KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Tiga Puluh Delapan.


__ADS_3

Amelia masih bersikap sinis saat melihat Alya. Namun Sarah, tak ingin mencampuri urusan Amelia. Karna sifat Sarah yang tak suka ikut campur.


Entah apa yang ada di pikiran Amelia itu?. Semua orang tau, Alan pacarnya Alya. Tapi kenapa Amelia yang sensi?.


Deg.


Hati Sarah langsung berdebar. Begitu juga hati Nattan. Mereka berdua seperti ada ikatan khusus yang membuat mereka selalu terhubung.


Keduanya saling menoleh. Sepasang mata mereka bertemu antara Nattan dan Sarah. Sarah memalingkan wajahnya. Hatinya tak karuan. Sarah memegang dadanya. Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya begitu juga Nattan.


Nattan kembali ke dapur. Kali ini, Nattan tak bisa menyembunyikan perasaan nya pada Sarah. Semakin, Nattan memcoba melupakan Sarah. Semakin sering juga mereka bertemu.


Ya Tuhan, Apa rencana Mu untuk kita. Sudah jelas, Sarah dan Nattan tak bisa di satukan. Tapi kenapa hati. Selalu berdebar saat, Sarah dan Nattan berdekatan.


Baik Sarah ataupun Nattan keduanya memegang dadanya masing masing. Merasa tak gelisah dengan apa yang mereka berdua rasakan. Keduanya menghembuskan nafas panjang. Mungkin bersamaan. Walau berbeda tempat. Nattan di dapur, Sarah di kursi Kafe.


Baik Nattan maupun Sarah, berusaha kembali pada rutinitas nya. Sarah ga mau mengangu tugasnya. Begitu juga Nattan, tak ingin menggangu pekerjaanya.


Sarah melihat Nattan diam diam. Saat Nattan membawakan pesanan anak anak lain. Di mata Sarah, hanya Nattan yang terlihat indah. Sarah melihat ribuan bunga mawar di sekeliling Nattan. Walau itu hanya angan Sarah. Sarah pun berpaling, Untung saja Amelia tak memperhatikan Sarah. Amelia sibuk sendiri dengan ponselnya.


Sekarang giliran Nattan yang melihat Sarah diam diam. Hanya Sarah yang terlihat berkilau di antar gadis lain. Nattan melihat cahaya warna warni di dekat Sarah. Membuat Nattan senyum sendiri. Sudah membayangkan hal yang bodoh. Nattan kembali ke dapur. Tak ingin mengangu pekerjaan.


Masih di kafe, ternyata Renata dan Bayu sudah berada di Kafe Alan sejak tadi. Hanya Renata yang memperlihatkan Sarah dan Nattan. Renata berpikir, dua orang saling mencintai tak bisa bersama Karna satu penghalang yang begitu besar. Namun Renata berharap, Tuhan memberikan rencana yang lain. Agar Sarah dan Nattan bisa bersama.


Di tempat lain, Alea masih memperhatikan Habibie. Sedari tadi Mili terus nempel pada Habibie. Alea begitu kesal. Tadinya, Alea mau menyerah saja. Tapi melihat sikap Mili. Alea jadi tak bisa merelakan Habibie bersama Mili.


Alea jadi berpikir jahat, untuk memisahkan Habibie dan Mili. Mereka terlihat akrab. Membuat Alea tak suka. Alea berpikir keras, bagaimana cara memisahkan mereka?.


Habibie, melihat sikap Alea yang sedari terlihat bete dengan kedekatannya dengan Mili. Habibie tak mau kegerean. Namun sikap Alea itu, terbaca begitu jelas.


Setelah Mili pergi. Habibie, memcoba mendekati Alea.


"Maaf, boleh duduk disini?" tanya Habibie.

__ADS_1


Alea melihat Habibie bingung, "Kenapa Habibie ada disini sekarang?. tanya Alea dalam hati. Alea melihat sekeliling. Tak di lihatnya Mili.


Alea pun mengangguk.


Habibie, duduk di depan Alea. Namun Alea masih menutup wajahnya dengan buku yang sedari tadi di bacanya.


Habibie Tersenyum,


"Lea" pangil Habibie,


"Yah" jawab Alea masih menutup wajahnya dengan buku.


"Ajarin aku dong, Ajarin aku baca buku kebalik" Guman Habibie sambil senyum senyum sendiri.


