KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Dua Puluh Satu.


__ADS_3

Galih masih menatap cermin yang sudah pecah karna tonjokan Galih yang begitu keras. Rasa sakitnya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Karna seorang gadis.


Galih menatap sebagian wajahnya dari pecahan cermin kamarnya. Galih melihat mata sendiri. Galih pun jadi mempunyai ide. Untuk memakai topi dan masker. Biar mata saja yang terlihat. Itu lebih baik. Dari pada harus tak bertemu dengan Aqila. Bila wajahnya yang jadi masalahnya. Sebisa mungkin. Galih untuk menghindari Aqila. Galih mencoba mencari Kampus lain agar tak perlu bertemu Aqila lagi. Tapi tak ada jurusan Animasi selain Kampusnya sekarang. Dengan berat hati. Galih tak jadi pindah. Karna Galih sangat suka membuat komik atau kartun. Sekarang Galih sedang membuat Manga.


Karna Galih ingin jadi Author Komik. Bahkan


Galih sudah mengirimkan beberapa hasil karya ke media online agar di publikasikan oleh mereka. Di baca oleh banyak orang.


Galih suka mengambar judul komik yang lucu dan humor receh untuk para penggemarnya di situs online. Galih ingin pembacanya Tersenyum bahkan bisa tertawa dengan gambarnya. Biarpun hatinya sedang bersedih. Galih ingin membuat pembacanya bisa menikmati karyanya dengan senyuman.


Waktu terus berjalan cepat di sekitar mereka. Renata masih mesra dengan Revan. Sarah masih menolak Kaha. Alea entah lah. Akhir akhir ini. Dia sering banget ke perpustakaan kampus. Bilang nya baca buku. Tapi ga tau juga. Dan Aqila masih dengan kesendirian.


Selesai jam pelajaran, Aqila duduk sendiri. Di dekat Fakultasnya. Beberapa hari ini. Aqila memang tak melihat Galih. Itu membuat Aqila sedikit tenang. Dari jauh, Aqila melihat seseorang yang di kenalnya.


Galih langsung mengambil Topi yang selipkan di tasnya. Dan langsung memakai masker di hidungnya. Saat kepergok oleh Aqila.


Aqila ingin tertawa melihat Galih. Sampai segitunya, Galih. Itu semua karna Aqila.


Aqila yang tadi ingin tertawa. Langsung tak jadi. Aqila berubah menjadi sedih melihat Galih seperti itu. Aqila tak berani melihat Galih. Aqila pura pura tak melihatnya. Aqila tak mau melihat Galih seperti itu.


"Woy Lo kenapa?" Tanya Rei Teman seangkatan Galih saat melihat Galih memakai topi dan juga masker nya.


"Gwe, ga mau buat anak orang sedih gara gara wajah Gue" Ucapnya sambil tertutup masker.


"Lo aneh dech, Siapa sih? Yang bikin anak orang sedih. Yang ada Lo keliatan aneh gini, Kaya Teroris" Seru Rei lagi sambil tertawa meledek.


"Ga apa apa di sangka teroris. Dari pada Anak orang sakit gara gara wajah Gue" Ucap Galih lagi masih membuka laptop nya duduk di taman sekitar Fakultasnya.


Aqila hanya terdiam. Mendengar Galih dan temannya berbicara. Entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar Galih berbicara. Akhirnya Aqila memutuskan Pergi. Dari tempat itu. Tak ingin membuat hatinya semakin sakit.

__ADS_1


Setelah Aqila pergi. Galih membuka masker dan Topinya. Dan bersandar di pohon. Galih tak terbiasa memakai masker. Makanya Galih begitu sesak baru beberapa saat memakai masker.


Galih melihat punggung Aqila semakin jauh. Galih ingin lebih dekat dengan Aqila. Tapi Galih tak ingin Aqila sakit lagi. Apalagi Galih mendengar Aqila sudah Sakit tanpa sebab. Galih langsung berpikir itu karenanya.


Beberapa hari ini. Galih sudah menghindari Aqila. Galih berusaha untuk tak bertemu Aqila. Tapi tadi sudah terlanjur tertangkap basah. Tempat yang Aqila duduki. Itu tempat paling Nyaman di Fakultas nya.


