
Hari itu, Sarah pulang terlambat. Telihat 2 gadis yang di pukul Aqila 2 hari kemarin. Masih berada di ruang OSIS. Mereka anggota OSIS. Ternyata gadis bernama Renata itu, memang sangat Cantik. Pantas saja dia menjadi model majalah remaja. Kulitnya yang putih. Badanya ramping Terus tinggi semampai. Benar benar idaman banget. Sungguh sempurna sekali, Gadis itu.
Renata selalu bersama Alea. 2 sahabat ini. Kompak slalu bersama sama. Mereka anak Orang kaya. Hidup mereka sungguh sempurna. Membuat Sarah Iri sendiri. Sarah juga ingin punya sahabat seperti mereka berdua. Sarah jadi teringat dengan Namira.
Namira sendiri, Sahabat Sarah saat ia berada di kota S. Sarah dan Namira begitu dekat. Namun itu dulu, saat mereka belum bertengkar karna Wahyu. Akh Sarah malas ingat itu. Namira benar benar salah paham. Sampe sekarang Namira masih marah sama Sarah.
Sarah berjalan sambil melamun mengingat hkejadian itu. Perjodohannya dengan Wahyu. Membuat Sarah dan Namira renggang. Sarah tak pernah menerima perjodohan ini. Sarah tak suka dengan Wahyu.
Dari jauh, Sebuah Motor Ninja hitam. Berkecepatan tinggi Langsung menabrak Sarah yang sedari tadi berjalan pelan.
BRUK...
Tubuh Sarah, terpental jauh. membuatnya pingsan seketika. Pengendara itu, langsung membuka helmnya dan segera berlari ke arah Sarah yang sudah pingsan.
Begitu terkejutnya pengendara itu, Saat melihat tubuh Sarah tak bergerak lagi.
Beberapa saat kemudian. Sarah sadar, Sarah bingung dengan tempat yang asing baginya.
"Syukurlah Kamu udah Sadar sekarang?" Ucap Seseorang di samping Sarah.
Sarah, menoleh ke samping. Kepala nya terasa sakit. Begitu pula dengan kaki dan tangannya terlihat lecet.
"Aww" Ucap Sarah lagi.
__ADS_1
"Maafkan Aku" ucap Gadis itu lagi yang sedari tadi menunggu Sarah sampai Sarah Sadar.
"Aku dimana?" Tanya Sarah lagi
"Kamu di rumah sakit. Maafkan Aku yang udah Nabrak kamu, Sungguh aku ga sengaja?" Ucap Gadis itu lagi.
Sarah terdiam, Mengingat apa yang terjadi dengannya. Seingatnya Sarah sedang berjalan untuk pulang ke rumah.
"Aku tak menemukan, Ponselmu, Aku jadi ga bisa menghubungi orang tuamu, biar ku antar pulang pake motorku saja bila, Kamu tak keberatan". Ucap gadis itu.
"Aku tinggal sendiri, Aku memang tak pernah membawa ponsel ke sekolah". Guman Sarah.
Sarah tersenyum. Baru kali ini, Sarah melihat gadis ini tersenyum. Sarah merasa senang. Karna tragedi ini. Membuat Sarah bisa kenalan dengan Aqila.
Setelah itu, Aqila mengantar Sarah pulang ke rumahnya. Di perjalanan pulang. Aqila, terus meminta maaf karna sudah menabrak Sarah. Aqila sungguh sungguh minta maaf. Saat itu, Aqila sedang tak Konsentrasi. Aqila langsung menelpon Ambulance begitu Sarah pingsan. Aqila takut, Sarah meninggal karna di tabrak Aqila. Namun Setelah di periksa Dokter. Sarah tak apa apa. Hanya luka luar saja di kepala dan beberapa lecet lecet di tangan dan Kaki.
Sarah, menjadi pendengar setia. Sedari tadi Aqila terus mengoceh. Ternyata Aqila sama dengan gadis lainya. Walau dari luar ia cuek anti Sosial. Namun di balik itu. Aqila tetap gadis biasa.
