
Beberapa hari kemudian Mereka berempat sudah kuliah seperti biasa. Namun Aqila masih memikirkan Laki laki itu. Membuat Aqila tak fokus dalam mata pelajaran nya.
Revan sudah menunggu Renata di tempat dimana. Revan menyatakan cintanya pada Renata. Lama Revan menunggu akhirnya gadis yang di tunggu Revan datang juga.
Revan Tersenyum begitu melihat Renata dari jauh. Renata sudah menyiapkan jawaban tentang pernyataan cinta Revan dan Renata.
Renata membalas senyuman Revan. Senyuman yang manis untuk Laki laki yang akan jadi pacar ini.
Hati Revan dag Dig Dug tak tentu. Jantungnya terus berdebar menanti jawaban apa yang akan Renata berikan. Revan sudah pasrah bila Renata menolak Revan. Namun Harapan itu masih Revan pegang. Dan berharap dari dalam hatinya agar Renata menerima cintanya.
Renata sudah berada di hadapannya Revan. Renata masih melihat wajah Revan. Bila dilihat lagi. Revan menang tampan. Revan menang tidak terlalu tinggi. Tapi Revan juga tak kalah tampan dengan mantannya yang dulu Wily. Yah walau masih Wily yang juara.
"Gimana Re..?" Tanya Revan sudah tak sabar dengan jawaban Renata.
"Kamu mau Jawaban jujur apa bohong" Balik tanya Renata mengoda Revan.
"Jawaban jujur dong" Revan sudah penasaran.
"Aku mau" Ucap Renata pelan.
"Apa, aku ga dengar.?" Tanya Revan memastikan Revan tak salah mendengar dengan apa yang di ucapkan Renata.
"Aku mau Revan. Mau jadi cewe kamu" Seru Renata tampak bahagia.
Revan langsung memeluk Renata dan memutar tubuh renata membuat keduanya berputar putar bahagia Karna. Cintanya di terima oleh wanita yang Revan sukai beberapa bulan ini.
Alea dan Sarah Tersenyum ikut bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya ini. Tapi tidak dengan Aqila. Aqila teringat dengan Gilang. Dulu Gilang juga seperti itu pada Aqila. Bukanya Aqila tak bahagia dengan kebahagiaan sahabatnya ini. Tapi hatinya sedih. ingat itu. Aqila jadi teringat dengan Gilang. Laki laki yang sudah tak bisa di lihatnya lagi.
Lama Galih mencari Aqila di kampus itu. Galih mendapatkan informasi dari Farel kalo Aqila kuliah di kampus Xx. Mengambil jurusan Arsitektur Bangunan. Galih juga akan kuliah di kampus yang sama dengan Aqila. Namun Galih mengambil jurusan Animasi.
__ADS_1
Dari kecil, Galung senang mengambar kartun dan komik yang ia baca di rumah sakit. Galih tak punya teman sedari kecil. Makanya dengan membaca buku komik dan Kartun. Membuat Galih bercita cita menjadi pembuat komik atau kartun. Atau di bidang Animasi lainya. Dan keinginannya ingin bekerja di Disney karna. Galih sangat mengagumi karya karya Disney apalagi rumah Produki Pikar. Yang menjadi mimpi nya sedari dulu.
Galih tak membayangkan bila Galih akan hidup lama sampai sekarang. Dulu Galih hanya bisa bermimpi tapi sekarang. Galih bisa mengujutkan mimpi itu.
Dari jauh Terdengar suara sorakan anak laki laki dan perempuan. Galih pun mendatangi tempat yang begitu ramai di kalangan mahasiswa. Saat Galih berasa di situ. Ternyata ada yang sedang mengungkapkan rasa cinta. Galih Tersenyum melihat itu.
Namun pandangan Galih teralihkan saat Galih melihat Aqila yang tak jauh dari tempat Galih berdiri.
Yah dia Aqila. Gadis yang Galih cari. Aqila masih tak menyadari keberadaan Galih. Aqila masih Fokus melihat Renata dan Revan yang kini sudah menjadi sepasang kekasih itu.
Galih pun pelan pelan mendekati Aqila. Aqila masih tak menyadari. Sekarang Galih sudah ada di pinggir Aqila. Namun lagi lagi Aqila tak menyadari keberadaan Galih.
