
Galih terus memperhatikan Aqila. Membuat Aqila merasa risih sendiri dengan Tatapan Galih Yang membuat hatinya gelisah.
Laki laki itu, membuat Aqila tak tenang. Entah apa yang terjadi dengan Aqila. Ada rasa yang membuat Galih merasa tenang dengan melihat wajah cantik Aqila. Gadis itu begitu cantik saat menggunakan baju model kemben. Kulitnya yang putih memperlihatkan Tato bergambar kupu kupu yang cantik di punggung sebelah kanan. Dan Kini Farel sedang mengggabar bunga mawar di Punggung sebelah kiri.
Tato itu, terlihat begitu indah di kulit putih Aqila. Galih yang menyukai seni tato. Begitu mengagumi tubuh Cantik Aqila. Wajah Aqila yang polos tanpa meke up membuat Aqila begitu cantik Natural. Telinga kiri dan kanan penuh dengan tindikan anting anting bulat. Dan yang membuat tambah cantik Aqila Mentidik hidungnya dengan anting bulat. Hidungnya tambah mancung karna tindikan itu.
Galih baru pertama kali melihat gadis yang begitu total dalam penampilan. Dari ujung rambut sampai bawah. Semua sempurna. Rambutnya yang berwarna pirang membuatnya menjadi gadis yang berbeda.
Aqila melihat Galih sinis. Namun Galih hanya tersenyum. Dan Untuk pertama kali juga. Galih merasa di cuekin oleh seorang gadis. Yah Aqila begitu cuek dengan Galih. Aqila sama sekali ga ngerespon senyuman Galih. Mungkin hanya Aqila satu satunya gadis yang cuek terhadap Galih.
Aqila memcoba memalingkan wajahnya yang sudah tertutup rambutnya yang panjang ke depan. Aqila menahan sakit karna Farel sedang menusukan mesin jarum pembuat tato. Kulitnya yang putih kini memerah sudah mulai bengkak karna jarum yang menusuk punggung Aqila.
Hampir 3 jam. Farel mentato gambar yang Aqila inginkan. Farel menutup Tato dengan plastik bening seperti perban untuk menutup sementara tato Aqila agar tak menempel pada jaketnya.
Aqila langsung memakai jaketnya. Setelah Farel selesai memasangkan perban bening untuk tato Aqila. Dan segera menyeletingkan jaketnya Agar payudara tak terlihat Farel atau Galih.
Aqila membuka tas gendongnya. Dan mengeluarkan dompetnya untuk mengambil uang. Dan memberikan pada Farel. Aqila tak sadar ada yang jatuh dari dalam dompet nya. Aqila langsung pergi setelah membayar dan memasukan dompet nya pada tasnya dan mengendong kembali tasnya Dan pergi secepat mungkin.
Galih mengambil sebuah Foto di lantai. Farel melihat Foto itu sejenak. Namun berlari menyusul Aqila. Namun Aqila begitu cepat pergi sampai Galih tak bisa mengejar Aqila.
Galih kembali ke ruangan Studio Tato itu dengan lemas. Karna tak berhasil mengejar Aqila.
__ADS_1
"Tak terkejar Lih" Tanya Farel.
Galih menggelengkan kepalanya. Galih melihat foto itu. Foto yang terjatuh dari Dompet Aqila.
Galih menerawang sejenak, Galih mengetahui siapa laki laki yang ada di foto itu.
"Akhirnya aku menemukan mu, Kamu gadis itu" Pikir Galih dalam hatinya.
Sudah lama sekali Galih mencari seseorang gadis sebagai amanat dari Almarhum sodara kembarnya. Lama Galih mencari seorang gadis. Galih sudah pasrah bila tak menemukan nya. Namun Secara ajaib. Gadis itu malah mendatanginya.
Alea masih di perpus. Alea begitu sibuk ingin segera mengejar. Alea ingin lulus dengan cepat. Alea ga ingin mengecewakan Ayahnya Aqila, yang sudah menjadi Ayah Asuh Alea. Alea ga mau menyia nyiakan waktu lagi. Dalam hatinya. Alea harus menjadi orang sukses dan mengambil kembali apa yang sudah di rebut paman dan bibinya.