Aqila sudah mengantar Sarah sampai rumahnya. Rumah yang besar namun sepi. Karna Sarah tinggal sendiri di situ. Sejak saat itu, Sarah dan Aqila sering berangkat bareng dan pulang bareng. Mereka berdua menjadi dekat. Membuat teman teman yang lain. Jadi menjauhi Sarah. Mereka tak suka dengan Aqila yang jutex dan kasar. Sedangkan Sarah begitu anggun dan lembut. Mereka tak suka jika Sarah dekat dengan Aqila. Takut memberikan pengaruh buruk pada Sarah. Apalagi Sarah yang begitu, Menjunjung tinggi norma norma agama. Merasa tak pantas berteman dengan Aqila, yang kasar, urakan, Sering meroko bahkan terkadang Aqila meminum Alkohol bersama teman temanya yang kacau. Namun Sarah tak peduli itu. Sarah nyaman berteman dengan Aqila. Sarah tak menilai Aqila dari luar. Aqila gadis yang baik. Walau bergaul dengan Teman teman yang nakal.
__ADS_1
"La, Kamu ga sayang sama badan kamu..? Ucap Sarah, Saat Aqila tidur di rumah Sarah. Terlihat punggung Aqila penuh Tato. Di leher, pinggang dan di pundaknya. Penuh dengan Tato tulisan dan gambar gambar yang Sarah tak mengerti.
"Ini itu Seni Sarah.." Ucap Aqila.
"Iya sih, Tapi.."Sarah tak melanjutkan ucapannya karna Aqila ke buru memotong ucapanya.
"Stop, Aku ga mau denger ceramah kamu, Kalo mau, ceramah di mesjid sana" Gerutu Aqila. Malas denger Sarah bahas agama melulu.
"Maafin Aku" Ucap Sarah pelan.
"Ngapain kamu minta maaf?"
Sarah, senang saat Aqila menginap di rumahnya. Rumah besar ini jadi tak sepi lagi. Sarah sangat sayang Aqila. Teman barunya ini, begitu menjaga Sarah. Aqila tak pernah memaksakan ke ke biasan Aqila terhadap Sarah yang sudah jelas Gadis yang Alim. Yah Walaupun Terkadang Aqila malas. Dengar Sarah menoceh soal agama. Bukanya Aqila tak peduli itu. Namun rasa sakitnya membuat Aqila menjadi tak peduli soal Agama. Namun perlahan Aqila berubah semenjak kenal dengan Sarah. Aqila sudah jarang bertemu dengan Teman temanya yang kacau. Aqila lebih banyak menghabiskan waktu dengan Sarah. Melakukan hal hal positif. Walau Aqila belum mau Sholat bareng Sarah. Namun Sarah tak memaksakan itu. Biar Aqila sendiri yang memutuskan yang penting Sarah sudah mengingatkan.
"La, kamu tinggal bareng aku aja di sini, biar Aku ada temen. Dan kamu ga menghampurkan uang dengan cuma cuma gitu" Ucap Sarah memberikan tawaran untuk Aqila. Sebenarnya Sarah sudah merencanakan lama tentang mengajak Aqila tinggal bersamanya. Namun slalu di urungkan niatnya. Takut Aqila menolak. Sarah sengaja mengajak Aqila tinggal bareng Sarah. Biar Aqila berhenti minum minuman Alkohol. Kalo sekedar meroko. Sarah tak masalah. Tapi saat Aqila minum minum alkohol. Kasihan badan Aqila. Sudah kurus kering gitu. Badanya sudah kaya tengkorak hidup. Di tambah harus di rusak lagi dengan Alkohol. Alkohol kan ga baik untuk tubuh. Sarah sangat Sayang Aqila. Sebagai teman, Sarah tak ingin Aqila sakit pada nantinya.
"Emmmmm" Lama sekali Aqila berpikir. Untuk menggoda Sarah. Sarah sudah sedari tadi menunggu jawaban Aqila.
Sedari dulu, Aqila ingin tinggal bareng Sarah. Namun ingin Sarah yang meminta. Aqila tak ingin inisiatif sendiri. Makanya Aqila sering menginap di rumah Sarah. Agar Sarah mengajaknya tinggal bersama. Sejujurnya Aqila kuatir pada Sarah. Jika harus tinggal sendiri. Aqila takut terjadi apa apa. Sarah tak bisa bela diri seperti Aqila yang jago Karate Dan Pancak Silat. bisa jaga dirinya sendiri. Berbeda dengan Sarah yang jauh dari orang tua. Tak punya sodara atau kerabat yang menemaninya di sini. Hanya Aqila teman Sarah. Yang bisa Sarah percaya. Apalagi Aqila tau. Sarah Kabur dari rumah. Takut orang berniat jahat pada Sarah. Aqila begitu kuatir dan takut kehilangan Sarah. Sarah teman pertama Aqila yang menerima Aqila apa adanya. Makanya Aqila ingin menjaga Sarah dan melindungi Sarah seperti seorang kakak pada Adiknya.
Bersambung.
__ADS_1
Semoga kalian Suka yah...