Wajah Alea kini menyerah karna malu. Dan membalikan buku yang, Alea pegang. Alea hanya pura pura baca buku. Padahal sedari tadi sibuk memperhatikan Habibie dan Mili.


Alea menutup bukunya.


"Maaf, aku ada kelas" pamit Alea. Beranjak dari tempat duduknya.


Alea melihat Habibie, dengan ujung matanya. Alea tak menyadari kalo Habibie juga mengikuti kelas yang sama dengan Alea.


Alea pun berhenti. Langsung menoleh.


"Kak, kenapa kakak ngikutin aku?" tanya Alea bingung.


Habibie Tersenyum, tak menjawab pertanyaan Alea. Sekarang Habibie yang berjalan di depan. Alea yang di belakang Habibie.


Habibie pun menoleh.


"Sekarang kamu yang ikutin aku" Guman Habibie, yang sedang mengoda Alea. Dan terus berjalan masuk kelas yang akan, mereka berdua ikutin.


Alea cemberut, Berpikir bagaimana mungkin, Alea mengikuti Habibie, toh Alea akan masuk kelas. Yang ada Habibie yang mengikuti Alea.

__ADS_1


Sampai kelas, Habibie sudah tersenyum melambaikan tangannya karna Habibie sengaja mengosongkan satu bangku untuk Alea.


Alea berpikir mencari bangku yang kosong selain. Bangku di sebelah Habibie. Tapi semua sudah penuh. Dengan terpaksa Alea duduk disamping Habibie.


Habibie Tersenyum lagi. Sedangkan Alea masih cemberut.


Alea mengikuti kelas dengan serius. Mendengar dan mencatat apa yang di ucapkan Dosen. Sedangkan Habibie masih menatap wajah Alea. Yang begitu dekat dengannya.


"Ngapain sih, ikut kelas kalo ga serius" ucap Alea, dengan muka datarnya tak melihat wajah Habibie.


"Aku ingin, lebih dekat dengan mu" bisik Habibie pelan. Karna tak ingin mengangu anak anak lain.


Deg.


Hati Alea berdebar debaran yang begitu kencang. Membuat gelisah. Namun Alea memcoba bersikap biasa. Alea tak ingin baper. Gara gara ucapan Habibie yang ngegombal tak jelas.


Alea tak menghiraukan Habibie. Namun Habibie terus melihat wajah Alea dengan begitu serius dan dekat.


Habibie merasa senang. Bisa melihat Alea sedekat ini. Alea sudah membuat Habibie jatuh cinta. Walau sikap Alea masih ceuk dan dingin. Tapi Habibie akan berusaha mengejar Alea. Kali ini, Habibie benar benar menyukai Alea.


Di sisi lain, Mili yang ikut kelas bersama Habibie dan Alea. Merasa tak suka saat Habibie dekat dengan Alea. Mili sangar membenci Alea. Yang sok pintar.


Mili bertekat, untuk mendapatkan Habibie lagi. Mili berpikir Habibie miliknya. Hanya boleh bersama nya.


Kelas berlangsung lama. Membuat Mili semakin kesal. Mili tau, Habibie menyukai Alea. Bagaimana pun caranya? Habibie harus bersama Dirinya. Mili harus bekerja keras lagi agar Habibi jatuh cinta lagi dengan Mili. Bukan dengan Alea.


Yang pantas untuk Habibie itu Mili bukan Alea. Mili benci Alea. Yang selalu mendapat kan Apa yang Mili mau?. Kali ini, Mili ga akan menyerah untuk Habibie.


Mili harus membangkitkan kenangan kenangan indah saat Mili dan Habibie berpacaran dulu. Mereka putus karna salah paham.


Kali ini, Mili masih memcintai Habibie seperti dulu. Rasa cintanya, begitu besar. Bahkan lebih besar saat bertemu kembali dengan Habibie. Mili tak akan membiarkan Habibi, direbut oleh Alea.


Mili tak terima, Bila Habibie bersama Alea. Pokoknya Habibie punya Mili. Itu yang ada di pikiran Mili. Padahal dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang. Tapi Mili masih ingin membangkitkan Masa lalu mereka lagi.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa like yah. Dan mampir juga kedua novel aku " Ketika Cinta menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo". Tak tunggu kehadiran nya. Terimakasih sudah mampir dan membaca.


__ADS_2