KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Enam.


__ADS_3

Renata masih masih melamun. Makanan yang pesan Aqila tadi. Hanya masuk 2 sendok makan saja. Mulut nya tak menerima. Semua yang makan terasa hambar. Semua sudah hancur sudah tak tersisa. Ga ada lagi Renata Selebriti terkenal. Sekarang Renata hanya seorang gadis biasa yang tak punya apa apa sama sekali. Jangan kan Rumah. Renata hanya punya pakaian yang ia pakai sekarang. Semua sudah habis di Sita Bank.



Ayahnya yang membuat nya hancur. Keserakahannya malah menghancurkan Keluarga nya. Sekarang yang kena imbasnya. Renata seorang. Yang menanggung semuanya. Renata benci orang tuanya. Mereka yang salah. Kenapa Renata yang harus menerima semua ini. Ayahnya di penjara. Sedangkan Ibunya malah pergi entah kemana?.



Renata masih ingat betul. Ibunya pergi membawa seluruh barang yang ia punya. Ibunya bilang, "Tak ingin hidup susah, silahkan ia cari hidupnya sendiri". Ibu macam apa seperti itu. Renata anaknya. Kenapa ia tega seperti itu. Meninggalkan Renata dalam kehancuran tak peduli dengan keadaan. Hanya menyelamatkan dirinya sendiri. Sungguh Egois.



Renata masih menangis sendiri. Hatinya begitu sakit. Dengan perlakuan sang ibu. Ibunya tega membuangnya. Setelah Ayahnya hancur karena ulahnya sendiri. Begitu Kejam takdir mempermainkan Renata saat ini. Yang lebih menyebalkan lagi. Willy Malah selingkuh dengan Friska. Laki laki yang slalu Renata banggakan Kini menambah panjang luka hatinya.



"Ren, Kamu bisa cerita ke kita. Jangan di pendam sendiri. Kita memang ga bisa bantu. Tapi setidaknya mungkin bisa meringankan beban di pundakmu" Ucap Sarah. Merasa kuatir sekali dengan keadaan Renata saat ini.



Renata masih menangis dalam diam. Renata tak pernah menyangka. Hidupnya berubah 180 Derajat. Baru kemarin Renata menjadi Sorotan di atas panggung hiburan. Kini Renata hanya menjadi sampah.



Aqila masih menyilangkan kedua tangannya sembari berdiri di pinggir tembok rumah Sarah. Aqila sendiri bingung. Harus berkata apa? Dulu Aqila sebel banget sama Sifat Renata yang manja. Malahan sampai Berantem karna salah paham. Gara gara Ci Willy Playboy cap Kecoa. Mereka berdua sampe baku hantam. 2 lawan satu. Tapi tetep Aqila yang menang. Karna Aqila menang jago Karate. Menghadapi 2 gadis manja seperti Renata dan Alea tak masalah bagi Aqila.



Sekarang, Aqila merasa kasihan sama Renata. Kini rasa sebalnya hilang. Sekarang Aqila hanya ingin melindungi gadis rapuh ini. Di balik sifatnya yang manja. Renata masih seorang gadis yang rapuh. Menghadapi cobaan hidup nya saja. Sudah ingin bunuh diri. Padahal banyak orang yang lebih parah nasifnya di banding Renata. Tapi mereka tetap tegar. Dan semangat.



"Ren, Kalo kamu mau nangis nangis aja, keluarkan semua rasa sesak di dada kamu. Jangan di pendam. Biarkan semua keluar dari dalam hatimu". Ucap Sarah memberi semangat pada Renata.



Renata langsung memeluk Sarah. Menangis sejadi jadi. Yang Renata butuhkan sebuah pelukan hangat. Biasa nya Alea yang selalu ada untuk Renata. Kini Renta yang sengaja menjauhi Alea. Kini ada Sarah yang berusaha menguatkan Renata.



Saat ini, hatinya begitu sakit. Sakit sekali sampai dadanya sesak. Air matanya begitu deras berjatuhan ke pundak Sarah. Sampai Kerudung Sarah basah karna air mata Renata yang membanjiri pundak Sarah. Tak ada yang bisa Renata lakukan sekarang selain menangis. Menangis memang tak menghilangkan masalah Renata. Tapi dengan menangis Renata bisa meluapkan segala amarah emosi kesal jengkel dalam hatinya sampai keluar semua.



