat Reno. Habibie segera membantu Reno bersama Nattan dan juga Rojak untuk membawa Reno ke UGD.


Renata, Aqila dan Sarah hanya melihat Reno di bawa ke UGD. Sarah dan Renata saling melihat, Tak tau apa yang terjadi pada Reno. Mereka bingung.


Aqila tak sadar sudah menginjak perut Reno. Aqila masih terus menangis. Membuat Sarah jadi ikut sedih.


Bersambung...


Jangan Lupa Like yah...

__ADS_1


Mampir juga, ke novel Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima Kasih.


__ADS_2