
Alea melihat Habibie dari jauh. Alea tak suka Karna Alea melihat Habibie Bersama Mili. Anak paman Topan yang sudah merebut harta warisan orang tua angkatnya.
Alea masih belum tau, nama laki laki yang Akea kagumi. Namun Bila bersama Mili. Alea akan menyerah saja. Alea ga mau berurusan dengan Mili. Dan pamannya.
Bagi Alea belum saatnya. Alea membalas dan mengambil Alih Harta warisan Orang tua angkat Alea. Untuk sekarang. Mending menghindari saja.
Lama Renata menunggu. Revan sudah janji akan mengajak nonton bioskop. Tapi Renata Melihat Revan sedang keluar dari Mobil Sisi.
Renata sudah mulai curiga. Namun Renata sengaja membiarkanya. Renata ingin melihat sampai dimana Revan akan bermain main dengan ya.
Berkali kali. Renata mengajak Jalan Revan. Tapi terus di tolak Revan. Sekarang Chat Renata sudah jarang di balas. Renata sangat kesal kali ini.
Renata masih melihat terus ponselnya menunggu Chatnya di balas. Tapi sudah hampir 2 jam. Chat Renata belum juga di balas. jangankan Di balas. Di buka saja tidak.
Renata masih bolak balik seperti Strikaan. Membuat Sarah pusing.
"Kamu kenapa Re.." Tanya Sarah.
"Revan, sudah bermain di belakang aku" Guman Renata kesal.
"Jangan asal tuduh. Mungkin dia beneran sibuk" Ucap Sarah.
",Aku ga menuduh. Beberapa kali aku melihat Revan jalan sama Sisi" Seru Renata terlihat Kesal.
Alea berpikir tentang Sisi. Kemarin Alea melihat Mili. Apa mungkin Sisi juga kuliah di kampus yang sama.
"Makanya, Aku malas punya Cowo. Pasti ujung ujungnya gini" Guman Aqila.
"Re, apa kah sisi anaknya Paman Topan" Tanya Alea.
"Yah, Sisi sepupu mu itu. Gadis itu begitu menyebalkan" Seru Renata lagi.
"Oww, Kita harus bikin perhitungan nihh" Guman Aqila mulai bersemangat.
__ADS_1
Alea terdiam. 2 gadis itu, memang pengacau. Alea berpikir sejenak. Kenapa dua mahluk itu bisa kuliah disini? Membuat Kenyamanan Alea hilang sudah. Memikirkan Membuat Alea merasa kesal sendiri.
"Gimana Le, mau ikutan ga" Ajak Aqila.
"Apa rencanamu?.."
Aqila Tersenyum jahat. Sarah melihat mereka menggelengkan kepalanya. Entah Rencana apa yang di maksudkan Aqila. Walau begitu, terkadang Sarah juga sering ikutan Gila dengan Rencana mereka untuk hiburan Sarah sendiri..
Aqila menyuruh Alea untuk mencari bukti tentang persingkuhan mereka. Setelah bukti ada. Renata tinggal ngegep mereka. Dan untuk saat ini. Renata harus berpura pura dulu. Tidak tau apa apa. Biar rencana ini lancar.
Renata sudah, muak saat Alea memotret Revan dan Sisi sedang nonton Film di bioskop. Makan Eskirim di cafe tempat. Renata Dan Revan sering bersama. Pokoknya Revan selalu mengajak Sisi ketempat dimana Revan menghabiskan waktunya dengan Renata.
Renata kesal saat Alea memotret semua bukti bukti perselingkuhan itu. Renata berteriak melempar semua foto foto itu sambil berteriak. Menangis sejadi jadi. Renata kesal. Karna Revan berkali kali membohongi nya. Membuat Renata murka.
Renata berjanji akan membalas Revan berlipat lipat. Suatu saat nanti.
Sarah dan Aqila merasa kasihan pada Renata. Tapi itu kenyataan nya.
Saat, Renata menangis. Tiba tiba Suara telpon Renata berbunyi. Renata hanya melihat ponselnya. Tak ingin mengangkat telpon itu. Renata kali ini benar benar muak.
Renata menghapus, air matanya dengan ujung jarinya. Renata mengembuskan nafas panjang. Menahan rasa sakit di hatinya. berusaha tetap tenang. Dan berusaha masih bersikap bodoh tak tau apa apa. Untuk mengelabui Revan. Karna Revan sudah membohonginya.
