KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Tiga Puluh Tiga.


__ADS_3

Sarah masih melamun sendiri di kamarnya masih melihat jendela dengan tatapan kosong. Sarah masih memikirkan Nattan. Bagaimana keadaan nya sekarang?. Sarah berpikir Tentang orang lain yang menyuruh preman preman itu untuk memeluk Nattan sampai seperti itu.


Sangat tega sekali orang itu. Membuat Nattan sampai seperti itu. Tapi entah kenapa Sarah berpikir ini ulah Kaha. Sarah menepis pikiran pikiran itu. Tak boleh berburuk sangka. Tak mungkin Kaha orang seperti itu.


Di tempat lain. Kaha sedang berpesta merayakan kemenangan nya karna sudah Membuat Nattan masuk rumah sakit. Memang itukan yang Kaha inginkan. Memberi pelajaran pada Orang yang sudah mempermalukannya.


Kaha hanya merayakan sendiri. Karna teman teman Kaha. Menyangka kalo Kaha sudah berubah. Kaha masih jadi orang yang munafik. Lain di mulut lain di hati.


Dua hari bersama Najwa membuat Kaha lelah. Najwa selalu mengoda Kaha. Untuk terus bertempur. Entah sudah banyak cairan milik Kaha yang tumbuh ke tubuh Najwa.


Kaha menang suka sama Najwa. Tapi tetap Najwa tak pantas di jadikan istri. Kaha masih mendambakan Sarah. Gadis alim itu. Memang cocok untuk Kaha. Itu menurut Kaha. Kaha merasa dirinya lebih baik dari siapapun. Tapi tidak bagi Sarah.


Sarah sangat tak suka orang yang selalu membanggakan dirinya sendiri. Bangga dengan kekayaan keluarganya. Sarah tak suka laki laki seperti itu. Yang numpang hidup karna harta kekayaan Orang tuanya. Sarah lebih suka laki laki yang bekerja keras mandiri. Tak manja seperti Kaha.


Kaha tak akan melepas kan Sarah. Bagaimanapun caranya. Seharian ini, Najwa tak menghubungi Kaha. Kaha tak peduli itu. Bagi Kaha, Najwa cuman mainannya saja.


Najwa masih sibuk dengan seseorang. Seseorang yang terus menerus menumpahkan Cairan putih ke dalam rahimnya. Yah, Najwa sedang bermain dengan laki laki yang tak bisa di lupakannya. Laki laki yang pertama menyentuhnya sampai membuat Najwa agresif pada setiap laki laki yang jadi kekasihnya.


Najwa hanya mencintai dia. Laki laki yang tak pernah di setujui oleh keluarga Najwa karna latar belakang keluarga nya. Diam diam Najwa masih sering bertemu dengan laki laki itu. Di Apartemen milik laki laki itu.


Najwa sengaja pindah kota dari kota kelahirannya. Hanya untuk mengejar laki laki ini. Najwa tak keberatan jadi selingkuhan laki laki ini. Yah laki laki ini sudah berkeluarga. Mereka bertemu 3 tahun yang lalu.


Pertama bertemu, Najwa dan laki laki itu sudah berakhir di ranjang hotel. Selaput dara Najwa pecah karna laki laki itu. Najwa sendiri tak tau, kenapa bisa memcintai laki laki itu. Padahal laki laki itu, Sudah berkeluarga. Dan laki laki itu, tak bisa meninggalkan keluarganya untuk Najwa.

__ADS_1


Orang tua Najwa sudah tau. Najwa menjalin hubungan dengan suami orang. Makanya Keluarga Najwa tak setuju. Menentang mati matian untuk mereka bersama. Walaupun Najwa sudah mau jadi istri kedua. Tapi tetap keluarga tak mau. Jika putri satu satunya jadi istri ke dua dari seorang laki laki yang tak pantas Najwa cintai.


Dengan tubuh polosnya. Najwa masih mengelus elus dada laki laki itu. Mereka masih polos hanya berbalut Selimut.


"Kamu senang tidur dengan laki laki itu" Tanya Pria yang sedang berbaring di samping Najwa.


