KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Dua Puluh Sembilan.


__ADS_3

Galih langsung menyelesaikan Administrasi agar Aqila bisa segera di tindak oleh Dokter. Galih takut sekali kalo sampai terjadi apa apa pada Aqila.


Setelah dari AICU. Sarah Renata dan Alea kembali ke kamar Aqila. Namun Dari jauh terlihat Aqila sudah di bawa perawat yang lain menuju Ruang Operasi.


Mereka bertiga langsung berlari menyusul Aqila. Air mata keluar dari ketiga gadis itu. Mereka benar benar takut dengan apa yang terjadi pada Aqila.


Sampai di ruang Operasi. Mereka bertiga di larang masuk. Karna Aqila harus segera di operasi di bagian otaknya.


Tiga gadis itu, tak kuasa menahan air mata mereka yang terus mengalir karna sahabat mereka terlihat kesakitan. Semua berdoa untuk kesembuhan Aqila.


Galih berjalan, Dengan Wajah sendu, sesaat setelah melunasi Administrasi. Aqila. Masih dalam lamunannya seseorang menepuk punggung Galih.


Galih menoleh. Terlihat Habibie dan Rojak terlihat sedih sambil memegang kertas tagihan untuk Nattan. Tagihan itu begitu besar. Habibie dan Rojak tak punya uang sebanyak itu. Sedangkan Reno sedang mencari pinjaman untuk Nattan. Karna kondisi Nattan yang harus di Operasi karna pendarahan di kepala seperti Aqila lamun lebih parah. Karna Nattan terkena pukulan di kepala dan di perutnya, Yang Memar karna beberapa kali preman preman itu memukul bagian perut dan dada Nattan. Sampai Nattan muntah Darah.


"Ada apa?" Tanya Galih melihat mereka berdua yang terlihat sedih.


"Tadi aku melihat kamu melunasi tagihan Aqila. Bisa kah kamu membantu tagihan teman kami Nattan. Aku tak punya uang sebanyak itu." Ucap Rojak Sambil menangis.


Galih melihat kertas tagihan itu.


"Ayo kita ke kasir" ajak Galih. Mulai berbalik arah menuju Kasir.


Habibie dan Rojak terkejut melihat reaksi Galih yang langsung menyanggupi membayar biaya perawatan Nattan. Padahal Habibie dan Rojak baru pertama melihat Galih. Hari ini. Di rumah sakit.


Habibie meneteskan air matanya. Baru kali ini. Bertemu dengan laki laki seperti Galih. Yang baru kenal langsung mau membayarkan biaya rumah sakit dengan jumlah tak sedikit.

__ADS_1


"Ayo" Ajak Galih lagi.


Habibie dan Rojak berjalan mendekati Galih.


"Maaf yah, aku udah mengrepotin kamu, dengan biaya rumah sakit teman kami" Ucap Habibie merasa lega karna bertemu dengan galih yang begitu tulus mau membayar kan biaya rumah sakit Nattan.


"Nyawa Nattan lebih penting dari pada sekedar uang. Uang bisa di cari. Sedangkan Nyawa orang. mau nyari kemana" ucapnya sambil tersenyum.


Galih melakukan ini. Semata mata demi kemanusiaan. Galih ingin orang orang di sekitarnya tak mengalami hal yang sama seperti Galih dulu. Yang setiap hari menunggu Kematian. Galih lebih menghargai hidup keduanya yang berarti harus ia jaga.


Bagi Galih. Seberapa banyak uang yang ia keluarkan. Tak sebanding dengan harga nyawa yang harus di bayar.


Dokter sudah mengoperasi sumbatan di otak aQila. Yang ternyata bukan luka baru. Luka di kepala Aqila itu luka lama yang dulu sempat ada sebelum Perkelahian kemarin. Luka itu di dapat saat Aqila masih bersama Gilang.


Kini luka itu berdarah lagi membuat Kepalanya sakit tak tertahan karna pukulan Preman kemarin itu. Operasi Aqila sukses. Darah yang menggumpal di otaknya sudah berhasil di keluarkan Sekarang kondisinya sudah lebih baik walau Aqila belum sadarkan diri.