Renata mengangkat telpon dari Revan.
" Hay Sayang" Jawab Renata masih berpura pura tak tau apa apa.
"Kamu, dimana sayang. Kita jalan yuu" Seru Revan di balik telepon.
"Oh, mau kemana kita?" Ucap Renata masih berusaha tenang.
"Kita makan eskrim mau ga,?"
Renata berpikir kemana tempat yang ramai untuk membongkar semua pengiyanatan Revan. Renata pun berpikir untuk ke kantin kampus saja. Disana banyak mahasiswa.
__ADS_1
"Re, re kamu masih di sana.." Tanya Revan membuyarkan lamunan Renata.
"Van, Aku ingin makan Soto pak kumis. Setiap hari aku ga kebagian. Aku pengen banget makan itu" Ucap Renata lagi. Masih berpikir dan berharap Revan tak menolak.
Ternyata Revan menyetujui permintaan Renata. Dan mereka janjian ketemu satujam lagi di kantin kampus.
Renata kembali menangis. Setelah menutup ponselnya. Hatinya merasa sakit hati. Kedua kalinya. Renata di sakiti Cowo. Renata menang tak begitu cinta. Susah payah Renata menahan air matanya berusaha masih berbicara normal. Tapi tetap saja bila dibohongi rasanya bakalan sakit. Seperti di tusuk pedang. Walau belum pernah di tusuk pedang.
Beberapa saat kemudian. Renata berhenti menangis. Sudah cukup Renata menahan rasa sakit di hatinya. Ini terakhir kalinya Renata menangis untuk Revan.
Renata bersiap untuk bertemu dengan Revan untuk yang terakhir kali. Renata berdandan cantik sekali. Memakai dres yang cantik, Agar Revan menyesal. Aqila Alea dan Sarah begitu terpukau melihat Renata. Baru kali ini. Mereka bertiga melihat Renata berdandan.
Renata begitu cantik. Pantas saja dia dulu sebagai model. Kalo bukan karna Ayahnya yang korupsi. Mungkin sampai sekarang Renata masih menjadi model.
"Gimana, Girls aku udah cantik untuk membalas seorang penghiyanat" Seru Renata bangga dengan dirinya sendiri.
Mereka mengaguk.
"Saatnya membalas dendam?" Guman Renata jalan mendahului teman temanya. Dan Merasa bertiga pun menyusul dari belakang. Ingin melihat tontonan menarik. Yang pasti seru sekali.
Sampai di kampus. Revan sudah menunggu di kantin. Semua mata tertuju pada Renata. Begitu juga Revan. Revan begitu terkesima melihat Renata. Renata sangat cantik kali ini.
Dalam hati Revan. Revan begitu menyesal sudah menghiyanati Renata. Sebelum ketahuan Renata. Revan akan mengakhiri hubungan dengan dengan Sisi. Revan tak mau. Renata bersanding dengan orang lain.
Padahal Renata sudah tau. Kalo Revan menghiyanati Dirinya. Hatinya begitu kesal. Ingin segera menunjukan pertunjukan yang sangat hebat. Yang akan di sesali Revan seumur hidupnya.
Renata masih tetap tersenyum. Menahan amarah yang sudah memuncak dalam hatinya. Renata sudah tak bisa berpura pura lagi ini.
Kesalahan Revan kali ini. Begitu fatal. Tak bisa di maafkan. Revan tak bisa mengelak lagi saat di berikan bukti bukti itu. Renata masih menahan, membiarkan Revan mengangumi kecantikan Renata untuk terakhir kalinya.
Renata ingin seluruh orang tau. Begitu kejam nya Revan. Menghiyanati Renata. Revan harus tau, Renata tak lemah seperti dulu. Gampang di bodohi dan di tipu. Renata yang sekarang jauh lebih kuat bahkan akan lebih kejam dari Revan. Yang sudah menghiyanati Renata. Revan harus tau, Di sakitin itu sakit. Makanya jangan coba coba mempermainkan Renata. Karna Balas dendam itu. Akan jauh lebih menyakitkan dari apapun. Renata masih menunggu pembalasan itu. Begitu menyenangkan.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like yah