"Yah, Dia bisa bikin aku puas"


Pria itu, beranjak. Dan duduk dengan masih telanjang dada. Membuat Najwa ikut bangun juga.


" Aku cemburu" Pria itu masih memerah karna marah. Tapi tak bisa berbuat apa apa.


"Kamu tinggalkan Dia. Aku akan setia padamu" Najwa masih melihat mata pria itu. Dengan tatapan sendu. Karna tak bisa bersama dengan pria yang Najwa cintai"


Pria itu, memeluk Najwa dari belakang. Dengan Tubuh polos mereka yang menempel satu sama lain.


"Maafkan aku Karna menyakiti mu. Tapi aku belum ada alasan untuk menceraikan Istriku. Apalagi Dia sedang mengandung Anak ke 3 kita" tutur Pria itu.


"Haruskah aku hamil anakmu dulu. Baru kamu mau menikahi aku"


"Tapi orang tuamu tak setuju denganku"


"Yang menjalani aku, bukan mereka"

__ADS_1


"Baikah, Kita buat anak sekarang, biar aku ada alasan untuk menikahimu"


Pria itu, mencium kembali tubuh polos Najwa dari leher sampai ujung kaki. Melumat bibir Najwa begitu mesra. Merasa kan Cinta yang membara. begitu panas pertempuran mereka membuat Najwa terus mendesah tak tahan dengan sentuhan Pria itu. pria itu sudah tak muda tapi cara bermain begitu Dahsyat. Menggetarkan seluruh ruangan saking kuatnya hentakan tubuh Pria itu. Pada tubuh Najwa yang ada dibawah. Membuat udara di sekitar mereka begitu panas.


Keringat terus keluar dari tubuh mereka berdua. Mereka masih belum menyudahi permainan. Masih berlanjut sampai berkali kali sampai mencapai Klimaks. Untuk yang kesekian kalinya.


Di rumah sakit. Abdul langsung menyusul ke rumah sakit 2 Minggu yang lalu. Abdul cuti karna kakaknya menikah. Dengan pesta yang begitu lama karna adat dan Tradisi yang masih di pakai keluarga Abdul.


Abdul buru datang setelah Rojak menelpon Tentang keadaan Nattan. Sekarang Nattan sudah agak mendingan. Walau belum bisa pulang. Karna kondisinya yang belum pulih benar. Butuh waktu beberapa hari untuk sampai Nattan sembuh karna lukanya yang begitu parah.


Beberapa hari ini. Habibie Rojak dan Galih. Menjaga Nattan silih berganti karna, mereka juga harus kuliah. Sekarang giliran Galih yang menjaga.


Abdul langsung masuk ruangan Nattan begitu sampai di rumah sakit. Abdul belum pulang kekosan. Malah langsung ke rumah sakit. Karna Kuatir pada Nattan. Abdul tak tau, Kalo ada Galih yang menjaga Nattan.


"Tan, Maaf aku baru datang" Ucapnya saat baru menginjakan kaki ke ruangan Nattan dengan barang bawaan yang begitu banyak seperti orang mau pindahan. Dengan beberapa dus yang Abdul bawa sendiri. Begitu repot, sangat repot sampai Galih membantu Abdul yang kerepotan.


Abdul langsung merebahkan tubuhnya yang gemil di lantai. Tubuh Abdul memang paling gemuk di antara teman temanya. Abdul melepaskan tas dan barang bawaan nya kelantai. Abdul begitu lelah. Sampai Ia merebahkan tubuhnya.


Nattan dan Galih Tersenyum melihat tingkah Abdul. Yang menang kocak. Karna memang postur tubuh Abdul yang begitu gemuk dan selalu menjadi guyonan Anak anak lainya. Namun Abdul tak pernah merasa sakit hati karna hinaan dan cercaan dari mereka yang selalu menyakiti hati. Abdul cuek saja tak peduli. Karna ada teman temanya yang selalu menjaga Abdul dari anak anak lain. Karma Abdul sangat dicintai oleh teman temanya.


Bersambung...


Jangan lupa like yah...

__ADS_1


__ADS_2