Sarah jadi ikut menangis karna tangisan Renata yang lirih perih dalam hatinya. Sarah bisa merasakan apa yang ia rasakan. Sarah memang gadis melou. Gampang nangis karna hal mengharukan. Apa yang terjadi pada Renata hanya sebuah perjalanan hidup yang baru saja Renata lewati.


__ADS_1


Gadis 16 tahun ini. Harus merasakan keterpurukan dalam hidupnya. Titik terendah dalam hidupnya kini Ia rasakan. Renata sungguh tak sanggup menerima cobaan ini. Baginya cobaan ini terlalu berat untuk Renata. Gadis manja yang terbiasa hidup enak tanpa merasa kesusahan dari kecil. Kini harus memperjuangkan hidupnya sendiri dengan sisa sisa tenaganya yang sudah mulai redup.



Aqila melihat pemandangan itu. Aqila ikut merasa sakit melihat Renata menangis seperti itu. Aqila yang pada dasarnya gadis yang tangguh dan kuat. Sekarang malah menjadi lembek karna ketularan Sarah yang melow.



Tanpa di sadari nya, Aqila meneteskan air matanya. Kali ini, Aqila merasa hatinya ikut sakit. Aqila pun, langsung memeluk 2 gadis ini. Mereka bertiga menangis bersama. Setelah itu. Mereka bertiga tertawa bersama.



Kali ini, Renata merasa tenang. Namun Renata tak berani keluar. Sekarang Renata seperti buronan. Pasti Wartawan sedang mencarinya. Secara Renata Selebriti yang sedang naik daun. Pasti jadi sasaran empuk para wartawan yang sedang haus berita gosif tentang keluarga Renata.



"Rasanya lucu sekali yah. Dulu Aku benci Aqila. Sekarang malah menangis bersama" Guman Renata tersenyum miris.



"Iya kita berantem Karna Ci Willy dong dong" Kenang Aqila sambil tersenyum.



"La, maafin aku yang dulu yah" Ucap Renata merasa bersalah karna sudah tau sifat asli Willy.




"Udah akh ga mau bahas dia lagi" Ucap Renata lagi. Renata begitu kesal dengan Willy sekarang. Laki laki itu, tak pantas di perjuangkan. Mata hati Renata terbuka sekarang.



Sarah tersenyum. Tak mengerti maksud obrolan mereka. Selama ini, Sarah belum pernah berpacaran sama sekali. Lagi pula Sarah tak tertarik dengan cowo atau pacaran.



"Sarah makasih yah, udah ada di saat Aku butuh seseorang untuk bersandar" Guman Renata pelan.



"Sebaiknya kamu kasih tau Alea. Walau bagaimanapun Dia sahabatmu Ren" Ucap Aqila.



"Tadinya aku tak ingin merepotkan Alea. Selama ini. Alea begitu banyak membantuku."

__ADS_1


Ucap Renata pelan.



"Kamu salah, Jika berpikir seperti itu. Yang namanya Sahabat harus ada di setiap saat. Baru itu yang dinamakan sahabat sejati" Ucap Sarah. Menyakinkan Renata.



"Iya, Aku salah kali ini. Pasti Alea marah banget sama aku"



" Kamu salah lagi, Pasti sekarang Alea bingung banget nyari kamu kemana mana" Ucap Sarah lagi.



Renata terdiam sejenak.



"Besok, aku bakal kasih tau, Alea kalo kamu tinggal bareng kita" Ucap Aqila lagi.



"Aku ngeropotin kalian. Bagaimana aku balas Budi sama kalian"



"Kamu ga usah mikir jauh jauh. Kita seneng kok kamu tinggal bareng kita" Seru Sarah bersemangat.



"Tapi Sarah, Aku sekarang tak punya apa apa. Bagaimana aku bayar untuk hidup aku" Seru Renata bingung dengan hidupnya sekarang.



"Masalah itu, Kamu ga perlu kuatir. Kamu tinggal di sini Gratis dengan biaya hidup kamu" Ucap Aqila enteng.



Renata meneteskan air matanya. Renata sangat bersyukur karna telah bertemu dengan dua gadis ini. Yang mau menampung hidupnya kini yang sudah sengsara. Renata tak pernah membayangkan semua ini. Jika saat ini. Renata malah jadi bunuh diri tak di hentikan dua gadis ini. Mungkin sekarang Renata sudah jadi hantu penasaran yang bakal ia sesali. Karna sudah mati konyol karena tak kuat dengan cobaan hidup.



Bersambung...


__ADS_1


__ADS_2