Nattan masih diam diam memperhatikan Sarah. Sepasang kekasih baru itu, Revan dan Renata membuat heboh seisi kampus. Membuat mereka jadi tontonan di hari jadian Revan dan Renata.
Sepasang mata melihat mereka tak suka. Gadis itu, langsung pergi melihat Revan dan Renata yang sudah jadian. Gadis itu begitu kesal karna Renata menerima Revan. Gadis itu tak terima kalo sekarang Revan bersama Renata.
"Hay.." Saos Kaha.
Sarah Tersenyum melihat Kaha.
"Kamu, ga cemburu melihat sahabatmu punya cowo" Ucap Kaha tiba tiba bertanya seperti itu.
Sarah melihat Kaha tak suka. Kaha sudah 3 kali menyatakan perasaannya pada Sarah. Tapi lagi lagi Sarah Tolak. Dengan alasan masih ingin Fokus kuliah.
"Kamu, masih tak mau Nerima aku Sarah"? Tanya Kaya lagi.
Sarah menggelengkan kepalanya. Kaha menang tampan. Tapi Sarah tak suka dengan Kaha. Dan Sarah, masih konsisten dengan hatinya.
"Aku ga bisa mencari gadis lain"
__ADS_1
Sarah, tak menjawab pertanyaan Kaha. Sarah sendiri tak tau harus menjawab apa.
Nattan melihat Sarah dan Kaha tak suka. Tapi Nattan tak bisa berbuat apa apa.
Habibie masih memperhatikan Alea. Yang terlihat kegirangan bahagia atas sahabatnya ini. Alea masih bersorak.
Habibie Tersenyum melihat Alea. Gadis itu, tak terlihat jaim. Gadis yang tak anggun itu. Masih saja ribut sendiri. Berbeda dengan teman temanya yang kalem.
Nattan masih memperhatikan Sarah. Hatinya bergetar bila teringat Sarah. Sarah sudah membuat mereka Gila kali ini. Nattan tak bisa menepis rasa dalam hatinya.
Walau bagaimanapun. Sarah dan Nattan tak bisa bersama karna perbedaan agama yang tak mungkin bisa di satukan. Sarah seorang muslim dan Nattan seorang Nasrani. Membuat dua orang anak manusia ini. Berada dalam kegalauan yang mendalam. Walau keduanya tak menyadarinya kalo keduanya saling jatuh cinta.
Aqila begitu terkejut dengan laki laki yang ada disampingnya ini. Aqila mencoba mengucek matanya. berharap ini mimpi. Tapi laki laki itu malah tersenyum melihat Aqila.
"Kamu, ngapain ada disini?" Tanya Aqila tak bisa menyembunyikan kegugupannya.
"Aku juga mahasiswa kampus ini" Jawab Galih santai.
Aqila, berpaling. Hatinya tak bisa berbohong. Kalo Aqila kini berdebar karna ada Galih.
"Mulai hari ini, Dan seterusnya kita akan sering ketemu" Ucap Galih langsung berlaku begitu saja. Membuat Aqila Bingung dengan ucapanya.
Aqila membayangkan Kalo benar Galih kuliah bareng Aqila disini. Apa yang harus Aqila lakukan. Bagaimana dengan hatinya? Kini hatinya resah. Semua karna Galih. Kenapa sih Aqila pake ketemu Galih segala. Membuat Aqila tak tenang.
Sarah berusaha menghindar obrolan dengan Kaha. Kali ini Sarah benar benar terjebak dengan Kaha. Dalam hati Sarah terus berdoa agar seseorang datang menolongnya. Sarah sudah tak tahan dengan obrolan Kaha. Yang selalu membanggakan keluarga nya dan dirinya sendiri yang selalu hebat dimatanya. Sarah mulai bosan. Tapi harus gimana lagi. Sarah tak enak bila harus meninggalkan orang yang sedang berbicara dengannya. Rasanya jadi tak sopan. Tapi Kali ini. Sarah benar benar bosan. Sarah malas mendengar laki laki ini berbicara. Bicaranya sudah melantur kemana mana. Sarah tak tahan. Sarah tak bisa seperti taman temanya yang suka bertindak seenaknya. Sarah lebih memikirkan perasaan orang lain di banding perasaanya sendiri. Akh Sarah bosan.
Bersambung..
Jangan lupa Like yah..
__ADS_1