Aqila sudah di pindahkan Ke ruang AICU setelah selesai Operasi. Keadaannya sudah stabil namun Aqila belum sadarkan Diri. Masih terbaring lemah.


Hampir 12 Jam Dokter belum keluar dari ruang Operasi. Luka yang di terima Nattan begitu serius. Untung segera di ambil tindakan. Bila terlambat sedikit saja. Nyawa Nattan tak tertolong. Untunglah. Operasi berjalan lancar. Sehingga Nattan bisa sembuh sekali walau memakan waktu yang lama.


Di luar rumah sakit, seseorang sedari tadi menjadi mata mata. Memantau keadaan Nattan. Dia langsung melapor pada orang yang menyuruh nya. Bahwa Keadaan Nattan selamat. Orang itu pun pergi dari rumah sakit takut ketahuan oleh yang lain. Karna begitu banyak orang yang terlibat.


Kaha, Tersenyum setelah mendapat telpon yang membuatnya Senang. Sekarang Laki laki yang Ia benci sudah mendapatkan pelajaran.


Najwa masih berada di pelukan Kaha. Sudah 2 hari ini. Najwa tak pulang ke apartemen nya. Najwa masih bersama Kaha. Mengabiskan Waktu yang panjang untuk memadu kasih.

__ADS_1


Najwa hanya memakai Handuk yang Ia lilit pada Tubuhnya. Sedangkan Kaha hanya memakai celana Dalam saja. Najwa begitu manja pada Kaha. Badan Najwa sudah penuh dengan tanda merah hasil karya Kaha.


Najwa mengoda Kaha lagi,Dengan membuka handuk yang ia lilit kan pada tubuhnya. Terlihat tubuh Najwa yang polos penuh Tanda merah. Kaha siap menerjang tubuh Najwa lagi yang polos. Kejantanan sudah meregang sekarang. Tak tahan dengan godaan tubuh Najwa yang begitu menggoda nya.


Kaha membuka celana dalamnya. Dan siap bertempur dengan Najwa. Menikmati Surga Dunia lagi dan lagi. Memadu kasih layaknya sepasang suami istri yang begitu mengembu. Dengan desahan yang keluar dari mulut Najwa yang begitu menikmati sentuhan yang Kaha berikan. Kaha memang pintar bermain. Sampai mencapai Klimak keduanya. Begitu menikmati Suasana Romantis milik mereka berdua. Kaha dan Najwa yang begitu indah bagi mereka sekarang.


Revan perlahan membuka matanya. Revan masih tak ingat dengan apa yang terjadi. Namun begitu terkejut nya dengan apa yang dilihatnya. Seorang gadis sedang tertidur di sampingnya dengan keadaan polos. Begitu juga Dengan Revan. Revan benar benar tak ingat apa yang terjadi kemarin. Namun kepala Revan begitu sakit. Untuk mengingat itu.


Revan segera bangun. Namun di tahan gadis itu.


"Kamu mau kemana?" Tanya gadis itu.


"Ini ga seharusnya terjadi" Guman Revan.


Gadis itu bangun dengan tubuh polosnya. Dan memeluk Revan dari belakang.


"Kamu ga bisa ninggalin Aku kaya gini. Aku cinta Kamu Revan" Guman gadis itu.


Revan terdiam. Keduanya masih dalam keadaan polos. Gadis itu menarik Revan ke ranjangnya dengan posisi Gadis itu di atas Revan. Revan tak bisa menolak. Saat Gadis itu melumat bibir Revan penuh cinta.


Mereka berdua pun kembali memadu kasih. Lebih Hebat dari kemarin. Karma Revan bermain dalam keadaan sadar. Gadis itu terus mendesah Menikmati sentuhan Revan. Yang begitu membuatnya Tak bisa menolak sentuhan itu. Sentuhan ketika kejantanan Revan masuk ke terbenam dalam tubuh gadis itu. Sampai gadis itu tak kuasa menahan Gejolak rasa yang Revan berikan. Sungguh membuat Gadis itu begitu mengila merasa puas dan ketagihan akan sentuhan Revan yang begitu indah seperti sepasang suami istri yang tak seharusnya Mereka lakukan.


Bersambung.


Jangan lupa like yah

__ADS_1


__ADS_2