Alea ga mau, hasil kerja keras kedua orang tua angkatnya. menjadi sia sia karna perbuatan Paman dan bibinya yang suka berpoya poya. Alea mengikuti seluruh kegiatan keluarga pamannya di akun media sosial dengan memakai akun Alea yang lain. Alea memiliki 2 akun. Yang satu untuk dirinya sendiri. Yang satu lagi untuk melihat dan memantau keluarga pamannya yang begitu tak tau diri.
Seseorang sedang melihat Alea dari balik tak buku di perpustakaan. Laki laki itu, baru pertama kali melihat Alea padahal laki laki itu sudah di tingkat 2 di kampusnya. Dengan jurusan Manajemen Bisnis. Laki laki itu. Akan meneruskan bisnis orang tuanya. Yang Bila sudah lulus nanti. Laki laki itu, langsung memegang perusahaan Ayahnya Kelak. Karna laki laki itu menjadi Anak sulung dari 2 bersodara.
Laki laki itu, terus memperhatikan Alea. Hatinya ikut berdebar melihat wajah serius Alea. Biasa mahasiswa tingkat satu. Jarang ke perpustakaan. Mereka selalu berada di Mall. Tapi Gadis ini. Begitu sibuk dengan buku bacaanya yang seabrek abrek di mejanya. Sampai wajah cantik nya tertutup buku sebagai. Gadis itu memakai kaca mata. Namun masih terlihat Cantik di mata laki laki yang memperhatikan sejak tadi.
Tiba tiba Reno langsung duduk di hadapan gadis itu. Membuat laki laki itu. Tak dapat melihat Alea karna terhalang Reno.
__ADS_1
""Hay Lea" Sapa Reno yang kini sudah duduk di hadapan Alea.
Laki laki itu, mendengar samar samar suara Reno memangil gadis itu dengan panggilan "Lea". "Apakah gadis itu, bernama Lea itu. mengenal Reno?" Pikir laki laki itu. Merasa Kalah tenar dengan Reno.
Selalu saja, Reno mengenal Setiap gadis di kampus ini. Ternyata rayuan gombalnya sudah sampai pada gadis itu. Laki laki itu terus berpikir untuk belajar dari Reno untuk bisa mengenal gadis itu. Walau Reno tak pernah di terima oleh gadis gadis yang sudah ia tembaknya. Laki laki itu tersenyum sendiri. Mengingat Reno yang masih jomlo sampe sekarang.
Alea tak memperhatikan Reno. Alea malas berurusan dengan Reno. Laki laki itu, membuat Alea tak nyaman dengan Rayuan gombalnya yang menurut Alea. Ga banget.
Reno terus melihat Alea, Sambil meletakkan tangan kanannya di dagunya sendiri. Reno serius melihat Alea. Sampai Alea merasa risih sendiri. Mereka tak sadar kalo seseorang laki laki sedari tadi memperhatikan mereka.
"Ngapain sih, mengiatin melulu" Seru Alea merasa risih dengan Reno. Tanpa melihat wajah Reno.
"Kamu cantik,Lea" Gombal Reno lagi.
Alea menggeleng kepalanya. Dan tersenyum masam. Alea melihat seseorang yang sejak tadi berdiri di rak buku sedang memperhatikan Alea. Alea melihat laki laki itu tak suka. Karna mata mereka bertemu secara tak sengaja. Laki laki itu, langsung pura pura membaca bukunya yang sudah sedari tadi di pegang nya.
Alea tak menggagap Laki laki yang berdiri itu, Dengan serius. Alea kembali membaca bukunya. Laki laki itu, masih memperhatikan Alea dengan ujung matanya secara diam diam. Berharap Alea tak mempergoki laki laki itu sedang memperhatikan Alea.
Bersambung.
jangan lupa like yah
__ADS_1