"Lo, kenapa sih?" Tanya Rei setelah Galih mengembuskan Nafas panjang.


"Gue ga apa apa?" Jawab Galih santai.


"Gue denger gosip katanya, Wajah Lo, mirip Cowo Aqila yang udah meninggal 5 tahun yang lalu" Seru Rei.


"Benar kah Kok Gue baru tau?" Ucap Galih pura pura ga tau.


"Gue tau kok, Lo nutup wajah Lo karna Aqila?"


Galih terdiam. Begitu cepat gosip itu tersebar.


"Jadi bener Gosip itu!!"


"Lo kaya Cewe aja tukang Gosip"


" Eh, Lo baru tau yah, Cowo lebih sering mengosif di bandingkan Cewe. Apalagi Cowo itu mengatakan Lebih dekat ke Fakta dari pada Gosip ga jelas".


"Terserah lah.."


Galih belum bisa menceritakan semua pada Rei. Galih belum mempercai Rei. Apalagi Rei tukang Gosip.


Sebenernya bukan ga mau cerita. Tapi belum siap aja untuk menceritakan segalanya. Tentang Galih dan Aqila. Rasanya Galih masih terasa terrasa sakit saja. Sakit atas kenyataan yang terjadi padanya.

__ADS_1


Alea masih melihat. Habibie diam diam. Akhir akhir ini. Alea sering ke perpus karna ada Habibie di sana.


Alea mengangumi kakak tingkat 2nya itu. Diam diam Mereka berdua saling memperhatikan. Tanpa tau perasaan masing masing.


Wajah Habibie yang cukup tampan membuat Alea merasa tenang. Banyak sih. Laki laki tampan di kampus ini. Begitu banyak sampai tak terhitung. Tapi Alea hanya mengangumi Habibie saja.


Alea begitu malu. Untuk sekedar bertanya nama saja. Padahal sudah beberapa kali Alea bertemu dengannya. Tapi tak pernah bertegur sapa. Laki laki yang membuat Alea merasa tenang ini.


Alea tak mengharapkan lebih. Alea hanya senang saja melihat Dia. Laki laki yang terlihat tampan saat membaca buku itu. Tive idaman Alea banget.


Alea hanya sekedar suka saja. Tak berniat ke arah lain. Alea tak ingin mencari pacar atau mempunyai hubungan sekedar seperti pacaran. Alea tak berpikir kesitu.


Renata masih menikmati masa masa pacaran yang baru seumur jagung. Renata sedang bergurau bersama Revan.


Di sebrang sana. Seorang gadis merasa tak senang. Dengan Renata yang menjadi kekasih Revan. Gadis itu, Iri pada Renata. Rasanya tak pantas bagi Renata untuk bersama Revan. Secara Renata anak Koruptor. Sangat tak pantas untuk Renata.


Gadis itu, begitu murka. Harusnya Dia yang jadi Cowoknya Revan bukan Renata.


Gadis itu, marah marag tak jelas dari kejauhan. Rasanya ingin menghilangkan Renata dari muka bumi ini.


Walaupun. Renata bukan Selebriti lagi. Renata masih populer di kalangan laki laki di kampus. Pesonanya masih sama kaya dulu. Saat Renata masih seorang Seleb.


Para Laki laki di kampus. Seakan tak peduli dengan status Renata yang anak Koruptor. Mereka tetap menyukai Renata. Yang Cantik pintar dan Ramah.


Mereka sangat mengagumi Renata. Banyak pula yang sirik pada Renata. Karna kalah pamor dengan Renata. Apalagi saat jadian sama Revan. Banyak para gadis yang patah hati. Karna Revan memilih Renata.


Revan salah satu, laki laki yang Tampan di kampus. Walau masih kalah dengan Kaha.


Semua gadis menyukai Kaha. Tanpa terkecuali. Hanya Sarah yang menolak Kaha. Sarah satu satunya gadis yang menolak Kaha sampai 5x. Membuat Kaha tak berhenti mengejar Sarah. Sampai sekarang Kaha masih mengejar Sarah. Kaha menjadi terobsesi dengan Sarah. Sangat terobsesi sampai Kaha, terus memaksa Sarah.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like yah..


__ADS_2